Zuli Dewi Mulyowati: cerita kehidupan
Showing posts with label cerita kehidupan. Show all posts
Showing posts with label cerita kehidupan. Show all posts

Telur Ayam Dan Sepotong Tempe Gosong



Suatu malam, ibu yang bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam untuk ayah, sangat sederhana, berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.
Sayangnya karena mengurusi adik yang merengek, tempe dan telur gorengnya sedikit gosong!
Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tidak bisa berbuat banyak, minyak gorengnya sudah habis.
Kami menunggu dengan tegang apa reaksi ayah yang pulang kerja pasti sudah capek, melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.

Luar biasa! Ayah dengan tenang menikmati dan memakan semua yg disiapkan ibu dengantersenyum, dan bahkan berkata, “Bu terima kasih ya!” Lalu ayah terus menanyakan kegiatan saya dan adik di sekolah.

Selesai makan, masih di meja makan, saya mendengar ibu meminta maaf karena telur dan tempe yang gosong itu dan satu hal yg tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan:
“Sayang, aku suka telur dan tempe yang gosong.” Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur kepada ayah, saya bertanya "apakah ayah benar-benar menyukai telur dan tempe gosong?"
Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya dan berkata, “Anakku, ibu sudah bekerja keras sepanjang hari dan dia benar-benar sudah capek, Jadi telur dan tempe yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun kok!”

Ini pelajaran yang saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya;
"Belajar menerima kesalahan orang lain, adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh dan abadi. Ingatlah emosi tidak akan pernah menyelesaikan masalah yang ada, jadi selalulah berpikir dewasa. Mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi pasti punya alasannya sendiri. Janganlah kita menjadi orang yg egois hanya mau dimengerti, tapi tidak mau mengerti. Janganlah meminta segala sesuatu yang sempurna jika diri kita belum pernah menjadi sempurna untuk orang lain."

Sumber:
https://www.facebook.com/jfleecefanpage

MERENUNGI LANGKAH HIDUP


Ketika aku lahir, aku belum bisa merangkak apalagi untuk berjalan… hanya bisa menangis, makan, minum dan tertidur lelap.
ketika ku lapar aku menangis, Saat tidak nyaman aku menangis,
semua mend

apatkan perhatian dari orang-orang yang mencintaiku

Ketika ku mulai merangkak, aku tahu aku ingin bergerak,
aku ingin pergi kemanapun aku mau, tetapi semua masih terbatas, dan tidak ada keleluasaan untuk bergerak... hanya tangisan dan gerak tubuh yang menjadi isyarat komunikasiku.

Saat aku belajar berdiri dengan kedua kakiku, ternyata kakiku masih belum begitu kuat menyangga berat badanku, belum ada keseimbangan untuk berdiri dengan baik dan benar, tetapi aku terus mencoba berdiri dengan kedua kakiku.

Saat aku mulai belajar melangkah, aku ingin berjalan,
terus melangkah walau langkah kaki ini sangat lemah untuk melangkah masih belum mampu mengendalikan langkah kaki ini.
tabrak sana tabrak sini, jatuh bangun hanya untuk sebuah langkah kecil.

Saat aku sudah mulai mantap berjalan, rasanya ingin cepat-cepat berlari, lari dan terus berlari, walau aku kesulitan untuk mengerem diri ini, kadang aku terjatuh dan terus kembali berlari,
aku tidak tahu untuk apa aku berlari… dan terus berlari.

Kaki melangkah Roda melaju, semua demi mencapai tujuan.
Tetapi sudahkah kita mengerti kemana arah tujuan hidup ini?
langkah kaki sejak kecil hingga besar, tahukah kemana akan melangkah? ribuan kilo ditempuh dengan kendaraan, tahukah kemana perjalanan hidup akan ditempuh?

Langkah setiap orang berbeda, demikian juga dengan perjalanan hidup ini. Tiada jalan yang mudah di lewati tanpa hambatan,
Ibarat perjalanan harus naik turun gunung, melewati jembatan,
mengatasi jalan yg berlobang,jalan ramai hingga jalan yang sepi.

Terkadang kita berjalan sendiri, kadang bersama-sama melangkah.
Terkadang bergandeng tangan melangkah dengan teman dan sahabat, atau terkadang harus berjalan bersama dengan orang yang tidak kita sukai.
walau disetiap persimpangan, pasti akan terjadi perpisahan atau pertemuan kembali.

Walau pernah kita salah melangkah, tetapi selalu ada jalan untuk kembali, Setiap jalan telah kau lalui, dan harus meninggalkan jejak langkah. Tidak perlu menyusuri kembali jejak langkah yang lalu karena semua telah berlalu, tataplah ke depan dengan langkah baru yang mantap untuk melangkah.

Kemanapun langkah dan tujuan hidupmu,
Semua pasti memiliki strategi dan rencananya sendiri,
Semua pasti punya tujuan hidupnya sendiri.
Semoga kebahagiaan selalu menyertai perjalanannya.

Tujuan akhir dari kehidupan adalah pencapaian Kebahagiaan yang hakiki,Walau masihkah ada pencapaian kebahagiaan yang hakiki,
Suka dan duka pasti selalu bersama sebagai satu paket hidup ini.
Sampai pada lenyapnya Duka maka Kebahagiaan Sejati menjadi milikmu.
Buka pintu hatimu, melihat dengan mata hatimu
Ikutilah Langkah kakimu dengan mengikuti suara hatimu
Jangan menyesali yang telah berlalu,
melangkah dengan pasti untuk masa depan yang lebih ceria.

 Foto: MERENUNGI LANGKAH HIDUP
=====================

Ketika aku lahir, aku belum bisa merangkak apalagi untuk berjalan… hanya bisa menangis, makan, minum dan tertidur lelap.
ketika ku lapar aku menangis, Saat tidak nyaman aku menangis,
semua mendapatkan perhatian dari orang-orang yang mencintaiku 

Ketika ku mulai merangkak, aku tahu aku ingin bergerak,
aku ingin pergi kemanapun aku mau, tetapi semua masih terbatas, dan tidak ada keleluasaan untuk bergerak... hanya tangisan dan gerak tubuh yang menjadi isyarat komunikasiku.

Saat aku belajar berdiri dengan kedua kakiku, ternyata kakiku masih belum begitu kuat menyangga berat badanku, belum ada keseimbangan untuk berdiri dengan baik dan benar, tetapi aku terus mencoba berdiri dengan kedua kakiku.

Saat aku mulai belajar melangkah, aku ingin berjalan,
terus melangkah walau langkah kaki ini sangat lemah untuk melangkah masih belum mampu mengendalikan langkah kaki ini.
tabrak sana tabrak sini, jatuh bangun hanya untuk sebuah langkah kecil.

Saat aku sudah mulai mantap berjalan, rasanya ingin cepat-cepat berlari, lari dan terus berlari, walau aku kesulitan untuk mengerem diri ini, kadang aku terjatuh dan terus kembali berlari,
aku tidak tahu untuk apa aku berlari… dan terus berlari.

Kaki melangkah Roda melaju, semua demi mencapai tujuan.
Tetapi sudahkah kita mengerti kemana arah tujuan hidup ini?
langkah kaki sejak kecil hingga besar, tahukah kemana akan melangkah? ribuan kilo ditempuh dengan kendaraan, tahukah kemana perjalanan hidup akan ditempuh?

Langkah setiap orang berbeda, demikian juga dengan perjalanan hidup ini. Tiada jalan yang mudah di lewati tanpa hambatan,
Ibarat perjalanan harus naik turun gunung, melewati jembatan,
mengatasi jalan yg berlobang,jalan ramai hingga jalan yang sepi.

Terkadang kita berjalan sendiri, kadang bersama-sama melangkah.
Terkadang bergandeng tangan melangkah dengan teman dan sahabat, atau terkadang harus berjalan bersama dengan orang yang tidak kita sukai.
walau disetiap persimpangan, pasti akan terjadi perpisahan atau pertemuan kembali.

Walau pernah kita salah melangkah, tetapi selalu ada jalan untuk kembali, Setiap jalan telah kau lalui, dan harus meninggalkan jejak langkah. Tidak perlu menyusuri kembali jejak langkah yang lalu karena semua telah berlalu, tataplah ke depan dengan langkah baru yang mantap untuk melangkah.

Kemanapun langkah dan tujuan hidupmu,
Semua pasti memiliki strategi dan rencananya sendiri,
Semua pasti punya tujuan hidupnya sendiri.
Semoga kebahagiaan selalu menyertai perjalanannya.

Tujuan akhir dari kehidupan adalah pencapaian Kebahagiaan yang hakiki,Walau masihkah ada pencapaian kebahagiaan yang hakiki,
Suka dan duka pasti selalu bersama sebagai satu paket hidup ini.
Sampai pada lenyapnya Duka maka Kebahagiaan Sejati menjadi milikmu.

Buka pintu hatimu, melihat dengan mata hatimu
Ikutilah Langkah kakimu dengan mengikuti suara hatimu
Jangan menyesali yang telah berlalu,
melangkah dengan pasti untuk masa depan yang lebih ceria.

Jika bermanfaat silahkan LIKE dan SHARE.. kunjungi juga web kita untuk melihat produk-produk keren dari J-FLEECE di www.jaketjfleece.com
Sumber :https://www.facebook.com/jfleecefanpage

~Kisah Pohon Jati~

Alkisah ada sebuah pohon jati yang angkuh di hutan. Ia tinggi dan kuat. Di dekatnya, ada sebuah tanaman obat yang kecil.

Pohon jati berkata, “Aku sangat gagah dan kuat. Tidak ada yang bisa mengalahkan aku.” Mendengar ha

l ini, tanaman obat itu menjawab, “Temanku, terlalu angkuh itu berbahaya. Bahkan, yang kuat sekalipun akan jatuh suatu hari nanti.”

Si pohon jati mengabaikan kata-kata si tanaman obat. Ia terus saja memuji-muji dirinya sendiri. Lalu, berembuslah angin kencang. Si pohon jati berdiri dengan tegapnya. Bahkan ketika turun hujan, si pohon jati tetap kokoh dengan cara membentangkan daun-daunnya. Di saat yang bersamaan, si tanaman obat merunduk. Si pohon jati mengolok-oloknya.


Suatu hari, bertiuplah angin topan di hutan itu. Si tanaman obat merunduk. Seperti biasanya, si pohon jati tidak mau merunduk. Tapi karena angin berembus semakin kencang, si pohon jati tidak mampu menahannya lagi. Ia merasa kekuatannya berkurang. Ia pun tumbang. Itulah akhir dari pohon yang angkuh itu.


Ketika keadaannya sudah tenang, si tanaman obat kembali berdiri tegak lagi. Ia melihat ke sekeliling. Dilihatnya si pohon jati yang angkuh itu sudah tumbang.



Alangkah bijaknya bila kita tidak menjadi sombong apabila kita memiliki kelebihan dan kehebatan. Jangan pula kita menjadi berhak untuk meremehkan apa yang dimiliki orang lain karena sesungguhnya setiap kita memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan begitu, setiap kita bisa saling melengkapi dan membantu.
Foto: ~Kisah Pohon Jati~

Alkisah ada sebuah pohon jati yang angkuh di hutan. Ia tinggi dan kuat. Di dekatnya, ada sebuah tanaman obat yang kecil.

Pohon jati berkata, “Aku sangat gagah dan kuat. Tidak ada yang bisa mengalahkan aku.” Mendengar hal ini, tanaman obat itu menjawab, “Temanku, terlalu angkuh itu berbahaya. Bahkan, yang kuat sekalipun akan jatuh suatu hari nanti.”

Si pohon jati mengabaikan kata-kata si tanaman obat. Ia terus saja memuji-muji dirinya sendiri. Lalu, berembuslah angin kencang. Si pohon jati berdiri dengan tegapnya. Bahkan ketika turun hujan, si pohon jati tetap kokoh dengan cara membentangkan daun-daunnya. Di saat yang bersamaan, si tanaman obat merunduk. Si pohon jati mengolok-oloknya.

Suatu hari, bertiuplah angin topan di hutan itu. Si tanaman obat merunduk. Seperti biasanya, si pohon jati tidak mau merunduk. Tapi karena angin berembus semakin kencang, si pohon jati tidak mampu menahannya lagi. Ia merasa kekuatannya berkurang. Ia pun tumbang. Itulah akhir dari pohon yang angkuh itu.

Ketika keadaannya sudah tenang, si tanaman obat kembali berdiri tegak lagi. Ia melihat ke sekeliling. Dilihatnya si pohon jati yang angkuh itu sudah tumbang.

#Alangkah bijaknya bila kita tidak menjadi sombong apabila kita memiliki kelebihan dan kehebatan. Jangan pula kita menjadi berhak untuk meremehkan apa yang dimiliki orang lain karena sesungguhnya setiap kita memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan begitu, setiap kita bisa saling melengkapi dan membantu.

Sumber: https://www.facebook.com/jfleecefanpage

=== Sandaran Bunga Kecil ===

Ada sekuntum bunga yang terlihat lemah, hidup di bawah pohon pinus yang tinggi. Bunga kecil sangat bersyukur karena ada pohon pinus yang melindunginya, melindunginya dari angin dan hujan, setiap hari tidak perlu mencemaskan apa-apa lagi.

Suatu hari, tiba-tiba datang sekelompok penebang, dengan mudah, mereka menebang pohon yang besar itu.

Bunga kecil itu sangat sedih, menangis terisak-isak dan berkata: “Tuhan, semua perlindungan untukku telah hilang. dan angin yang sombong akan bertiup membuatku tumbang, serta terpukul oleh air hujan.”

Dari jauh terdengar ada sebatang pohon yang menenangkan bunga ini sambil berkata: “Jangan berpikir begitu, semuanya malah akan terjadi sebaliknya. Jika tidak ada perlindungan dari pohon, maka matahari akan menyinarimu, hutan akan memberimu kelembapan.

Badanmu yang lemah akan bertumbuh menjadi lebih kuat, dan mahkota bungamu akan terlihat lebih bagus di bawah sinar matahari. Dan orang-orang akan melihatmu, dan memujimu, betapa cantiknya bunga kecil ini!”

 Ketika kehilangan sebuah sandaran hidup, kita pasti memiliki perasaan sedih dan sulit untuk merelakannya. Namun dalam keadaan seperti itulah, kita disadarkan bahwa sebenarnya kita memiliki berkat dan kesempatan yang tidak terbatas. Dan saat kita mengenang saat-saat penuh perjuangan itu, kita akan terkejut saat menyadari jejak dari pertumbuhan kita yang begitu jelas, dan juga penuh suka cita....
 Foto: === Sandaran Bunga Kecil ===

Ada sekuntum bunga yang terlihat lemah, hidup di bawah pohon pinus yang tinggi. Bunga kecil sangat bersyukur karena ada pohon pinus yang melindunginya, melindunginya dari angin dan hujan, setiap hari tidak perlu mencemaskan apa-apa lagi.

Suatu hari, tiba-tiba datang sekelompok penebang, dengan mudah, mereka menebang pohon yang besar itu.

Bunga kecil itu sangat sedih, menangis terisak-isak dan berkata: “Tuhan, semua perlindungan untukku telah hilang. dan angin yang sombong akan bertiup membuatku tumbang, serta terpukul oleh air hujan.”

Dari jauh terdengar ada sebatang pohon yang menenangkan bunga ini sambil berkata: “Jangan berpikir begitu, semuanya malah akan terjadi sebaliknya. Jika tidak ada perlindungan dari pohon, maka matahari akan menyinarimu, hutan akan memberimu kelembapan.

Badanmu yang lemah akan bertumbuh menjadi lebih kuat, dan mahkota bungamu akan terlihat lebih bagus di bawah sinar matahari. Dan orang-orang akan melihatmu, dan memujimu, betapa cantiknya bunga kecil ini!”

* Ketika kehilangan sebuah sandaran hidup, kita pasti memiliki perasaan sedih dan sulit untuk merelakannya. Namun dalam keadaan seperti itulah, kita disadarkan bahwa sebenarnya kita memiliki berkat dan kesempatan yang tidak terbatas. Dan saat kita mengenang saat-saat penuh perjuangan itu, kita akan terkejut saat menyadari jejak dari pertumbuhan kita yang begitu jelas, dan juga penuh suka cita....

Silahkan di share jika note ini bermanfaat..^_^
Sumber :https://www.facebook.com/jfleecefanpage

Motivasi Hidup

Manakala Hidupmu Tampak Susah Untuk Dijalani...

Seorang professor berdiri di depan
kelas filsafat dan mempunyai
beberapa barang di depan mejanya.

Saat kelas dimulai, tanpa
mengucapkan sepatah kata, dia
mengambil sebuah toples mayones
kosong yang besar dan mulai mengisi
dengan bola-bola golf.

Kemudian dia berkata pada para
muridnya, apakah toples itu sudah
penuh? Mahasiswa menyetujuinya.

Kemudian professor mengambil sekotak
batu koral dan menuangkannya ke
dalam toples. Dia mengguncang dengan
ringan. Batu-batu koral masuk,
mengisi tempat yang kosong di antara
bola-bola golf.

Kemudian dia bertanya pada para
muridnya, Apakah toples itu sudah
penuh? Mereka setuju bahwa toples
itu sudah penuh.

Selanjutnya profesor mengambil
sekotak pasir dan menebarkan ke
dalam toples...

Tentu saja pasir itu menutup segala
sesuatunya. Profesor sekali lagi
bertanya apakah toples sudah penuh?

Para murid dengan suara bulat
berkata, "Yaa!"

Profesor kemudian menyeduh dua
cangkir kopi dari bawah meja dan
menuangkan isinya ke dalam toples,
dan secara efektif mengisi ruangan
kosong di antara pasir.

Para murid tertawa...

"Sekarang," kata profesor ketika
suara tawa mereda, "Saya ingin
kalian memahami bahwa toples ini
mewakili kehidupanmu.
"

"Bola-bola golf adalah hal-hal yang
penting - Tuhan, keluarga, anak-anak,
kesehatan, teman dan para
sahabat. Jika segala sesuatu hilang
dan hanya tinggal mereka, maka
hidupmu masih tetap penuh.
"

"Batu-batu koral adalah segala hal
lain, seperti pekerjaanmu, rumah
dan mobil.
"

"Pasir adalah hal-hal yang lainnya
- hal-hal yg sepele.
"

"Jika kalian pertama kali memasukkan
pasir ke dalam toples,
"  lanjut
profesor, "Maka tidak akan tersisa
ruangan untuk batu koral ataupun
untuk bola-bola golf. Hal yang sama
akan terjadi dalam hidupmu
."

"Jika kalian menghabiskan energi
untuk hal-hal sepele, kalian tidak
akan mempunyai ruang untuk hal-hal
yang penting buat kalian
"

"Jadi..."

"Berilah perhatian untuk hal-hal
yang kritis untuk kebahagiaanmu.
Bermainlah dengan anak-anakmu.
Luangkan waktu untuk check up
kesehatan.


Ajak pasanganmu untuk keluar makan
malam. Akan selalu ada waktu untuk
membersihkan rumah, dan memperbaiki
mobil atau perabotan.
"

"Berikan perhatian terlebih dahulu
kepada bola-bola golf - Hal-hal
yang benar-benar penting. Atur
prioritasmu. Baru yang terakhir,
urus pasir-nya
."

Salah satu murid mengangkat tangan
dan bertanya, "Kalau Kopi yg
dituangkan tadi mewakili apa?"

Profesor tersenyum, "Saya senang
kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan
kepada kalian, sekalipun hidupmu
tampak sudah begitu penuh, tetap
selalu tersedia tempat untuk
secangkir kopi bersama sahabat"
:-)
 
sumber : google bootle