Zuli Dewi Mulyowati: motivasi
Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts

Masalah Adalah Hadiah


Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik. Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia. Pasti ada tujuan. Pasti ada maksud. Mungkin anda pernah mengalami pengalaman buruk yang tak menyenangkan, maka keburukan itu hanya karena anda melihat dari salah satu sudut mata yg berkaitan uang saja.
Bila anda berani menengok ke sisi yang lain, anda akan menemukan pemandangan yang jauh berbeda. Anda tidak harus menjadi orang tersenyum terus atau menampakkan wajah yang ceria.
Optimisme terletak di dalam hati, bukan hanya terpampang di muka. Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu rumit untuk dipandang dengan mengerutkan alis dan muka.
Setiap tetes air yang keluar dari mata air tahu mereka mengalir menuju ke laut. Meskipun melalui anak sungai, belokan, kawasan kali keruh, danau dan muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan. Bahkan, ketika menunggu di muara, setiap tetes air tahu, suatu saat panas dan angin akan membawa mereka ke pucuk-pucuk gunung. Menjadi awan dan menurunkan hujan. Sebagian menyuburkan rumput, sebagian tertampung dalam sumur-sumur atau telaga. Sebagian kembali ke laut. Adakah sesuatu yang sia-sia dari setiap tetes air yang anda temui?
Masalah Adalah Hadiah.
Bila anda menganggap masalah sebagai beban, anda mungkin akan menghindarinya atau menjauhinya. Bila anda menganggap masalah sebagai halangan, anda mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah adalah hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam, anda melihat kejayaan di balik setiap masalah.
Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapi dan ubahlah menjadi kekuatan untuk kesuksesan anda. Tanpa masalah, anda tak layak memasuki jalur kesuksesan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.
Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, dekapan hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tempat yang tinggi.
Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku. Beberapa ketika kemudian, bukan kematian yang mereka terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang. Bila anda tidak berani mengatasi masalah, andatidak akan menjadi seseorang yang sejati.

MUNGKIN INI ADALAH YANG TERBAIK "

Dahulu kala, di suatu kerajaan hiduplah seorang menteri yang bijaksana, menteri tersebut menjadi orang terdekat raja yang selalu menjadi pendampingnya di setiap kesempatan. Setiap raja tertimpa permasalahan, menteri tersebut selalu berucap kepada raja; “mungkin ini adalah yang terbaik”.

Pada suatu kesempatan, karena suatu kecelakaan salah satu jari tangan raja terputus kemudian menteri tersebut kembali berucap; “mungkin ini adalah yang terbaik”, seketika itu sang raja marah besar, kemudian raja berkata; “apa yang kau maksud yang terbaik itu?!!”, dengan perasaan jengkel (karena merasa dilecehkan), raja memerintahkan pasukannya untuk memenjarakan menteri tersebut. Dengan tenang menteri itu kembali berucap; “mungkin ini yang terbaik”. Dan dikurunglah menteri tersebut dalam penjara dalam waktu yang cukup lama.

Pada suatu hari, ketika raja pergi untuk berburu, karena saking semangatnya untuk mengejar hewan buruannya, raja tersebut memacu kencang tunggangannya sehingga para pengawalnya tertinggal jauh olehnya, sehingga sampailah raja tersebut seorang diri jauh dari para pengawalnya pada suatu tempat yang terdapat dalam tempat tersebut sekelompok orang-orang yang menyembah berhala. Karena raja tersebut tinggal seorang diri, ditawanlah beliau oleh para penyembah berhala tersebut yang nantinya akan dijadikan sebagai tumbal persembahan kepada berhala yang mereka sembah.

Tetapi setelah para penyembah berhala itu tau bahwa tawanannya tersebut memiliki cacat yaitu terpotong salah satu jarinya, serta-merta mereka melepaskan raja tersebut dan meninggalkannya karena dianggap cacat dan tidak pantas untuk persembahan.

Dengan perasaan gembira luar biasa karena selamat dan tidak jadi dijadikan bahan tumbal persembahan, raja tersebut memacu tunggangannya dengan sekencang mungkin untuk kembali ke kerajaannya. Setelah sampai di kerajaannya, hal pertama kali yang dilakukan oleh raja tersebut adalah memerintahkan pengawalnya untuk membebaskan sang menteri dari dalam penjara dan kemudian diantarkan menuju hadapan raja.

Setelah menteri tersebut sampai dihadapan raja, dengan sepenuh hati sang raja memohon maaf kepada menteri atas perbuatannya yang telah memenjarakan menteri tersebut dengan sewenang-wenang. Setelah meminta maaf, kemudian sang raja berkata;

“Sekarang aku baru mengerti dan merasakan atas hikmah kebaikan dari terpotongnya salah satu jariku, seperti yang kau katakan dulu...Aku bersyukur sekali”.

Kemudian raja melanjutkan;

“Yang masih jadi pertanyaanku sekarang, apa maksud kebaikan yang kau katakan ketika aku perintahkan pengawalku untuk memenjarakanmu dulu?!”.

Dengan tenang menteri tersebut menjawab;

“Jika saja paduka tidak memenjarakanku pada waktu itu, mungkin saat ini saya tidak lagi bisa berdiri dihadapan paduka, karena mungkin saya sudah mati dijadikan tumbal persembahan untuk menggantikan paduka. Hal itu disebabkan karena saya tidak mempunyai cacat fisik dan seperti yang paduka ketahui, dulu saya selalu menyertai paduka kemanapun paduka pergi”.

“Oleh karena itu paduka….marilah kita selalu berprasangka baik kepada Tuhan, bahwa apa pun yang ditaqdirkan-Nya kepada kita semua pasti mengandung kebaikan yang mungkin tidak bisa kita fahami”.
 Foto: MOTIVASI MALAM " MUNGKIN INI ADALAH YANG TERBAIK "

BACA NIH FLEECIOUS, PEMBELAJARAN UNTUK KITA SEMUA

SILAHKAN LIKE DAN SHARE.

Dahulu kala, di suatu kerajaan hiduplah seorang menteri yang bijaksana,   menteri tersebut menjadi orang terdekat raja yang selalu menjadi pendampingnya di setiap kesempatan. Setiap raja tertimpa permasalahan,  menteri tersebut selalu berucap kepada raja; “mungkin ini adalah yang terbaik”.

Pada suatu kesempatan, karena suatu kecelakaan salah satu jari tangan raja terputus kemudian menteri tersebut kembali berucap; “mungkin ini adalah yang terbaik”, seketika itu sang raja marah besar, kemudian raja berkata; “apa yang kau maksud yang terbaik itu?!!”, dengan perasaan jengkel (karena merasa dilecehkan), raja memerintahkan pasukannya untuk memenjarakan menteri tersebut. Dengan tenang menteri itu kembali berucap; “mungkin ini yang terbaik”. Dan dikurunglah menteri tersebut dalam penjara dalam waktu yang cukup lama.

Pada suatu hari, ketika raja pergi untuk berburu, karena saking semangatnya untuk mengejar hewan buruannya, raja tersebut memacu kencang tunggangannya sehingga para pengawalnya tertinggal jauh olehnya, sehingga sampailah raja tersebut seorang diri jauh dari para pengawalnya pada suatu tempat yang terdapat dalam tempat tersebut sekelompok orang-orang yang menyembah berhala. Karena raja tersebut tinggal seorang diri, ditawanlah beliau oleh para penyembah berhala tersebut yang nantinya akan dijadikan sebagai tumbal persembahan kepada berhala yang mereka sembah.

Tetapi setelah para penyembah berhala itu tau  bahwa tawanannya tersebut memiliki cacat yaitu terpotong salah satu jarinya, serta-merta mereka melepaskan raja tersebut dan meninggalkannya karena dianggap cacat dan tidak pantas untuk persembahan.

Dengan perasaan gembira luar biasa karena selamat dan tidak jadi dijadikan bahan tumbal persembahan, raja tersebut memacu tunggangannya dengan sekencang mungkin untuk kembali ke kerajaannya. Setelah sampai di kerajaannya, hal pertama kali yang dilakukan oleh raja tersebut adalah memerintahkan pengawalnya untuk membebaskan sang menteri dari dalam penjara dan kemudian diantarkan menuju hadapan raja.

Setelah menteri tersebut sampai dihadapan raja, dengan sepenuh hati sang raja memohon maaf kepada menteri atas perbuatannya yang telah memenjarakan menteri tersebut dengan sewenang-wenang. Setelah meminta maaf, kemudian sang raja berkata;

“Sekarang aku baru mengerti dan merasakan atas hikmah kebaikan dari terpotongnya salah satu jariku, seperti yang kau katakan dulu...Aku bersyukur sekali”.

Kemudian raja melanjutkan;

“Yang masih jadi pertanyaanku sekarang, apa maksud kebaikan yang kau katakan ketika aku perintahkan pengawalku untuk memenjarakanmu dulu?!”.

Dengan tenang menteri tersebut menjawab;

“Jika saja paduka tidak memenjarakanku pada waktu itu, mungkin saat ini saya tidak lagi bisa berdiri dihadapan paduka, karena mungkin saya sudah mati dijadikan tumbal persembahan untuk menggantikan paduka. Hal itu disebabkan karena saya tidak mempunyai cacat fisik dan seperti yang paduka ketahui, dulu saya selalu menyertai paduka kemanapun paduka pergi”.

“Oleh karena itu paduka….marilah kita selalu berprasangka baik kepada Tuhan, bahwa apa pun yang ditaqdirkan-Nya kepada kita semua pasti mengandung kebaikan yang mungkin tidak bisa kita fahami”.

Jika bermanfaat silahkan like dan bagikan untuk saudara kita yang lainnya. kunjungi web kita untuk melihat produk-produk keren dari J-FLEECE di www.jaketjfleece.com
Sumber: https://www.facebook.com/jfleecefanpage?fref=ts

Telur Ayam Dan Sepotong Tempe Gosong



Suatu malam, ibu yang bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam untuk ayah, sangat sederhana, berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.
Sayangnya karena mengurusi adik yang merengek, tempe dan telur gorengnya sedikit gosong!
Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tidak bisa berbuat banyak, minyak gorengnya sudah habis.
Kami menunggu dengan tegang apa reaksi ayah yang pulang kerja pasti sudah capek, melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.

Luar biasa! Ayah dengan tenang menikmati dan memakan semua yg disiapkan ibu dengantersenyum, dan bahkan berkata, “Bu terima kasih ya!” Lalu ayah terus menanyakan kegiatan saya dan adik di sekolah.

Selesai makan, masih di meja makan, saya mendengar ibu meminta maaf karena telur dan tempe yang gosong itu dan satu hal yg tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan:
“Sayang, aku suka telur dan tempe yang gosong.” Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur kepada ayah, saya bertanya "apakah ayah benar-benar menyukai telur dan tempe gosong?"
Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya dan berkata, “Anakku, ibu sudah bekerja keras sepanjang hari dan dia benar-benar sudah capek, Jadi telur dan tempe yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun kok!”

Ini pelajaran yang saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya;
"Belajar menerima kesalahan orang lain, adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh dan abadi. Ingatlah emosi tidak akan pernah menyelesaikan masalah yang ada, jadi selalulah berpikir dewasa. Mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi pasti punya alasannya sendiri. Janganlah kita menjadi orang yg egois hanya mau dimengerti, tapi tidak mau mengerti. Janganlah meminta segala sesuatu yang sempurna jika diri kita belum pernah menjadi sempurna untuk orang lain."

Sumber:
https://www.facebook.com/jfleecefanpage

MERENUNGI LANGKAH HIDUP


Ketika aku lahir, aku belum bisa merangkak apalagi untuk berjalan… hanya bisa menangis, makan, minum dan tertidur lelap.
ketika ku lapar aku menangis, Saat tidak nyaman aku menangis,
semua mend

apatkan perhatian dari orang-orang yang mencintaiku

Ketika ku mulai merangkak, aku tahu aku ingin bergerak,
aku ingin pergi kemanapun aku mau, tetapi semua masih terbatas, dan tidak ada keleluasaan untuk bergerak... hanya tangisan dan gerak tubuh yang menjadi isyarat komunikasiku.

Saat aku belajar berdiri dengan kedua kakiku, ternyata kakiku masih belum begitu kuat menyangga berat badanku, belum ada keseimbangan untuk berdiri dengan baik dan benar, tetapi aku terus mencoba berdiri dengan kedua kakiku.

Saat aku mulai belajar melangkah, aku ingin berjalan,
terus melangkah walau langkah kaki ini sangat lemah untuk melangkah masih belum mampu mengendalikan langkah kaki ini.
tabrak sana tabrak sini, jatuh bangun hanya untuk sebuah langkah kecil.

Saat aku sudah mulai mantap berjalan, rasanya ingin cepat-cepat berlari, lari dan terus berlari, walau aku kesulitan untuk mengerem diri ini, kadang aku terjatuh dan terus kembali berlari,
aku tidak tahu untuk apa aku berlari… dan terus berlari.

Kaki melangkah Roda melaju, semua demi mencapai tujuan.
Tetapi sudahkah kita mengerti kemana arah tujuan hidup ini?
langkah kaki sejak kecil hingga besar, tahukah kemana akan melangkah? ribuan kilo ditempuh dengan kendaraan, tahukah kemana perjalanan hidup akan ditempuh?

Langkah setiap orang berbeda, demikian juga dengan perjalanan hidup ini. Tiada jalan yang mudah di lewati tanpa hambatan,
Ibarat perjalanan harus naik turun gunung, melewati jembatan,
mengatasi jalan yg berlobang,jalan ramai hingga jalan yang sepi.

Terkadang kita berjalan sendiri, kadang bersama-sama melangkah.
Terkadang bergandeng tangan melangkah dengan teman dan sahabat, atau terkadang harus berjalan bersama dengan orang yang tidak kita sukai.
walau disetiap persimpangan, pasti akan terjadi perpisahan atau pertemuan kembali.

Walau pernah kita salah melangkah, tetapi selalu ada jalan untuk kembali, Setiap jalan telah kau lalui, dan harus meninggalkan jejak langkah. Tidak perlu menyusuri kembali jejak langkah yang lalu karena semua telah berlalu, tataplah ke depan dengan langkah baru yang mantap untuk melangkah.

Kemanapun langkah dan tujuan hidupmu,
Semua pasti memiliki strategi dan rencananya sendiri,
Semua pasti punya tujuan hidupnya sendiri.
Semoga kebahagiaan selalu menyertai perjalanannya.

Tujuan akhir dari kehidupan adalah pencapaian Kebahagiaan yang hakiki,Walau masihkah ada pencapaian kebahagiaan yang hakiki,
Suka dan duka pasti selalu bersama sebagai satu paket hidup ini.
Sampai pada lenyapnya Duka maka Kebahagiaan Sejati menjadi milikmu.
Buka pintu hatimu, melihat dengan mata hatimu
Ikutilah Langkah kakimu dengan mengikuti suara hatimu
Jangan menyesali yang telah berlalu,
melangkah dengan pasti untuk masa depan yang lebih ceria.

 Foto: MERENUNGI LANGKAH HIDUP
=====================

Ketika aku lahir, aku belum bisa merangkak apalagi untuk berjalan… hanya bisa menangis, makan, minum dan tertidur lelap.
ketika ku lapar aku menangis, Saat tidak nyaman aku menangis,
semua mendapatkan perhatian dari orang-orang yang mencintaiku 

Ketika ku mulai merangkak, aku tahu aku ingin bergerak,
aku ingin pergi kemanapun aku mau, tetapi semua masih terbatas, dan tidak ada keleluasaan untuk bergerak... hanya tangisan dan gerak tubuh yang menjadi isyarat komunikasiku.

Saat aku belajar berdiri dengan kedua kakiku, ternyata kakiku masih belum begitu kuat menyangga berat badanku, belum ada keseimbangan untuk berdiri dengan baik dan benar, tetapi aku terus mencoba berdiri dengan kedua kakiku.

Saat aku mulai belajar melangkah, aku ingin berjalan,
terus melangkah walau langkah kaki ini sangat lemah untuk melangkah masih belum mampu mengendalikan langkah kaki ini.
tabrak sana tabrak sini, jatuh bangun hanya untuk sebuah langkah kecil.

Saat aku sudah mulai mantap berjalan, rasanya ingin cepat-cepat berlari, lari dan terus berlari, walau aku kesulitan untuk mengerem diri ini, kadang aku terjatuh dan terus kembali berlari,
aku tidak tahu untuk apa aku berlari… dan terus berlari.

Kaki melangkah Roda melaju, semua demi mencapai tujuan.
Tetapi sudahkah kita mengerti kemana arah tujuan hidup ini?
langkah kaki sejak kecil hingga besar, tahukah kemana akan melangkah? ribuan kilo ditempuh dengan kendaraan, tahukah kemana perjalanan hidup akan ditempuh?

Langkah setiap orang berbeda, demikian juga dengan perjalanan hidup ini. Tiada jalan yang mudah di lewati tanpa hambatan,
Ibarat perjalanan harus naik turun gunung, melewati jembatan,
mengatasi jalan yg berlobang,jalan ramai hingga jalan yang sepi.

Terkadang kita berjalan sendiri, kadang bersama-sama melangkah.
Terkadang bergandeng tangan melangkah dengan teman dan sahabat, atau terkadang harus berjalan bersama dengan orang yang tidak kita sukai.
walau disetiap persimpangan, pasti akan terjadi perpisahan atau pertemuan kembali.

Walau pernah kita salah melangkah, tetapi selalu ada jalan untuk kembali, Setiap jalan telah kau lalui, dan harus meninggalkan jejak langkah. Tidak perlu menyusuri kembali jejak langkah yang lalu karena semua telah berlalu, tataplah ke depan dengan langkah baru yang mantap untuk melangkah.

Kemanapun langkah dan tujuan hidupmu,
Semua pasti memiliki strategi dan rencananya sendiri,
Semua pasti punya tujuan hidupnya sendiri.
Semoga kebahagiaan selalu menyertai perjalanannya.

Tujuan akhir dari kehidupan adalah pencapaian Kebahagiaan yang hakiki,Walau masihkah ada pencapaian kebahagiaan yang hakiki,
Suka dan duka pasti selalu bersama sebagai satu paket hidup ini.
Sampai pada lenyapnya Duka maka Kebahagiaan Sejati menjadi milikmu.

Buka pintu hatimu, melihat dengan mata hatimu
Ikutilah Langkah kakimu dengan mengikuti suara hatimu
Jangan menyesali yang telah berlalu,
melangkah dengan pasti untuk masa depan yang lebih ceria.

Jika bermanfaat silahkan LIKE dan SHARE.. kunjungi juga web kita untuk melihat produk-produk keren dari J-FLEECE di www.jaketjfleece.com
Sumber :https://www.facebook.com/jfleecefanpage

SEBUAH POTRET KEHIDUPAN


Terasa berat hidup yang harus dijalani oleh mbok minah yang sudah terlihat tua. Setiap pagi, ia selalu membawa kerajinan tangan yang telah dibuatnya. Berat memang, Tapi ''uupp'' mbok minah tetap semangat, mbok minah
tetap
menjalaninya dengan senang hati, riang dan gembira. Dan mbok minah bangga dengan hasil yang telah dicapainya.

Mbok minah adalah sebagian kecil potret kehidupan yang terjadi dinegri yang kaya raya hasil buminya ini.

Mbok minah tidak pernah mengeluh atau putus asa dengan penghasilannya, yang mungkin hanya cukup menutupi kebutuhan hidupnya hari itu saja. Namun mbok minah selalu yakin akan kebesaran sang maha kuasa. Dan sebagai orang yang taat beragama, mbok minah selalu percaya bahwa Alloh s.w.t tidak akan menguji hambanya melewati batas kemampuannya. Dan kata kata itu selalu teringang ditelinga mbok minah. Ketika ia akan berjualan keliling dengan hasil kerajinan tangannya.

Mbok minah tidak pernah iri kepada wanita yang sebaya dengannya yang tidak lagi berusaha seperti dirinya. Karena wanita yang sebaya dengan mbok minah telah mendapat jatah dari penghasilan anak anaknya. Tapi mbok minah tak mau seperti itu, walaupun sering kali anak anaknya melarang mbok minah untuk berjualan. Dari hasil kerajinan tangannya.

Namun mbok minah selalu menekankan pada anak anaknya, jangan kalian buang mata pencaharian emak yang telah menghasilkan begitu banyak rejeki untuk membiayai kalian. Sampai kalian bisa bersekolah tinggi dan menjadi orang seperti saat skrg ini. Ucap mbok minah disuatu hari kepada anak anaknya.

Oh sungguh mulia hati mbok minah ini. Dan mbok minah rasanya tidak pernah ada kata menyerah dalam mengarungi bahtera hidup ini. Baginya tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah. Itu artinya jangan selalu meminta dan mengharap kepada orang lain. Karna sifat seperti itu hanya dimiliki bagi orang yang sehat tapi malas tuk bekerja.

Walaupun mbok minah seorang perempuan desa yang tua. Akan tetapi ia tidak mau ketinggalan seputar informasi tentang orang orang besar dinegri ini. Mbok minah selalu memperhatikan kelakuan orang orang yang katanya pintar dan terhormat. Akan tetapi kelakuannya jauh dari kata pintar dan terhormat.

Menurut mbok minah, apa yang kurang dari mereka? Jabatan, gaji, rumah dan mobil semua sudah tersedia,tinggal pakai sja. Tetapi mengapa mereka masih saja merugikan dirinya sendiri dan orang lain, termasuk aku. Kata mbok minah dalam hatinya.

Perjuangan hidup memang belum selesai. Masih teramat panjang dan penuh dengan likuan. Akan tetapi bagi mbok minah, hidup ini hanya sebentar, kapan dan dimanapun. Pasti semua akan dijemputNya.

Bagi mbok minah. Hidup dan mati hanyalah milik Alloh semata. selama kita menjalani hidup ini berada dalam jalan yang benar. Maka kesengsaraan didunia apalagi diakhirat, tidak akan kita alami, begitu kiranya pesan dari mbok minah kepada anak anak nya. Yang telah menjadi sarjana dan kebanggaan mbok minah, yang setiap hari memeras keringat untuk berjualan keliling dengan membawa kerajinan hasil tangannya, ketika anak anak nya masih kecil. Walaupun suaminya telah pergi untuk selamanya, namun mbok minah tidak pernah menampakan kesedihannya itu, apalagi sampai meratapinya. Karena mbok minah yakin. Sudah ada yang menjaga suaminya yang teramat ia sayangi.

Itulah potret kehidupan seorang mbok minah.semoga kita semua dapat mengambil hikmah dan pelajaran yang diberikan oleh mbok minah.

Dan semoga saja di indonesia ini, akan lahir mbok minah mbok minah lainnya (generasi tua & muda) yang berhati mulia dan sekuat baja dalam menjalani hari hari disisa hidupnya.

Hidup ini..
Tidak ada yang dapat memberatkan dan meringankan bila dijalani dengan ikhlas. Dan selalu saja ada tujuan baik, dalam pencapaian yang berat maupun yang ringan.
Foto: SEBUAH POTRET KEHIDUPAN

Terasa berat hidup yang harus dijalani oleh mbok minah yang sudah terlihat tua. Setiap pagi, ia selalu membawa kerajinan tangan yang telah dibuatnya. Berat memang, Tapi ''uupp'' mbok minah tetap semangat, mbok minah tetap
menjalaninya dengan senang hati, riang dan gembira. Dan mbok minah bangga dengan hasil yang telah dicapainya.

Mbok minah adalah sebagian kecil potret kehidupan yang terjadi dinegri yang kaya raya hasil buminya ini.

Mbok minah tidak pernah mengeluh atau putus asa dengan penghasilannya, yang mungkin hanya cukup menutupi kebutuhan hidupnya hari itu saja. Namun mbok minah selalu yakin akan kebesaran sang maha kuasa. Dan sebagai orang yang taat beragama, mbok minah selalu percaya bahwa Alloh s.w.t tidak akan menguji hambanya melewati batas kemampuannya. Dan kata kata itu selalu teringang ditelinga mbok minah. Ketika ia akan berjualan keliling dengan hasil kerajinan tangannya.

Mbok minah tidak pernah iri kepada wanita yang sebaya dengannya yang tidak lagi berusaha seperti dirinya. Karena wanita yang sebaya dengan mbok minah telah mendapat jatah dari penghasilan anak anaknya. Tapi mbok minah tak mau seperti itu, walaupun sering kali anak anaknya melarang mbok minah untuk berjualan. Dari hasil kerajinan tangannya.

Namun mbok minah selalu menekankan pada anak anaknya, jangan kalian buang mata pencaharian emak yang telah menghasilkan begitu banyak rejeki untuk membiayai kalian. Sampai kalian bisa bersekolah tinggi dan menjadi orang seperti saat skrg ini. Ucap mbok minah disuatu hari kepada anak anaknya.

Oh sungguh mulia hati mbok minah ini. Dan mbok minah rasanya tidak pernah ada kata menyerah dalam mengarungi bahtera hidup ini. Baginya tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah. Itu artinya jangan selalu meminta dan mengharap kepada orang lain. Karna sifat seperti itu hanya dimiliki bagi orang yang sehat tapi malas tuk bekerja.

Walaupun mbok minah seorang perempuan desa yang tua. Akan tetapi ia tidak mau ketinggalan seputar informasi tentang orang orang besar dinegri ini. Mbok minah selalu memperhatikan kelakuan orang orang yang katanya pintar dan terhormat. Akan tetapi kelakuannya jauh dari kata pintar dan terhormat.

Menurut mbok minah, apa yang kurang dari mereka? Jabatan, gaji, rumah dan mobil semua sudah tersedia,tinggal pakai sja. Tetapi mengapa mereka masih saja merugikan dirinya sendiri dan orang lain, termasuk aku. Kata mbok minah dalam hatinya.

Perjuangan hidup memang belum selesai. Masih teramat panjang dan penuh dengan likuan. Akan tetapi bagi mbok minah, hidup ini hanya sebentar, kapan dan dimanapun. Pasti semua akan dijemputNya.

Bagi mbok minah. Hidup dan mati hanyalah milik Alloh semata. selama kita menjalani hidup ini berada dalam jalan yang benar. Maka kesengsaraan didunia apalagi diakhirat, tidak akan kita alami, begitu kiranya pesan dari mbok minah kepada anak anak nya. Yang telah menjadi sarjana dan kebanggaan mbok minah, yang setiap hari memeras keringat untuk berjualan keliling dengan membawa kerajinan hasil tangannya, ketika anak anak nya masih kecil. Walaupun suaminya telah pergi untuk selamanya, namun mbok minah tidak pernah menampakan kesedihannya itu, apalagi sampai meratapinya. Karena mbok minah yakin. Sudah ada yang menjaga suaminya yang teramat ia sayangi.

Itulah potret kehidupan seorang mbok minah.semoga kita semua dapat mengambil hikmah dan pelajaran yang diberikan oleh mbok minah.

Dan semoga saja di indonesia ini, akan lahir mbok minah mbok minah lainnya (generasi tua & muda) yang berhati mulia dan sekuat baja dalam menjalani hari hari disisa hidupnya.

Hidup ini..
Tidak ada yang dapat memberatkan dan meringankan bila dijalani dengan ikhlas. Dan selalu saja ada tujuan baik, dalam pencapaian yang berat maupun yang ringan. 
Sumber:  https://www.facebook.com/jfleecefanpage

~Kisah Pohon Jati~

Alkisah ada sebuah pohon jati yang angkuh di hutan. Ia tinggi dan kuat. Di dekatnya, ada sebuah tanaman obat yang kecil.

Pohon jati berkata, “Aku sangat gagah dan kuat. Tidak ada yang bisa mengalahkan aku.” Mendengar ha

l ini, tanaman obat itu menjawab, “Temanku, terlalu angkuh itu berbahaya. Bahkan, yang kuat sekalipun akan jatuh suatu hari nanti.”

Si pohon jati mengabaikan kata-kata si tanaman obat. Ia terus saja memuji-muji dirinya sendiri. Lalu, berembuslah angin kencang. Si pohon jati berdiri dengan tegapnya. Bahkan ketika turun hujan, si pohon jati tetap kokoh dengan cara membentangkan daun-daunnya. Di saat yang bersamaan, si tanaman obat merunduk. Si pohon jati mengolok-oloknya.


Suatu hari, bertiuplah angin topan di hutan itu. Si tanaman obat merunduk. Seperti biasanya, si pohon jati tidak mau merunduk. Tapi karena angin berembus semakin kencang, si pohon jati tidak mampu menahannya lagi. Ia merasa kekuatannya berkurang. Ia pun tumbang. Itulah akhir dari pohon yang angkuh itu.


Ketika keadaannya sudah tenang, si tanaman obat kembali berdiri tegak lagi. Ia melihat ke sekeliling. Dilihatnya si pohon jati yang angkuh itu sudah tumbang.



Alangkah bijaknya bila kita tidak menjadi sombong apabila kita memiliki kelebihan dan kehebatan. Jangan pula kita menjadi berhak untuk meremehkan apa yang dimiliki orang lain karena sesungguhnya setiap kita memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan begitu, setiap kita bisa saling melengkapi dan membantu.
Foto: ~Kisah Pohon Jati~

Alkisah ada sebuah pohon jati yang angkuh di hutan. Ia tinggi dan kuat. Di dekatnya, ada sebuah tanaman obat yang kecil.

Pohon jati berkata, “Aku sangat gagah dan kuat. Tidak ada yang bisa mengalahkan aku.” Mendengar hal ini, tanaman obat itu menjawab, “Temanku, terlalu angkuh itu berbahaya. Bahkan, yang kuat sekalipun akan jatuh suatu hari nanti.”

Si pohon jati mengabaikan kata-kata si tanaman obat. Ia terus saja memuji-muji dirinya sendiri. Lalu, berembuslah angin kencang. Si pohon jati berdiri dengan tegapnya. Bahkan ketika turun hujan, si pohon jati tetap kokoh dengan cara membentangkan daun-daunnya. Di saat yang bersamaan, si tanaman obat merunduk. Si pohon jati mengolok-oloknya.

Suatu hari, bertiuplah angin topan di hutan itu. Si tanaman obat merunduk. Seperti biasanya, si pohon jati tidak mau merunduk. Tapi karena angin berembus semakin kencang, si pohon jati tidak mampu menahannya lagi. Ia merasa kekuatannya berkurang. Ia pun tumbang. Itulah akhir dari pohon yang angkuh itu.

Ketika keadaannya sudah tenang, si tanaman obat kembali berdiri tegak lagi. Ia melihat ke sekeliling. Dilihatnya si pohon jati yang angkuh itu sudah tumbang.

#Alangkah bijaknya bila kita tidak menjadi sombong apabila kita memiliki kelebihan dan kehebatan. Jangan pula kita menjadi berhak untuk meremehkan apa yang dimiliki orang lain karena sesungguhnya setiap kita memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan begitu, setiap kita bisa saling melengkapi dan membantu.

Sumber: https://www.facebook.com/jfleecefanpage

Kisah Batu Rubi yang Retak~

Alkisah, di sebuah kerajaan, raja memiliki sebuah batu rubi yang sangat indah. Raja sangat menyayangi, mengaguminya, dan berpuas hati karena merasa memiliki sesuatu yang indah dan berharga. Saat permaisuri akan
 melangsungkan ulang tahunnya, raja ingin memberikan hadiah batu rubi itu kepada istri tercintanya. Tetapi saat batu itu dikeluarkan dari tempat penyimpanan, terjadi kecelakaan sehingga batu itu terjatuh dan tergores retak cukup dalam.


Raja sangat kecewa dan bersedih. Dipanggillah para ahli batu-batu berharga untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Beberapa ahli permata telah datang ke kerajaan, tetapi mereka menyatakan tidak sanggup memperbaiki batu berharga tersebut.

“Mohon ampun, Baginda. Goresan retak di batu ini tidak mungkin bisa diperbaiki. Kami tidak sanggup mengembalikannya seperti keadaan semula.”
Kemudian sang baginda memutuskan mengadakan sayembara, mengundang seluruh ahli permata di negeri itu yang mungkin waktu itu terlewatkan.

Tidak lama kemudian datanglah ke istana seorang setengah tua berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai ahli permata. Melihat penampilannya yang tidak meyakinkan, para prajurit menertawakan dia dan berusaha mengusirnya. Mendengar keributan, sang raja memerintahkan untuk menghadap.

“Ampun Baginda. Mendengar kesedihan Baginda karena kerusakan batu rubi kesayangan Baginda, perkenankanlah hamba untuk melihat dan mencoba memperbaikinya. ”

“Baiklah, niat baikmu aku kabulkan,” kata baginda sambil memberikan batu tersebut.

Setelah melihat dengan seksama, sambil menghela napas, si tamu berkata, “Saya tidak bisa mengembalikan batu ini seperti keadaan semula, tetapi bila diperkenankan, saya akan membuat batu rubi retak ini menjadi lebih indah.”

Walaupun sang raja meragukan, tetapi karena putus asa tidak ada yang bisa dilakukan lagi dengan batu rubi itu, raja akhirnya setuju. Maka, ahli permata itupun mulai memotong dan menggosok.

Beberapa hari kemudian, dia menghadap raja. Dan ternyata batu permata rubi yang retak telah dia pahat menjadi bunga mawar yang sangat indah. Baginda sangat gembira, “Terima kasih rakyatku. Bunga mawar adalah bunga kesukaan permaisuri, sungguh cocok sebagai hadiah.”

Si ahli permata pun pulang dengan gembira. Bukan karena besarnya hadiah yang dia terima, tetapi lebih dari itu. Karena dia telah membuat raja yang dicintainya berbahagia.


Di tangan seorang yang ahli, benda cacat bisa diubah menjadi lebih indah dengan cara menambah nilai lebih yang diciptakannya. Apalagi mengerjakannya dengan penuh ketulusan dan perasaan cinta untuk membahagiakan orang lain.

Tidak ada  manusia yang sempurna didunia ini, selalu ada kelemahan besar ataupun kecil. Tetapi jika kita memiliki kesadaran dan tekad untuk mengubahnya, maka kita bisa mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada sekaligus mengembangkan kelebihan-kelebihan yang kita miliki sehingga keahlian dan karakter positif akan terbangun. Dengan terciptanya perubahan-perubahan positif tentu itu merupakan kekuatan pendorong yang akan membawa kita pada kehidupan yang lebih sukses dan bernilai!
Sumber:https://www.facebook.com/jfleecefanpage

~Kisah seorang gadis buta~

Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.

Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu, yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu.

Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu, ”Sayaaaang, sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.

Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”

Gadis itu menangis dan menyadari kebodohannya, betapa besar pengorbanan kekasihnya selama ini tapi kekasihnya telah pergi dengan membawa luka dihati.

===========================================
Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.


sumber :https://www.facebook.com/jfleecefanpage