Zuli Dewi Mulyowati: akuntan perusahaan dagang
Showing posts with label akuntan perusahaan dagang. Show all posts
Showing posts with label akuntan perusahaan dagang. Show all posts

Komunikasi bisnis lintas budaya - buku komunikasi bisnisdjoko purwanto


1.       Pengertian komunikasi bisnis lintas budaya
Komunikasi bisnis lintas budaya adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnisbaik komunikasi verbal maupun non verbal dengan memperhatikan factor factor budaya disuatu daerah wilayah atau Negara.
2.       Pentingnya komunikasi bisnis lintas budaya
Mengapa komunikasi bisnis  lintas budaya kini semakin penting artinya?
Semakin banyaknya pola kerjasama maupun kesepakatan ekonomi diberbagai kawasan didunia saat ini akan menjadikan komunikasi bisnis lintas budaya semakin penting.Saat ini ada beberapa pola kerjasama ekonomi diberbagai kawasan dunia , seperti kawasan ASEAN (AFTA/ASEAN free trade Area),

Prinsip - Prinsip Organisasi


Prinsip-Prnsip Organisasi

Berkaitan dengan pembentukan atau penyusunan suatu organisasi, maka perlu diperhatikan beberapa prinsip-prinsip atau asas organisasi. Diantaranya adalah:
Ø  Perumusan Tujuan yang Jelas. Tujuan dan arah merupakan hal yang sangat penting dalam pembentukan suatu organisasi. Karena dari tujuan ini akan terlihat hasil yang akan dicapai baik itu secara fisik maupun non fisik.
Ø  Pembagian kerja. Dalam pembentukan suatu organisasi harus terlihat dengan jelas akan pembagian kerja dari masing-masing unit (sub) organisasi, hal ini supaya tidak terjadinya tumpang tindih aktivitas dan dapat menghambat tercapainya suatu tujuan.
Ø  Delegasi kekuasaan. Dengan adanya pembagian kerja tersebut yang jelas maka akan telihat pula garis komando dan delegasi kekuasaan (wewenang) dari masing-masing unit kerja.
Ø  Rentang kekuasaan. Rentang kekuasaan merupakan penjabaran dari pendelegasian suatu kekuasaan. Parameter dan tolok ukur pun harus menjadi bagian dari rentang kekuasaan, sehingga tidak timbul diktatoris kekuasaan atau kesewenangan kekuasaan tersebut.
Ø  Tingkat pengawasan. Penggambaran tingkat pengawasan yang timbul antar atasan dengan sub (unit) bawahannya harus lah terlihat dalam struktur organisasi tersebut. Sehingga batasan apa yang menjadi hak dan kewajiban baik itu atasan maupun bawahan akan tercipta.
Ø  Kesatuan perintah dan tanggung jawab. Dengan tergambarnya struktur organisasi yang jelas maka kesatuan perintah atau komando akan terlihat pula. Begitu juga dengan tanggung jawab dari orang yang memberikan delegasi (perintah) akan nampak.
Ø  Koordinasi. Ini pun harus terlihat dengan jelas dalam penyusunan suatu organisasi. Koordinasi dari masing-masing divisi atau unit kerja akan tercipta. Dengan demikian tujuan suatu organisasi ini akan semakin  cepat tercapai.

LINGKUNGAN PERUSAHAAN

-> Adalah faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi seluruh kegi       atan p       er  u sa haan.

I.Lingkungan Internal/sumber ekonomi/faktor produksi:

a )    Man (Manusia), merujuk pada manusia sebagai tenaga kerja.
b )    Machines (Mesin), merujuk pada mesin sebagai fasilitas/alat penunjang kegiatan perusahaan baik operasional maupun nonoprasional.
c )    Money (Uang/Modal),merujuk pada uang sebagai modal untuk pembiayaan seluruh kegiatan perusahaan.
d )    Method (Metode/Prosedur), merujuk pada metode/prosedur sebagai panduan pelaksanaan kegiatan perusahaan.
e )    Materials (Bahan baku), merujuk pada bahan baku sebagai unsur utama untuk diolah sampai menjadi produk akhir untuk diserahkan pada konsumen.

         II.   Lingkungan Eksternal

a.   Eksternal Mikro : yaitu lingkungan yang mempunyai pengaruh langsung terhadap kegiatan manajemen

Ø  Konsumen : adalah Pelanggan yg membeli produk barang dan jasa. Perusahaan tidak dapat hidup tanpa dukungan pelanggan.
Ø  Pasar : Pasar dalam arti luas. Meskipun letaknya berada di luar kegiatan produksi, tetapi karena seluruh hasil produksi adalah untuk melayani (dijual ke) pasar, maka semua pihak yang terlibat dan berada di dalam pasar termasuk unsure lingkungan eksternal mikro
Ø  Pesaing: adalah perusahaan di dalam industri yang sama dan menjual produk atau jasa kepada pelenggan. Seringkali perbedaan antara keberhasilan dan kegagalan usaha tergantung pada apakah perusahaan melakukan pelayanan yang lebih baik dari pada pesaing lain.
Ø  Pemasok/para supplier : adalah perusahaan yang menyedikan bahan baku, tenaga kerja, keuangan dan sumber informasi kepada perusahaan lain.
Ø  Lembaga keuangan : Lembaga keuangan sangat dibutuhkan perusahaan untuk menjaga dan memperluas kegiatan-kegiatan seperti pendanaan untuk ssoprasi-oprasinya.
-          Formal: Bank
-          Non formal: FIF, Adira Finance, dll
Ø  Pemerintah : Hubungan organisasi dengan perwakilan-perwakilan pemerintah berkembang semakin komples. disamping merupakan atau menjadi para penyedia dan kreditur bagi perusahaan, juga menetapkan peraturan-peraturan yang harus dipatuhi organisasi , prosedur-prosedur perijinan dll.
Ø  Serikat pekerja -> SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia)
Ø  Media massa
Ø  Lembaga pendidikan & Biro Iklan

b.      Eksternal Makro : yaitu lingkungan yang mempunyai pengaruh tidak langsung.

Ø  Ekonomi :  Dalam keadaan perekonomian yang lesu, daya beli masyarakat yang menurun, membuat pertumbuhan usaha menjadi sulit.
Ø  Teknologi : Perubahan dalam teknologi dapat membantu perusahaan menyediakan produk yang lebih baik atau menghasilakn produknya dengan lebih efisien. contohnya perusahaan foticopy pada awalnya memberi ancaman pada perusahaan kertasa karbon.
Ø  Politik Dan Hankam : keadaan politik dan pertahanan keamanan secara umum menciptakan iklim ketenangan usaha
Ø  Hukum : peraturan perundangan-undanagan yang berlaku misalnya undang-undang perpajakan, perburuhan dan sebagainya
Ø  Sosial-budaya : Komponen sosial budaya merujuk pada karakteristik demografi serta perilaku, sikap, dan norma-norma umum dari penduduk dalam suatu masyarakt tertentu.
Ø  Alam/Lingkungan fisik, energy dan konversi

Keseluruhan lingkungan eksternal tidak dapat dikendalikan perusahaan atau dapat dikatakan ‘Peluang’ (Opportunity) bahkan ‘Ancaman’ (Threat). Untuk itu pihak perusahaan harus melakukan analisis-> SWOT
Ø  S   : Strength (kekuatan)
Ø  W : Weakness (kelemahan)
Ø  O  : Opportunity(Peluang)
Ø  T  : Threat (ancaman)

Definisi Manajemen menurut para Ahli.

1.    Menurut Dr. SP. SIAGIAN dalam buku  “FILSAFAT ADMINISTRASI” MANAGEMENT dapat definisikan sebagai “kemampuan atau ketrampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui orang lain”.
Dengan demikian dapat pula dikatakan bahwa MANAGEMENT merupakan inti daripada administrasi karena memang Management merupakan alat pelaksana utama daripada administrasi”.
2.    Menurut “Marry Parker Follet” : “MANAJEMEN sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain”.
3.    Menurut James A.F. Stonner : “MANAJEMEN Adalah Proses perencanaan, pengorganisasian, Pengarahan dan pengawasan usaha usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainya agar mencapai organisasi yang di tetapkan”.

Jadi dapat  di simpulkan MANAJEMEN adalah Proses kegiatan dengan melalui orang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu serta dilaksanakan secara berurutan berjalan ke araah suatu tujuan.

Referensi:

Peran AKuntansi Manajemen


Akuntan manajemen di Perusahaan tidak hanya terbatas personil yang
bekerja di Unit Kerja Akuntansi (disebut Biro Akuntansi), namun juga
ditempatkan secara formal di unit kerja lain yang masih relevan atau bahkan
ditempatkan di unit kerja yang kurang relevan tetapi sangat membutuhkan
dukungan ilmu akuntansi.
1. Fungsi Internal Audit
Untuk membantu manajemen khususnya Direktur Utama dalam

mengawasi dan mengendalikan jalannya perusahaan, diperlukan peran
akuntan manajemen sebagai internal auditor (disebut Satuan
Pengawasan Intern). Akuntan manajemen sebagai internal auditor
melakukan pengawasan keuangan Perusahaan secara
menyeluruh. Akuntan Manajemen melakukan pengawasan operasional
berupa compliance test terhadap peraturan dan sistem prosedur yang
berlaku dalam semua kegiatan operasional perusahaan.
2. Fungsi Accounting
Akuntan manajemen yang bekerja di unit kerja akuntansi tentu saja
menemukan peran utamanya dalam mengimplementasikan ilmu
akuntansi yang diperolehnya selama kuliah. Akuntan manajemen dapat
berperan sebagai pengolah data transaksi dan kejadian untuk
menghasilkan informasi dalam bentuk laporan keuangan standar
sebagaimana yang dipersyaratkan dan diberi rambu oleh PSAK.
Akuntan manajemen juga dapat berperan sebagai pengolah data
transaksi dan kejadian untuk menghasilkan informasi sesuai dengan
kebutuhan stakeholder, terutama pihak Manajemen, Dewan Komisaris
dan Pemegang Saham. Terdapat satu fungsi lagi di Biro Akuntansi yaitu
Verifikator Biro Akuntansi yang berfungsi untuk memverifikasi
kebenaran formal dan kelengkapan setiap transaksi dana masuk atau
keluar dan sekaligus melakukan entry masuk setiap transaksi keuangan
untuk selanjutnya diolah oleh fungsi akuntansi yang lain menjadi laporan
keuangan utama ataupun laporan manajemen.
3. Fungsi Budgeting
Perusahaan menganggap budgeting sebagai alat manajemen
yang penting dalam merencanakan dan mengendalikan perusahaan.
Untuk bisa efektif merencanakan operasi perusahaan maka budgeting
harus disusun sedemikian rupa persis sebagaimana akuntansi bekerja.
Dengan demikian dapat memudahkan pula dalam mengendalikan
sebelum dan sesudah transaksi dilakukan karena secara singkat dan
mudah dapat diperbandingkan dalam analisa variance.
4. Fungsi Financing dan Tax
Pengelolaan pendanaan dan pengaturan pemakaian dana akan lebih
efektif dan efisien apabila dilakukan oleh personil yang mengerti dan
memahami fungsi akuntansi. Kegiatan financing sangat erat kaitannya
dengan fungsi akuntansi. Pengelolaan pembiayaan operasional ataupun
proyek sangat bergantung kepada informasi akuntansi. Demikian pula
pengaturan pemakaian dana dan pembayaran sangat bergantung
kepada proses verifikasi kebenaran formal dan kelengkapan data yang
dilakukan oleh Verifikator Biro Akuntansi.
Pengelolaan pajak yang sangat erat kaitannya dengan setiap transaksi
yang dikelola fungsi akuntansi dikelola oleh Biro Keuangan. Sebagian
besar data transaksi berasal dari fungsi akuntansi, demikian pula
sebagian besar informasi laporan keuangan yang dibutuhkan untuk
perhitungan pajak berasal dari Biro Akuntansi.
5. Fungsi Information Technology
Ada yang berasumsi bahwa pada era teknologi informasi peran akuntan
manajemen akan tergantikan oleh mesin atau oleh software aplikasi
akuntansi. Ternyata hal ini tidaklah benar. Akuntan manajemen sangat
berperan sebagai business analyst, set up sistem aplikasi dan
impelementator sistem yang sudah disetup tersebut. Akuntan
manajemen pula yang men-set up accounting trace, audit trail dan
sistem pengendalian intern di dalam sistem aplikasi. Bahkan untuk
memelihara dan mengembangkan sistem aplikasi personil Teknologi
Informasi perlu berkonsultasi dengan akuntan manajemen sehingga
sistem dapat terpeliharaa sesuai dengan sistem informasi akuntansi
yang sudah terlebih dahulu di-setup dan sistem yang dikembangkan
dapat diintegrasikan dengan sistem informasi akuntansi yang ada.
6. Fungsi Marketing
Pricing policy dapat ditentukan dengan berbagai metode. Produk PT
Pupuk Kujang tidak semua dijual dipasar bebas sehingga tidak semua
harga jual tidak didasarkan pada harga pasar. Oleh karena itu pricing
policy yang digunakan adalah cost + fee, Harga Eceran Tertinggi (HET)
dikurangi biaya lini IV tetapi tetap memperhatikan margin yang
diperoleh, dan harga pasar yang disesuakan dengan kondisi penjualan.
Oleh karenanya peran akuntan manajemen sangat menentukan dalam
kebijakan penentuan harga dan dalam mengevaluasi margin penjualan
produk untuk setiap produk dan setiap sektor penjualan.

sumber :berbagai media