Zuli Dewi Mulyowati: motivasi hidup
Showing posts with label motivasi hidup. Show all posts
Showing posts with label motivasi hidup. Show all posts

Telur Ayam Dan Sepotong Tempe Gosong



Suatu malam, ibu yang bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam untuk ayah, sangat sederhana, berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.
Sayangnya karena mengurusi adik yang merengek, tempe dan telur gorengnya sedikit gosong!
Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tidak bisa berbuat banyak, minyak gorengnya sudah habis.
Kami menunggu dengan tegang apa reaksi ayah yang pulang kerja pasti sudah capek, melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.

Luar biasa! Ayah dengan tenang menikmati dan memakan semua yg disiapkan ibu dengantersenyum, dan bahkan berkata, “Bu terima kasih ya!” Lalu ayah terus menanyakan kegiatan saya dan adik di sekolah.

Selesai makan, masih di meja makan, saya mendengar ibu meminta maaf karena telur dan tempe yang gosong itu dan satu hal yg tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan:
“Sayang, aku suka telur dan tempe yang gosong.” Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur kepada ayah, saya bertanya "apakah ayah benar-benar menyukai telur dan tempe gosong?"
Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya dan berkata, “Anakku, ibu sudah bekerja keras sepanjang hari dan dia benar-benar sudah capek, Jadi telur dan tempe yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun kok!”

Ini pelajaran yang saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya;
"Belajar menerima kesalahan orang lain, adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh dan abadi. Ingatlah emosi tidak akan pernah menyelesaikan masalah yang ada, jadi selalulah berpikir dewasa. Mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi pasti punya alasannya sendiri. Janganlah kita menjadi orang yg egois hanya mau dimengerti, tapi tidak mau mengerti. Janganlah meminta segala sesuatu yang sempurna jika diri kita belum pernah menjadi sempurna untuk orang lain."

Sumber:
https://www.facebook.com/jfleecefanpage

MERENUNGI LANGKAH HIDUP


Ketika aku lahir, aku belum bisa merangkak apalagi untuk berjalan… hanya bisa menangis, makan, minum dan tertidur lelap.
ketika ku lapar aku menangis, Saat tidak nyaman aku menangis,
semua mend

apatkan perhatian dari orang-orang yang mencintaiku

Ketika ku mulai merangkak, aku tahu aku ingin bergerak,
aku ingin pergi kemanapun aku mau, tetapi semua masih terbatas, dan tidak ada keleluasaan untuk bergerak... hanya tangisan dan gerak tubuh yang menjadi isyarat komunikasiku.

Saat aku belajar berdiri dengan kedua kakiku, ternyata kakiku masih belum begitu kuat menyangga berat badanku, belum ada keseimbangan untuk berdiri dengan baik dan benar, tetapi aku terus mencoba berdiri dengan kedua kakiku.

Saat aku mulai belajar melangkah, aku ingin berjalan,
terus melangkah walau langkah kaki ini sangat lemah untuk melangkah masih belum mampu mengendalikan langkah kaki ini.
tabrak sana tabrak sini, jatuh bangun hanya untuk sebuah langkah kecil.

Saat aku sudah mulai mantap berjalan, rasanya ingin cepat-cepat berlari, lari dan terus berlari, walau aku kesulitan untuk mengerem diri ini, kadang aku terjatuh dan terus kembali berlari,
aku tidak tahu untuk apa aku berlari… dan terus berlari.

Kaki melangkah Roda melaju, semua demi mencapai tujuan.
Tetapi sudahkah kita mengerti kemana arah tujuan hidup ini?
langkah kaki sejak kecil hingga besar, tahukah kemana akan melangkah? ribuan kilo ditempuh dengan kendaraan, tahukah kemana perjalanan hidup akan ditempuh?

Langkah setiap orang berbeda, demikian juga dengan perjalanan hidup ini. Tiada jalan yang mudah di lewati tanpa hambatan,
Ibarat perjalanan harus naik turun gunung, melewati jembatan,
mengatasi jalan yg berlobang,jalan ramai hingga jalan yang sepi.

Terkadang kita berjalan sendiri, kadang bersama-sama melangkah.
Terkadang bergandeng tangan melangkah dengan teman dan sahabat, atau terkadang harus berjalan bersama dengan orang yang tidak kita sukai.
walau disetiap persimpangan, pasti akan terjadi perpisahan atau pertemuan kembali.

Walau pernah kita salah melangkah, tetapi selalu ada jalan untuk kembali, Setiap jalan telah kau lalui, dan harus meninggalkan jejak langkah. Tidak perlu menyusuri kembali jejak langkah yang lalu karena semua telah berlalu, tataplah ke depan dengan langkah baru yang mantap untuk melangkah.

Kemanapun langkah dan tujuan hidupmu,
Semua pasti memiliki strategi dan rencananya sendiri,
Semua pasti punya tujuan hidupnya sendiri.
Semoga kebahagiaan selalu menyertai perjalanannya.

Tujuan akhir dari kehidupan adalah pencapaian Kebahagiaan yang hakiki,Walau masihkah ada pencapaian kebahagiaan yang hakiki,
Suka dan duka pasti selalu bersama sebagai satu paket hidup ini.
Sampai pada lenyapnya Duka maka Kebahagiaan Sejati menjadi milikmu.
Buka pintu hatimu, melihat dengan mata hatimu
Ikutilah Langkah kakimu dengan mengikuti suara hatimu
Jangan menyesali yang telah berlalu,
melangkah dengan pasti untuk masa depan yang lebih ceria.

 Foto: MERENUNGI LANGKAH HIDUP
=====================

Ketika aku lahir, aku belum bisa merangkak apalagi untuk berjalan… hanya bisa menangis, makan, minum dan tertidur lelap.
ketika ku lapar aku menangis, Saat tidak nyaman aku menangis,
semua mendapatkan perhatian dari orang-orang yang mencintaiku 

Ketika ku mulai merangkak, aku tahu aku ingin bergerak,
aku ingin pergi kemanapun aku mau, tetapi semua masih terbatas, dan tidak ada keleluasaan untuk bergerak... hanya tangisan dan gerak tubuh yang menjadi isyarat komunikasiku.

Saat aku belajar berdiri dengan kedua kakiku, ternyata kakiku masih belum begitu kuat menyangga berat badanku, belum ada keseimbangan untuk berdiri dengan baik dan benar, tetapi aku terus mencoba berdiri dengan kedua kakiku.

Saat aku mulai belajar melangkah, aku ingin berjalan,
terus melangkah walau langkah kaki ini sangat lemah untuk melangkah masih belum mampu mengendalikan langkah kaki ini.
tabrak sana tabrak sini, jatuh bangun hanya untuk sebuah langkah kecil.

Saat aku sudah mulai mantap berjalan, rasanya ingin cepat-cepat berlari, lari dan terus berlari, walau aku kesulitan untuk mengerem diri ini, kadang aku terjatuh dan terus kembali berlari,
aku tidak tahu untuk apa aku berlari… dan terus berlari.

Kaki melangkah Roda melaju, semua demi mencapai tujuan.
Tetapi sudahkah kita mengerti kemana arah tujuan hidup ini?
langkah kaki sejak kecil hingga besar, tahukah kemana akan melangkah? ribuan kilo ditempuh dengan kendaraan, tahukah kemana perjalanan hidup akan ditempuh?

Langkah setiap orang berbeda, demikian juga dengan perjalanan hidup ini. Tiada jalan yang mudah di lewati tanpa hambatan,
Ibarat perjalanan harus naik turun gunung, melewati jembatan,
mengatasi jalan yg berlobang,jalan ramai hingga jalan yang sepi.

Terkadang kita berjalan sendiri, kadang bersama-sama melangkah.
Terkadang bergandeng tangan melangkah dengan teman dan sahabat, atau terkadang harus berjalan bersama dengan orang yang tidak kita sukai.
walau disetiap persimpangan, pasti akan terjadi perpisahan atau pertemuan kembali.

Walau pernah kita salah melangkah, tetapi selalu ada jalan untuk kembali, Setiap jalan telah kau lalui, dan harus meninggalkan jejak langkah. Tidak perlu menyusuri kembali jejak langkah yang lalu karena semua telah berlalu, tataplah ke depan dengan langkah baru yang mantap untuk melangkah.

Kemanapun langkah dan tujuan hidupmu,
Semua pasti memiliki strategi dan rencananya sendiri,
Semua pasti punya tujuan hidupnya sendiri.
Semoga kebahagiaan selalu menyertai perjalanannya.

Tujuan akhir dari kehidupan adalah pencapaian Kebahagiaan yang hakiki,Walau masihkah ada pencapaian kebahagiaan yang hakiki,
Suka dan duka pasti selalu bersama sebagai satu paket hidup ini.
Sampai pada lenyapnya Duka maka Kebahagiaan Sejati menjadi milikmu.

Buka pintu hatimu, melihat dengan mata hatimu
Ikutilah Langkah kakimu dengan mengikuti suara hatimu
Jangan menyesali yang telah berlalu,
melangkah dengan pasti untuk masa depan yang lebih ceria.

Jika bermanfaat silahkan LIKE dan SHARE.. kunjungi juga web kita untuk melihat produk-produk keren dari J-FLEECE di www.jaketjfleece.com
Sumber :https://www.facebook.com/jfleecefanpage

SEBUAH POTRET KEHIDUPAN


Terasa berat hidup yang harus dijalani oleh mbok minah yang sudah terlihat tua. Setiap pagi, ia selalu membawa kerajinan tangan yang telah dibuatnya. Berat memang, Tapi ''uupp'' mbok minah tetap semangat, mbok minah
tetap
menjalaninya dengan senang hati, riang dan gembira. Dan mbok minah bangga dengan hasil yang telah dicapainya.

Mbok minah adalah sebagian kecil potret kehidupan yang terjadi dinegri yang kaya raya hasil buminya ini.

Mbok minah tidak pernah mengeluh atau putus asa dengan penghasilannya, yang mungkin hanya cukup menutupi kebutuhan hidupnya hari itu saja. Namun mbok minah selalu yakin akan kebesaran sang maha kuasa. Dan sebagai orang yang taat beragama, mbok minah selalu percaya bahwa Alloh s.w.t tidak akan menguji hambanya melewati batas kemampuannya. Dan kata kata itu selalu teringang ditelinga mbok minah. Ketika ia akan berjualan keliling dengan hasil kerajinan tangannya.

Mbok minah tidak pernah iri kepada wanita yang sebaya dengannya yang tidak lagi berusaha seperti dirinya. Karena wanita yang sebaya dengan mbok minah telah mendapat jatah dari penghasilan anak anaknya. Tapi mbok minah tak mau seperti itu, walaupun sering kali anak anaknya melarang mbok minah untuk berjualan. Dari hasil kerajinan tangannya.

Namun mbok minah selalu menekankan pada anak anaknya, jangan kalian buang mata pencaharian emak yang telah menghasilkan begitu banyak rejeki untuk membiayai kalian. Sampai kalian bisa bersekolah tinggi dan menjadi orang seperti saat skrg ini. Ucap mbok minah disuatu hari kepada anak anaknya.

Oh sungguh mulia hati mbok minah ini. Dan mbok minah rasanya tidak pernah ada kata menyerah dalam mengarungi bahtera hidup ini. Baginya tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah. Itu artinya jangan selalu meminta dan mengharap kepada orang lain. Karna sifat seperti itu hanya dimiliki bagi orang yang sehat tapi malas tuk bekerja.

Walaupun mbok minah seorang perempuan desa yang tua. Akan tetapi ia tidak mau ketinggalan seputar informasi tentang orang orang besar dinegri ini. Mbok minah selalu memperhatikan kelakuan orang orang yang katanya pintar dan terhormat. Akan tetapi kelakuannya jauh dari kata pintar dan terhormat.

Menurut mbok minah, apa yang kurang dari mereka? Jabatan, gaji, rumah dan mobil semua sudah tersedia,tinggal pakai sja. Tetapi mengapa mereka masih saja merugikan dirinya sendiri dan orang lain, termasuk aku. Kata mbok minah dalam hatinya.

Perjuangan hidup memang belum selesai. Masih teramat panjang dan penuh dengan likuan. Akan tetapi bagi mbok minah, hidup ini hanya sebentar, kapan dan dimanapun. Pasti semua akan dijemputNya.

Bagi mbok minah. Hidup dan mati hanyalah milik Alloh semata. selama kita menjalani hidup ini berada dalam jalan yang benar. Maka kesengsaraan didunia apalagi diakhirat, tidak akan kita alami, begitu kiranya pesan dari mbok minah kepada anak anak nya. Yang telah menjadi sarjana dan kebanggaan mbok minah, yang setiap hari memeras keringat untuk berjualan keliling dengan membawa kerajinan hasil tangannya, ketika anak anak nya masih kecil. Walaupun suaminya telah pergi untuk selamanya, namun mbok minah tidak pernah menampakan kesedihannya itu, apalagi sampai meratapinya. Karena mbok minah yakin. Sudah ada yang menjaga suaminya yang teramat ia sayangi.

Itulah potret kehidupan seorang mbok minah.semoga kita semua dapat mengambil hikmah dan pelajaran yang diberikan oleh mbok minah.

Dan semoga saja di indonesia ini, akan lahir mbok minah mbok minah lainnya (generasi tua & muda) yang berhati mulia dan sekuat baja dalam menjalani hari hari disisa hidupnya.

Hidup ini..
Tidak ada yang dapat memberatkan dan meringankan bila dijalani dengan ikhlas. Dan selalu saja ada tujuan baik, dalam pencapaian yang berat maupun yang ringan.
Foto: SEBUAH POTRET KEHIDUPAN

Terasa berat hidup yang harus dijalani oleh mbok minah yang sudah terlihat tua. Setiap pagi, ia selalu membawa kerajinan tangan yang telah dibuatnya. Berat memang, Tapi ''uupp'' mbok minah tetap semangat, mbok minah tetap
menjalaninya dengan senang hati, riang dan gembira. Dan mbok minah bangga dengan hasil yang telah dicapainya.

Mbok minah adalah sebagian kecil potret kehidupan yang terjadi dinegri yang kaya raya hasil buminya ini.

Mbok minah tidak pernah mengeluh atau putus asa dengan penghasilannya, yang mungkin hanya cukup menutupi kebutuhan hidupnya hari itu saja. Namun mbok minah selalu yakin akan kebesaran sang maha kuasa. Dan sebagai orang yang taat beragama, mbok minah selalu percaya bahwa Alloh s.w.t tidak akan menguji hambanya melewati batas kemampuannya. Dan kata kata itu selalu teringang ditelinga mbok minah. Ketika ia akan berjualan keliling dengan hasil kerajinan tangannya.

Mbok minah tidak pernah iri kepada wanita yang sebaya dengannya yang tidak lagi berusaha seperti dirinya. Karena wanita yang sebaya dengan mbok minah telah mendapat jatah dari penghasilan anak anaknya. Tapi mbok minah tak mau seperti itu, walaupun sering kali anak anaknya melarang mbok minah untuk berjualan. Dari hasil kerajinan tangannya.

Namun mbok minah selalu menekankan pada anak anaknya, jangan kalian buang mata pencaharian emak yang telah menghasilkan begitu banyak rejeki untuk membiayai kalian. Sampai kalian bisa bersekolah tinggi dan menjadi orang seperti saat skrg ini. Ucap mbok minah disuatu hari kepada anak anaknya.

Oh sungguh mulia hati mbok minah ini. Dan mbok minah rasanya tidak pernah ada kata menyerah dalam mengarungi bahtera hidup ini. Baginya tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah. Itu artinya jangan selalu meminta dan mengharap kepada orang lain. Karna sifat seperti itu hanya dimiliki bagi orang yang sehat tapi malas tuk bekerja.

Walaupun mbok minah seorang perempuan desa yang tua. Akan tetapi ia tidak mau ketinggalan seputar informasi tentang orang orang besar dinegri ini. Mbok minah selalu memperhatikan kelakuan orang orang yang katanya pintar dan terhormat. Akan tetapi kelakuannya jauh dari kata pintar dan terhormat.

Menurut mbok minah, apa yang kurang dari mereka? Jabatan, gaji, rumah dan mobil semua sudah tersedia,tinggal pakai sja. Tetapi mengapa mereka masih saja merugikan dirinya sendiri dan orang lain, termasuk aku. Kata mbok minah dalam hatinya.

Perjuangan hidup memang belum selesai. Masih teramat panjang dan penuh dengan likuan. Akan tetapi bagi mbok minah, hidup ini hanya sebentar, kapan dan dimanapun. Pasti semua akan dijemputNya.

Bagi mbok minah. Hidup dan mati hanyalah milik Alloh semata. selama kita menjalani hidup ini berada dalam jalan yang benar. Maka kesengsaraan didunia apalagi diakhirat, tidak akan kita alami, begitu kiranya pesan dari mbok minah kepada anak anak nya. Yang telah menjadi sarjana dan kebanggaan mbok minah, yang setiap hari memeras keringat untuk berjualan keliling dengan membawa kerajinan hasil tangannya, ketika anak anak nya masih kecil. Walaupun suaminya telah pergi untuk selamanya, namun mbok minah tidak pernah menampakan kesedihannya itu, apalagi sampai meratapinya. Karena mbok minah yakin. Sudah ada yang menjaga suaminya yang teramat ia sayangi.

Itulah potret kehidupan seorang mbok minah.semoga kita semua dapat mengambil hikmah dan pelajaran yang diberikan oleh mbok minah.

Dan semoga saja di indonesia ini, akan lahir mbok minah mbok minah lainnya (generasi tua & muda) yang berhati mulia dan sekuat baja dalam menjalani hari hari disisa hidupnya.

Hidup ini..
Tidak ada yang dapat memberatkan dan meringankan bila dijalani dengan ikhlas. Dan selalu saja ada tujuan baik, dalam pencapaian yang berat maupun yang ringan. 
Sumber:  https://www.facebook.com/jfleecefanpage

~Kisah Pohon Jati~

Alkisah ada sebuah pohon jati yang angkuh di hutan. Ia tinggi dan kuat. Di dekatnya, ada sebuah tanaman obat yang kecil.

Pohon jati berkata, “Aku sangat gagah dan kuat. Tidak ada yang bisa mengalahkan aku.” Mendengar ha

l ini, tanaman obat itu menjawab, “Temanku, terlalu angkuh itu berbahaya. Bahkan, yang kuat sekalipun akan jatuh suatu hari nanti.”

Si pohon jati mengabaikan kata-kata si tanaman obat. Ia terus saja memuji-muji dirinya sendiri. Lalu, berembuslah angin kencang. Si pohon jati berdiri dengan tegapnya. Bahkan ketika turun hujan, si pohon jati tetap kokoh dengan cara membentangkan daun-daunnya. Di saat yang bersamaan, si tanaman obat merunduk. Si pohon jati mengolok-oloknya.


Suatu hari, bertiuplah angin topan di hutan itu. Si tanaman obat merunduk. Seperti biasanya, si pohon jati tidak mau merunduk. Tapi karena angin berembus semakin kencang, si pohon jati tidak mampu menahannya lagi. Ia merasa kekuatannya berkurang. Ia pun tumbang. Itulah akhir dari pohon yang angkuh itu.


Ketika keadaannya sudah tenang, si tanaman obat kembali berdiri tegak lagi. Ia melihat ke sekeliling. Dilihatnya si pohon jati yang angkuh itu sudah tumbang.



Alangkah bijaknya bila kita tidak menjadi sombong apabila kita memiliki kelebihan dan kehebatan. Jangan pula kita menjadi berhak untuk meremehkan apa yang dimiliki orang lain karena sesungguhnya setiap kita memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan begitu, setiap kita bisa saling melengkapi dan membantu.
Foto: ~Kisah Pohon Jati~

Alkisah ada sebuah pohon jati yang angkuh di hutan. Ia tinggi dan kuat. Di dekatnya, ada sebuah tanaman obat yang kecil.

Pohon jati berkata, “Aku sangat gagah dan kuat. Tidak ada yang bisa mengalahkan aku.” Mendengar hal ini, tanaman obat itu menjawab, “Temanku, terlalu angkuh itu berbahaya. Bahkan, yang kuat sekalipun akan jatuh suatu hari nanti.”

Si pohon jati mengabaikan kata-kata si tanaman obat. Ia terus saja memuji-muji dirinya sendiri. Lalu, berembuslah angin kencang. Si pohon jati berdiri dengan tegapnya. Bahkan ketika turun hujan, si pohon jati tetap kokoh dengan cara membentangkan daun-daunnya. Di saat yang bersamaan, si tanaman obat merunduk. Si pohon jati mengolok-oloknya.

Suatu hari, bertiuplah angin topan di hutan itu. Si tanaman obat merunduk. Seperti biasanya, si pohon jati tidak mau merunduk. Tapi karena angin berembus semakin kencang, si pohon jati tidak mampu menahannya lagi. Ia merasa kekuatannya berkurang. Ia pun tumbang. Itulah akhir dari pohon yang angkuh itu.

Ketika keadaannya sudah tenang, si tanaman obat kembali berdiri tegak lagi. Ia melihat ke sekeliling. Dilihatnya si pohon jati yang angkuh itu sudah tumbang.

#Alangkah bijaknya bila kita tidak menjadi sombong apabila kita memiliki kelebihan dan kehebatan. Jangan pula kita menjadi berhak untuk meremehkan apa yang dimiliki orang lain karena sesungguhnya setiap kita memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan begitu, setiap kita bisa saling melengkapi dan membantu.

Sumber: https://www.facebook.com/jfleecefanpage

=== Sandaran Bunga Kecil ===

Ada sekuntum bunga yang terlihat lemah, hidup di bawah pohon pinus yang tinggi. Bunga kecil sangat bersyukur karena ada pohon pinus yang melindunginya, melindunginya dari angin dan hujan, setiap hari tidak perlu mencemaskan apa-apa lagi.

Suatu hari, tiba-tiba datang sekelompok penebang, dengan mudah, mereka menebang pohon yang besar itu.

Bunga kecil itu sangat sedih, menangis terisak-isak dan berkata: “Tuhan, semua perlindungan untukku telah hilang. dan angin yang sombong akan bertiup membuatku tumbang, serta terpukul oleh air hujan.”

Dari jauh terdengar ada sebatang pohon yang menenangkan bunga ini sambil berkata: “Jangan berpikir begitu, semuanya malah akan terjadi sebaliknya. Jika tidak ada perlindungan dari pohon, maka matahari akan menyinarimu, hutan akan memberimu kelembapan.

Badanmu yang lemah akan bertumbuh menjadi lebih kuat, dan mahkota bungamu akan terlihat lebih bagus di bawah sinar matahari. Dan orang-orang akan melihatmu, dan memujimu, betapa cantiknya bunga kecil ini!”

 Ketika kehilangan sebuah sandaran hidup, kita pasti memiliki perasaan sedih dan sulit untuk merelakannya. Namun dalam keadaan seperti itulah, kita disadarkan bahwa sebenarnya kita memiliki berkat dan kesempatan yang tidak terbatas. Dan saat kita mengenang saat-saat penuh perjuangan itu, kita akan terkejut saat menyadari jejak dari pertumbuhan kita yang begitu jelas, dan juga penuh suka cita....
 Foto: === Sandaran Bunga Kecil ===

Ada sekuntum bunga yang terlihat lemah, hidup di bawah pohon pinus yang tinggi. Bunga kecil sangat bersyukur karena ada pohon pinus yang melindunginya, melindunginya dari angin dan hujan, setiap hari tidak perlu mencemaskan apa-apa lagi.

Suatu hari, tiba-tiba datang sekelompok penebang, dengan mudah, mereka menebang pohon yang besar itu.

Bunga kecil itu sangat sedih, menangis terisak-isak dan berkata: “Tuhan, semua perlindungan untukku telah hilang. dan angin yang sombong akan bertiup membuatku tumbang, serta terpukul oleh air hujan.”

Dari jauh terdengar ada sebatang pohon yang menenangkan bunga ini sambil berkata: “Jangan berpikir begitu, semuanya malah akan terjadi sebaliknya. Jika tidak ada perlindungan dari pohon, maka matahari akan menyinarimu, hutan akan memberimu kelembapan.

Badanmu yang lemah akan bertumbuh menjadi lebih kuat, dan mahkota bungamu akan terlihat lebih bagus di bawah sinar matahari. Dan orang-orang akan melihatmu, dan memujimu, betapa cantiknya bunga kecil ini!”

* Ketika kehilangan sebuah sandaran hidup, kita pasti memiliki perasaan sedih dan sulit untuk merelakannya. Namun dalam keadaan seperti itulah, kita disadarkan bahwa sebenarnya kita memiliki berkat dan kesempatan yang tidak terbatas. Dan saat kita mengenang saat-saat penuh perjuangan itu, kita akan terkejut saat menyadari jejak dari pertumbuhan kita yang begitu jelas, dan juga penuh suka cita....

Silahkan di share jika note ini bermanfaat..^_^
Sumber :https://www.facebook.com/jfleecefanpage