CRAZY #5
"APA KATAMU?! KAZUMA MENGHILANG?!" teriakku
"iyaaa.... hosh hosh... untuk apa aku bohong!" kata Yusuke sambil mencoba mengatur napasnya kembali.
"ooh?
hilang ya? hahahahah! kau kira aku bodoh heh?! kuda liar seperti dia
masa bisa menghilang?! bahkan anak TK-pun bisa tahu arah jalan ke
rumah!" teriakku.
setelah berteriak pada Yusuke, aku menutup pintu karena kupikir dia hanya bercanda atau mengerjaiku.
"tunggu-" katanya sambil menahan pintuku sebelum benar2 tertutup.
"apa?!"
"ak- aku sungguh2! tadi dia mendapat telepon.. sepertinya dari anak di SMA Higashi.. hosh hosh.."
"lalu? kenapa kalau dia ditelepon anak SMA Higashi? apa masalahnya? dia memang punya banyak pengikut bukan?"
"bukan
begitu! saat menerima telepon itu, dia berteriak2 'JANGAN BERANI KAU
SENTUH DIA! BIARKAN AKU BICARA DENGANNYA' setelah itu dia menutup
teleponnya. lalu dia menelpon orang entah siapa.. dia hanya berkata
'dimana kau sekarang....?' setelah orang itu menjawabnya, muka Kazuma
mengeras dan sepertinya dia marah sekali. dan dia langsung berlari
pergi. kami semua mencarinya dan menelponnya, tetapi tak ada yang
menemukannya dan dia tak mengangkat teleponnya!"
tunggu... tunggu... ini aneh..
'kamu dimana...?' ?? Kazuma tadi bertanya padaku sewaktu aku di WC tadi..
'JANGAN BERANI KAU SENTUH DIA! BIARKAN AKU BICARA DENGANNYA'
Kazuma
berkata begitu kepada anak Higashi? sepertinya dia ingin melindungi
seseorang yang diambil/disandera oleh anak Higashi itu.
'kamu tidak boleh kesini! dan kamu tidak bisa kesini!' aku jelas berkata begitu pada dia tadi...
jangan-jangan......
"DIMANA TEMPAT KALIAN BIASA BERKELAHI?!" tanyaku panik
"eh?"
"mungkin Kazuma di sana! cepat! ini gawat!"
"kami biasa berantem di gedung kosong sebelah sana... tapi kenapa?"
"sudah! kujelaskan sambil berlari saja!"
lalu kami berlari menuju gedung kosong yang ditunjukan Yusuke itu.
*****************************************************************************
"apa yang mau kaujelaskan?" tanya Yusuke sambil kami berlari
"tadi Kazuma menelponku." jawabku
"lalu?"
"aku bilang padanya.'jangan kesini dan dia tidak bisa kesini'."
"hem... ya? lalu apa hubungannya dengan semua ini?"
dasar kepala bawang.... masa dia belum mengerti juga.... -_-
"mungkin
saja anak SMA Higashi itu ingin balas dendam pada Kazuma soal kejadian
kemarin, dan bisa saja mereka bilang mereka menyanderaku. dan dia harus
datang sendiri kalau mau menyelamatkan aku... dan kata2ku kepadanya di
telepon itu juga ikut meyakinkan dia tentang penyanderaanku."
"seperti di film2 dong maksudmu...? bukannya kamu saja yang terlalu banyak nonton film?"
"cobalah
kau pikir! manusia dengan otak seperti Kazuma apakah tidak akan tertipu
dengan hal basi seperti ini? bayangkan saja kalau kau di posisi Kazuma,
apa yang akan kau lakukan?? otak kalian kan sama kadarnya... -_-"
"aku akan pergi menolong pacarku yang disandera. seorang diri tanpa membawa teman2...."
"nah, mungkin itu yang dilakukan Kazuma sekarang... ini semua salahku..."
"oh... hem,,, aku mengerti. tenang saja, Kazuma akan baik2 saja..."
kata Yusuke dengan suara yang kurang yakin..
aku tahu dia berusaha menghiburku, dan aku senang dengan perhatiannya ini..
dasar monyet ini.. tahu juga cara menyenangkan orang.
kami berlari dan berlari menuju ke gedung kosong itu. tetapi tidak ada tanda2 dari Kazuma sama sekali.
"ada tempat lain?" tanyaku.
"hem... kami juga biasa berantem di lapangan parkir terbuka dekat seven eleven.."
"ayo kita ke sana!"
"aku sudah menyuruh anak2 kelas 1 untuk mencari kesana, dan tidak ada tanda2 dari Kazuma juga."
"tempat lain...?"
"sudah kami periksa. makanya aku pergi ke rumahmu, kukira siapa tahu saja dia disana."
entah harus mencari kemana lagi.. aku dan Yusuke berkumpul dengan anak2 yang lain untuk mencari Kazuma.
dan kami telah mencari2 hingga matahari sudah tenggelam, tetapi tetap saja tidak dapat menemukan Kazuma.
dan setiap kali kami berusaha menghubunginya, teleponnya selalu tidak aktif.
"ini semua salahku... harusnya aku tidak bercanda pada saat itu...." kataku
"kita pasti akan menemukannya, dia pasti baik2 saja." kata Taiki.
"ya.. dia tak akan mati semudah itu.." kata Yusuke.
mati?? kenapa dia harus bilang mati sih???! dasar kera busuk.
"kemana lagi kita harus mencari? kita sudah mendatangi setiap tempat berantem kalian" tanyaku
"hm.... ada satu tempat yang belum kita datangi." kata Taiki
"apa?! jadi masih ada tempat berkelahi lain lagi?! kenapa tidak bilang dari tadi????!" tanyaku
"bukan
begitu.. hanya saja ini belum tentu mungkin dia berada di sana.. tapi
perasaanku mengatakan, Kazuma berada di SMU Higashi."
SMU Higashi?
berarti kalau dia kesana seorang diri, dia pasti dikeroyok oleh banyak sekali orang dari SMU Higashi.
tanpa seorangpun membantu...
"CEPAT KITA KESANA!" teriakku
kami menuju ke SMU Higashi dengan pasukan yang banyak.
semua anak membawa motor, dan aku dibonceng oleh Taiki..
heheehe, Taiki... aku dibonceng Taiki dan bisa memeluknya dari belakang,., hehehe
Asuka! fokus-fokus! ini bukan saatnya untuk hal seperti ini! nyawa Kazuma sedang dipertaruhkan sekarang!
akhirnya kami sampai di SMU Higashi.
semua
anak memarkir motornya di depan gerbang SMU Higashi. sebagian ada yang
ikut masuk kedalam dan sebagian menjaga di luar. dan 1/3 dari orang yang
ada membawa pemukul baseball.
kami masuk ke daerah Higashi.
tapi tempat ini amat sepi. memang, kemungkinan besar pasti perkelahian sudah selesai sejak tadi.
dan aku tak mau dan tak berani membayangkan bagaimana keadaan Kazuma sekarang.
di
sekeliling sekolah tidak ada tanda2 adanya orang maupun tanda bekas
terjadi perkelahian,sampai akhirnya kami masuk ke GYM. di dalam GYM
banyak darah berceceran di lantainya.
ini sudah pasti bekas terjadinya perkelahian.
di sana ada 1,2,3,.... 7 orang pingsan tergeletak di lantai!
oh tidak... aku mencari2 ada tidaknya Kazuma di antara orang pingsan itu..
tetapi dia tidak ada. dan aku bersyukur Kazuma tidak ada di sini.
"ini jelas telah terjadi perkelahian" kata Taiki.
"tapi tidak ada Kazuma disini.. dimana dia?" tanya Yusuke.
"entahlah,
sepertinya kita harus mencarinya lagi. sebaiknya kita mencarinya di
sekitar sini, siapa tahu dia pingsan di sekitar sini." aku tertegun
mendengar pernyataan Taiki yang satu ini...
bagaimana jadinya bila Kazuma benar2 pingsan di sekitar sini?!
bagaimana bila dia dilukai oleh anak2 lain?
bagaimana kalau dia terluka amat parah?
bagai-
"Asuka! tenanglah!" teriak Taiki.
aku baru sadar ternyata aku gemetar dan air mata keluar dari mataku..
aku sangat ketakutan bila apa2 terjadi pada Kazuma.
dan ini semua salahku!
"tenanglah...
dia pasti tidak akan kenapa2.. sebaiknya kau pulang, ini sudah terlalu
larut untuk seorang gadis berkeliaran di jalan. aku akan mengantarmu
sementara yang lain mencari Kazuma."
"tapi aku mau mencarinya juga." kataku
"kau
hanya akan menghalangi pencarian kami. sebaiknya kau pulang dan
menunggu kabar dari Kazuma, itu lebih berguna untuk sekarang. karena aku
tahu, Kazuma pasti akan menghubungimu lebih dulu bila ada apa2."
"benarkah..?"
"tentu saja. kau kan pacarnya."
akhirnya aku memutuskan untuk pulang, dan Taiki mengantarku.
di sepanjang perjalanan aku terus berpikir dimana Kazuma berada, hatiku sungguh tak tenang dan ketakutan.
motornya
berhenti 500 meter dari rumahku, karena akan lebih cepat bagi Taiki
untuk memutar balik dari sini daripada mengantarku sampai ke depan
rumah. dan aku turun dari motornya.
"tenang saja.. dia tidak akan apa2.. aku berani jamin." kata Taiki
"ya aku tahu.. tapi tetap saja aku sangat ketakutan. dan ini semua salahku karena bicara yang bukan2 di telepon tadi!"
"tenanglah.. ini bukan salahmu.. semua cowok pasti akan melakukan apa yg dilakukan Kazuma."
"tapi... tapi.... hiks, hiks,hiks" tanpa tersadar aku menangis.
dan ini pertama kalinya dalam hidupku aku menangis buat seorang cowok. dan aku tak tahu kenapa aku menangis.
"sudah, sudah... jangan sedih lagi, dia akan segera kembali" kata Taiki sambil memelukku dengan sebelah tangan.
dia sangat harum, sama seperti terakhir kali aku digendongnya.
dan baunya menenangkan hatiku. untuk sebentar, aku merasa amat nyaman dan aman.
"ap... apa apaan ini........?" kata seseorang di belakangku
Taiki langsung melepas pelukannya. wajah Taiki mengeras dan dihantui rasa bersalah dan ketakutan.
aku menghadap kebelakang. itu... itu...
"Kazuma......?"
CRAZY #6
"ap... apa-apaan ini...???"
"Ka... Kazuma..."
Kazuma ada di sana.
wajahnya
penuh dengan lebam, bibir bagian kirinya sobek, luka di bawah matanya
makin melebar,dan bajunya sangat kotor penuh dengan darah serta sobekan.
entah sejak kapan dia berada di situ, padahal sedari tadi kami mencarinya kesana kemari.
mukanya mengeras dan penuh dengan amarah,dia berjalan ke arahku dan Taiki.
+BUAAAKHHH!!!+ Kazuma menonjok wajah Taiki keras sekali.
"TAIKI???!!
APA-APAAN KAMU?!" kataku kepada Kazuma sambil memegang Taiki yang
terjatuh ke tanah akibat kencangnya pukulan Kazuma.
"apa yang kau lakukan dengannya?!" teriak Kazuma
"apa?! apa yang kulakukan dengannya?! dia hanya menghiburku karena aku amat ketakutan kau belum ditemukan sedari tadi!"
"begitu...? jadi kau akan berpelukan dengan semua lelaki disaat kau ingin dihibur? dimana harga dirimu!?!"
kata-katanya benar2 menyakiti hatiku saat ini.
aku tak menyangka dia menganggapku serendah ini. dan lagi, dia memukul temannya sendiri yang berusaha menenangkanku.
"apa
katamu?! jangan kau pikir kau bisa memperlakukan aku dengan semaumu!
jangan kau pikir kau bisa mengatur2ku! siapa kau berani berbuat begitu?!
aku sudah muak dengan sikapmu itu! kau selalu merendahkan aku bahkan
lebih rendah dari sampah! pergi kau, aku sangat muak melihat wajahmu!
aku tak mau bertemu denganmu lagi!"
aku sangat marah kepadanya, kurasakan wajahku memanas dan air mataku keluar deras sekali.
sorot mata Kazuma amat menyedihkan, sekan-akan dia terluka oleh perkataanku.
tapi aku sudah terlalu marah untuk peduli ataupun merasa bersalah.
"jadi begitu..? baiklah, sesuai keinginanmu." setelah berkata begitu, dia membalikkan badannya dan pergi.
"kamu tidak apa2?" tanyaku kepada Taiki.
"tidak apa2, sebaiknya kau kejar Kazuma sekarang." kata Taiki.
"tidak, aku tidak akan mengejarnya. dia yang membuatku berbuat seperti ini kepadanya."
"tapi-"
"apapun yang kau katakan atau kau memohon sekalipun. walaupun itu kau yang meminta, aku takkan melakukannya."
kerasku kepada taiki.
sepertinya Taiki sadar, apapun yang dia lakukan tak akan membuatku berubah pikiran.
akhirnya dia diam saja.
"masuklah dulu ke rumahku, akan kuobati luka di wajahmu." kataku kepada Taiki.
"tidak, itu tidak perlu. sebaiknya kau sadar apa yang telah kau lakukan kepada Kazuma, Fujimoto. kau menyakitinya."
setelah berkata begitu, Taiki naik ke motornya dan pergi.
aku tahu aku menyakiti dia, tetapi dia yang membuatku jadi begini.
apakah ini akhirnya? inikah akhir hubunganku dengan Kazuma..?
terlalu pendek dan menyakitkan untuk kupikirkan.
kepalaku berat sekali rasanya setelah sekian lama menangis.
aku pulang ke rumah dan masuk ke kamarku, tanpa mengganti baju ataupun mandi.
aku merebahkan diriku di kasur, dan kuharap aku bisa melupakan semuanya saat aku terbangun nanti...
***************************************************************************************
saatku membuka mata, sinar matahari sudah sangat terik.
kulihat jamku,sudah jam 2.
semalam aku baru bisa tidur selepas jam 5 pagi.
dan saat aku tertidur, aku terbangun beberapa kali.
ini sangat melelahkan, saat aku benar-benar terjaga yang bisa kupikirkan adalah Kazuma.
ingin rasanya aku bertemu dengannya.
melihat wajahnya, mendengar suaranya, dan aku juga merindukan senyumnya.
semua ini membuatku hampir gila, tak pernah sekalipun aku begini.
dan yang bisa membuatku begini hanya satu, yaitu Kazuma.
aku bangkit dari tempat tidurku.
dan saat aku menginjak lantai, lututku sangat sakit.
rupanya lukaku membengkak lagi karena tidak kuobati.
aku mengerang, lututku rasanya sakit sekali. mungkin aku harus pergi ke apotek untuk membeli obat..
akhirnya aku mandi, dan aku merasa lebih segar setelah mandi.
maklumlah, kemarin aku sangat keringatan dan langsung tidur tanpa mandi dulu... -_-
setelah itu aku makan sebentar. setelah makan, aku pergi ke apotek untuk membeli obat untuk mengobati kakiku.
(ya, persediaan obatku sudah habis karena kupakai untuk mengobati lututku dan punggung Kazuma)
karena sepertinya kakiku sudah harus benar2 diobati.
saat aku keluar dari rumah, aku melihat sebuah korek api tergeletak di depan pagar rumahku.
jangan2 semalam dia berada disni saat kami mencarinya?
tidak-tidak Asuka! jangan pikirkan dia lagi!
sesampainya di apotek,aku mengambil beberapa obat antiseptik dan membawanya ke kasir.
"Asuka-chan?" kata seseorang.ternyata itu adalah Yusuke.
"oh kamu. sedang apa kau disini?" tanyaku
"tentu saja membeli obat. untuk apa obat antiseptik itu?"
"untuk
lututku yang terluka 2 hari lalu. bengkaknya luar biasa besar dan sudah
mengeluarkan nanah karena aku tak rutin mengobatinya."
"wanita selebor sepertimu mana mungkin bisa melakukan sesuatu secara rutin. hahahahahha!"
"tutup mulutmu, dasar kera busuk!" kataku sambil menjitak Yusuke.
"aduh! aduh sakit! kasar sekali sih! oh iya, soal Kazuma..."
"jangan membicarakan dia!" potongku
"memang kenapa? aku cuma mau bilang dia masuk rumah sakit."
"apa?! dia masuk rumah sakit? tapi kenapa?"
"iya,
semalam dia mabuk dan hujan-hujanan. setelah itu, sepertinya dia
berkelahi lagi. aku dan Taiki menemukannya tergeletak di jalan semalam.
tapi saat dia melihat Taiki, dia marah sekali kepadanya dan memaki2
Taiki.
aku tak pernah melihat Kazuma
memaki-maki Taiki seperti itu. entah kenapa dia begitu.. tapi tak lama
setelah itu, Kazuma pingsan. lalu aku dan Taiki membawanya ke rumah
sakit"
"apa Kazuma terluka parah?"
"ya.
dia terluka parah. tangan kirinya patah, dan seluruh tubuh bahkan
wajahnya dipenuhi luka. sepertinya dia harus diopname selama beberapa
minggu."
".................."
"aku mau ke rumah sakit sekarang, kamu mau ikut?"
"tidak. sebaiknya aku tidak ikut."
"aaah~ sudahlah ayo ikutt!" kata Yusuke sambil menarikku pergi.
tenaganya kuat sekali. tak kusangka monyet ini sangat kuat!
aku tak bisa melepas pegangannya, dan dia terus menarikku menuju ke rumah sakit.
akhirnya kami sampai di rumah sakit, dan Yusuke membawaku ke kamar nomor 93.
"Kazu-chan~~ aku bawa Asuka nihhh~~~~" kata Yusuke sambil memasuki kamar, dan aku mengikuti Yusuke dari belakang.
ada Kazuma disitu. lengan kirinya di gips, kepalanya di perban, dan wajahnya ditempel banyak plester.
dia mengenakan baju rumah sakit, dan itu membuatnya cukup lucu.. hehehe
di dalam ruangan ini ada banyak orang, sebagian sudah kukenali wajahnya namun sebagian tidak.
tetapi Taiki tak ada disini. biasanya Taiki dan Yusuke selalu ada disamping Kazuma.
ini aneh....
"ha...halo..." sapaku gugup kepada Kazuma.
Kazuma hanya melihat ke arahku
"untuk apa kau kesini? katanya kau muak melihat wajahku?"
ugh, bisa2nya dia berkata begitu! padahal aku sudah berbaik hati menjenguknya.
"aku cuma mau melihat keadaanmu kok! tapi sepertinya tidak parah" jawabku
"apanya yang tidak parah! tak bisa kau lihat ini!?"
dia tidak ingat kejadian kemarin, atau memang dia tidak memikirkan kejadian kemarin?
dia seperti Kazuma yang biasa, tidak menyeramkan seperti tadi malam.
aku sangat lega dia Baik2 saja.
dan melihat wajahnya mengobati rasa rinduku kepadanya hari ini.
"kalian semua keluar." kata Kazuma kepada semua orang yang ada di dalam ruangannya.
Yusuke dan yang lainnya menuruti dan mengarah keluar. melihat itu, aku juga mengarah keluar.
"kamu mau kemana?" tanya Kazuma.
"hah? siapa?" tanyaku
"ya kamu! nanya lagi. kamu tetap disini, yang lainnya keluar!" teriaknya
"kenapa sih harus teriak2?! dasar sinting"
"tutup mulutmu, dengar, dan lakukan sajalah!"
akhirnya aku menurutinya, entah kenapa semakin hari sifat budakku makin terlihat -_-
aku duduk di samping tempat tidurnya dan bertanya,"kenapa kau suruh mereka keluar?"
"terserah aku." jawabnya.
dasar psikopat egois! -_-
apa salahnya sih menjawab pertanyaanku dengan benar?!
"dimana Taiki?" tanyaku
"buat apa kau menanyakan dia? kau suka padanya?" sindir Kazuma.
"kenapa sih kamu berkata begitu?! aku kan cuma bertanya!"
"aku tidak mau melihat wajahnya! jadi jangan sebut2 namanya di depanku!"
"kau harus minta maaf kepadanya atas kejadian kemarin. kau memukulnya sampai wajahnya lebam."
"aku tidak akan minta maaf padanya. itu salahnya sendiri"
"apa katamu-"
"aku tak akan minta maaf! tidakkah kau dengar itu?!" teriaknya
aku bangkit berdiri." sebaiknya aku pulang, kita bicara kalau kepalamu sudah dingin."
aku sudah bersiap untuk pergi sampai Kazuma menangkap tanganku.
"jangan pergi" katanya
"kita bicara lain kali saja" tegasku sambil melepaskan genggamannya.
"jangan pergi" katanya lagi
"maaf, aku akan datang lagi lain kali."
"TAPI KAPAN?! KAPAN KAU AKAN KEMBALI LAGI KESINI?! HEI- TUNGGU! HEI-" teriak Kazuma
dia belum menyelesaikan kata2nya, tapi aku sudah keluar dari ruangannya.
kulihat Yusuke amat kaget dan berlari memasuki ruangan karena mendengar Kazuma berteriak2.
bisa kudengar Yusuke meneriakkanku agar aku kembali, tapi aku mengabaikannya.
aku berlari di sepanjang koridor rumah sakit mengabaikan rasa sakit di lututku,
aku harus pergi sebelum Kazuma atau Yusuke menangkapku kembali.
******************************************************************************
hari ini hari Senin, tepatnya sudah 2 hari semenjak kejadian di Rumah Sakit waktu itu.
ibu
dan ayahku sudah kembali dari urusannya, dan mereka marah sekali
melihat rumah yang amat kotor karena aku maupun adikku sama sekali tak
peduli untuk membersihkan rumah. jadi sebagai hukuman akhir pekan, aku
dan adikku membersihkan rumah sampai ke sudut-sudutnya. -_-
aku
sedang bersiap-siap untuk ke sekolah, sepertinya sudah lama sekali aku
tidak sekolah (wajarlah, aku bolos dari hari Kamis. hehehehhee). dan aku
rindu pada Emi.. huhuhu Emi! banyak yang ingin kuceritakan padamu..
sesampainya di sekolah, aku menceritakan semuanya kepada Emi.
"jadi kau belum ke Rumah Sakit lagi semenjak kejadian itu?" kata Emi
"tentu
saja! aku mana mau bertemu dengan Kazuma, bisa2 kami berantem lagi
nanti.. dan aku juga merasa bersalah kepada Taiki. dia sepertinya
dimusuhi oleh Kazuma sekarang..."
"tapi, apa kau tidak merindukan Kazuma?" tanya Emi.
rindu? tentu saja aku merindukannya, tetapi aku takut untuk bertemu dengan Kazuma..
aku tak menjawab pertanyaan Emi. dan sepertinya ada sesuatu dari ekspresiku yang membuat dia tidak menanyakan jawabannya.
"Fujimoto! Kikkawa! jangan berisik di jam pelajaran!" teriak guruku.
aku lupa kami sedang dalam jam pelajaran, dan aku malah curhat kepada Emi.. hahaha
jadi aku dan Emi memutuskan untuk diam. tetapi aku tidak berkonsentrasi sama sekali terhadap pelajaran -_-
~TING TONG TING TONG~ bel istirahat berbunyi.
yes! akhirnya aku bisa makan! hahaha, aku lapar sekali.
baru saja aku mau pergi ke kantin bersama Emi, tapi Taiki mencariku.
"ada Fujimoto?" tanya Taiki di ambang pintu kelasku.
"ah! aku disini!" teriakku pada Taiki.
akhirnya Taiki melihat ke arahku dan berjalan ke arahku.
"bisa aku bicara sebentar?" tanya Taiki.
"bisa! tentu saja bisa!" kataku.
bisa kulihat semua anak2 cewek di kelasku melirikku iri.
MUAHAHAHAHHA, asik juga nih dikelilingi lelaki tampan! MUAHAHAHHAHA
"ehm Asuka, aku pergi ke kantin dulu ya. aku takut kehabisan roti daging." bisik Emi kepadaku.
oh iya, aku lupa sama Emi. habisnya melihat wajah Taiki membuatku lupa semua sih.. dia tipeku banget..hahahhaa
"aku nitip roti daging juga." bisikku kepada Emi.
lalu aku dan Taiki menuju ke atap sekolah.
tempat itu sepi tak ada orang sama sekali, cuma aku dan Taiki disini.
ohoho Taiki~ kamu genit~~
"sebaiknya kamu menjenguk Kazuma." katanya
"untuk apa? bahkan dia tak mau minta maaf padamu." jawabku
"dia sudah minta maaf padaku, dan itu aneh. Kazuma tidak pernah meminta maaf."
"sudah seharusnya dia begitu." jawabku dingin
"hei, dengar- kau ingat kau pernah bilang pada Kazuma kau muak melihat wajahnya dan tak mau bertemu dengannya lagi?"
"i... iya.. lalu?"
"asal
kau tahu saja, orang tuanya bercerai. dan dia lahir di saat perceraian
itu. bisa dibilang, orang tuanya tidak menginginkan dia. dia tinggal
bersama ibunya sekarang, namun ibunya sibuk bekerja dan hanya pulang 1
bulan sekali. dia ditolak oleh ibunya. dan kau, orang yang paling
disukainya juga menolak keberadaannya. bisa kau bayangkan betapa
sakitnya dia?"
"ap.. apa? tapi-"
"tidak kelihatan bukan, dia ternyata orang yang kesepian?" tanya Taiki. aku hanya mengangguk-angguk.
"dia
memang keterlaluan saat memukulku. tapi itu cuma karena dia takut
kehilanganmu saja. dan lagi, dia sudah meminta maaf kepadaku. jadi
sebaiknya kau temui dia barang sebentar saja... aku tahu pasti, kau
menyukai Kazuma bukan?"
tanya Taiki. aku hanya mengangguk.
aku mulai menangis,
aku tak menyangka ternyata Kazuma seperti ini..
dia pasti terluka sekali mendengar perkataanku. dan aku yang bodoh ini, terlalu egois untuk menemuinya.
saat ini ,satu-satunya yang ingin kulakukan adalah bertemu dengan Kazuma.
aku ingin sekali memeluknya dan meminta maaf kepadanya.
maafkan aku Kazuma....
***********************************************************************
uh! aku udah semangat banget nih mau ketemu sama Kazuma.
tapi.... disinilah aku bersama Emi.... di toilet guru!
aku dan Emi dihukum untuk membersihkan toilet guru lantaran kami makan disaat jam pelajaran.
saat
istirahat aku dan Emi tak sempat makan lantaran Emi memintaku
menceritakan apa yang kulakukan bersama Taiki di atap tadi. jadinya sisa
jam istirahat kugunakan untuk bercerita kepada Emi tentang kejadian
tadi.
dan akhirnya kamipun lupa untuk makan!
perutku dan Emi sudah tak tahan lagi, jadi roti daging yang tadi sudah dibeli kami makan disaat jam pelajaran.
tidak kami duga, bau roti daging kami kuat sekali. jadinya guru pelajaran kami mencari2 dimana asal bau itu -_-
kami
berdua ketahuan sedang makan, dan saat itulah kami mendapat hukuman
untuk membersihkan toilet guru selama satu minggu.. AHHH!! TIDAK BISAKAH
AKU LEBIH SIAL DARI INI??!! huhuhu... Kazumaaaaa!!!!
"ya ampun.. sekarang sudah jam 4 sore lagi! padahal aku mau cepat2 ke rumah sakit untuk ketemu cintaku."
keluhku kepada Emi.
"tutup mulutmu dan kerjakan saja! ini semua karena kamu bercerita sampai aku lupa makan!" kata Emi.
"hei jangan menyalahkan aku! kan kamu yang memintaku menceritakan apa yang terjadi!"
"hukuman
ditambah menjadi dua minggu karena mengobrol di tengah2 masa
penghukuman" kata seseorang yang kutahu akhirnya itu adalah guru yang
sedang mengawasi kami bekerja -_-
ukh! jadi 2 minggu! aaaahh!!! tak bisa apa aku lebih sial dari ini!!!!
akhirnya kami selesai membersihkan toilet guru -_-
entah apa yang guru2 itu makan, sampai toilet jadi bau sekali.
sekarang sudah jam 5! ahhh! sudah sore sekali... entah apa aku sempat ke Rumah Sakit!
aku dan Emi langsung berlari pulang setelah itu, lantaran langit sangat mendung dan sepertinya akan segera hujan.
dan benar saja,sesampainya aku di rumah hujan turun amat besar..
huh, sepertinya memang sudah takdir hari ini aku tidak pergi menemui Kazuma... ya sudahlah.. -_-
lalu aku mandi karena badanku lengket sekali .
membersihkan toilet guru benar2 menguras semua tenagaku! toilet itu kotor sekali! ugh... -_-
bukan
hanya itu saja, punggungku juga pegal setengah mati karena tadi terus
membungkuk untuk menggosok lubang neraka itu! M.E.N.J.I.J.I.K.A.N!!!!
+JEGER!!!!!+
wuaaaahh! suara petirnya kencang sekali...
hujannya juga sangat besar.. aduh.. -_-
Kazuma sabar ya. besok si cantik ini akan menjengukmu pagi2 sekali. kekekeke
~DING DING~CHA CHA CHA~DING DING~ CHA CHA CHA~
HPku berbunyi. deringnya jelek sekali, kapan2 akan kuganti.
"halo?" jawabku tanpa melihat dulu siapa yang menelpon
"............" orang di sebrang diam saja, tapi aku bisa mendengar suara hujan sebagai latar belakangnya.
"haaaalooooo???????" tanyaku lagi
"........."
"Kazuma.......?" tanyaku.
"keluar kamu......." jawabnya
"Kazuma?!"
"katanya kau akan datang... kutunggu, tapi kau tidak datang juga..."
"Kazuma?! kau mabuk ya? halo?"
"aku terus menunggu... bahkan aku juga meminta maaf kepada Taiki berharap kamu datang.. tapi kamu tak kunjung datang.."
"Kazuma? kau dimana sekarang???!"
"terus kutunggu tapi kamu tidak datang..."
+TUUT~ TUUT~ TUUT~~+ teleponnya terputus.
reflek,aku langsung berlari keluar untuk mencari Kazuma.
bahkan aku tak peduli untuk membawa payung di hujan sederas ini.
Kazuma... dia menungguku selama ini..
dia menungguku..!
dimana kau Kazuma..?!
aku terus berlari di tengah2 hujan berharap menemukan dia.
tapi aku tak tahu harus kemana. aku mengingat2 dimana kira kira dia akan berada.
ah! taman! mungkin saja dia di taman, tempat aku mengobati lukanya dulu.
aku langsung berlari menuju ke taman itu.
sesampainya di sana, aku mencari2 ada tidaknya tanda2 Kazuma.
itu dia! dia disana, tepat di tempat aku mengobati lukanya waktu itu.
aku berlari ke arahnya dan berteriak, "KAZUMAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!"
Selanjutnya.....
sumber : t.acan.pt@gmail.com
Showing posts with label k pop. Show all posts
Showing posts with label k pop. Show all posts
CRAZY 3 & 4
CRAZY #3
penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya?
pasti kalian penasaran. karena aku saja terkejut dengan kelanjutannya.
setelah aku berteriak,"KAZUMAAAAAAA!"
dia datang. ya, Kazuma datang. TAPI DALAM MIMPIKU!
kenyataannya dia tidak datang seperti yang kuharapkan di film-film, dimana si jagoan datang setelah si cewek memanggil namanya minta tolong.
heh, sangat menyedihkan bukan? (oh, tolong jangan tertawa. perempuan seperti aku juga boleh bermimpi kan?? -_-)
setelah aku memanggil nama Kazuma, 4 orang ini hanya tertawa,
"kikikik, dia manggil2 Kazuma.. namaku bukan Kazuma sayang..."
mereka pasti sudah sinting.
putus harapan karena aku tahu sia2 saja aku meneriakkan Kazuma, aku berusaha untuk lari.
tapi aku sadar kakiku berdarah karena jatuh tadi. dan bukan berdarah saja, bengkaknya luar biasa besar dan warnanya ungu!
tak bisakah aku lebih sial dari ini?!!!!
+BUAKHH!!!!+
oh tuhan?
itu,,, itu Kazuma,,....! dia datang!!(kumaafkan kamu Kazuma karena tak datang saat aku berteriak. setidaknya kamu datang sekarang.. hehe)
"APA-APAAN KAU?!" kata salah satu diantara mereka
"mau mati.....?" tanya Kazuma.
setelah dia berkata begitu, 10 orang, ah tidak bahkan 10 lebih menuju ke arah Kazuma.
ya, diantaranya adalah Taiki dan Yusuke.
"enyah.... atau mati...?" kata Kazuma ke 3 orang itu (yang satunya lagi sudah pingsan karena ditonjok Kazuma)
ngeri karena melihat Kazuma dan jumlah pasukannya,
3 orang itu lari terbirit-birit. mereka bahkan meninggalkan temannya yang pingsan!
teman macam apa mereka itu?!!
"ehm... te.. terima kasih.." kataku kepada Kazuma.
Kazuma hanya memandang ke arahku dan melirik ke arah lututku yang terluka, tapi dia tak berkata apa2.
"bereskan mayat ini!" kata Kazuma ke anak buahnya.
dan mereka segera menarik bocah pingsan itu dan meletakkannya di tumpukan plastik di pembuangan sampah.
Taiki dan Yusuke berjalan ke arahku dan Kazuma.
"hei Kazu! cewekmu terluka nih!" kata Yusuke.
"kamu bisa berjalan?"kata Taiki kepadaku.
ohohoho... aku tidak bisa berjalan.. tolong papah aku pangeran....
ingin aku berkata begitu, tapi kutelan dalam2 keinginan itu.
"bisa... tentu saja bisa.." kataku sambil berusaha berdiri.
luka itu ternyata lebih menyakitkan dari kelihatannya. begitu mencoba berdiri, lututku lemas dan aku terjatuh lagi.
"naik ke punggungku. biar kuantar ke rumahmu." kata Taiki.
"tak apa-apakah?" kataku, padahal aku mau banget menerkam punggung sexynya itu.
"tak apa-apa.... kan?" kata Taiki sambil melirik ke arah Kazuma
"untuk apa melihatku? kalau mau gendong, gendong saja. aku ogah menggendong babi seberat dia di punggungku" kata Kazuma.
apa tak bisa dia sedikit baik mengingat dia yang membuatku begini?!
"aku juga gak mau naik punggung baumu itu!" teriakku,
"jangan menjawabku!" kata Kazuma lagi.
yah-yah-yah, terserah apa katamu...
yang penting aku bisa digendong oleh Taiki!! ohohohohohoohoho!!
akhirnya keberuntungan beralih kepadaku juga hari ini!!
aku naik ke punggung Taiki. bahunya lebar sekali, bahkan lebih besar dari bahu ayahku (aku sering tejatuh, dan ya, ayahku selalu menggendongku
di kala kakiku luka). dan rambutnya wangi sekali, entah apa shampo yang dipakainya.
akhirnya, kami semua berjalan ke jalan yang sedikitnya sudah kukenal sekarang.
dan aku sangat berterima kasih karena Taiki sudah menawariku untuk menungganginya sejauh ini.
aku jadi berpikir apakah aku berat? tapi tidak mungkin, terakhir kali aku menimbang sepertinya beratku hanya 45kg, dan tinggiku 164.
45 kg?! dia pasti keberatan ya?! aku saja bawa tas sekolah sudah kecapekan setengah mati, apa lagi dia yang menggendongku sejauh ini!
"turunkan aku saja kalau kamu kecapekan" kataku ke Taiki
"enggak.. kamu enteng kok."
"beratku 45kg dan kamu bilang aku enteng?! menggendong anjingku yg 10kg saja aku sudah setengah mati!"
"ehem.. mungkin kamu lupa. hanya saja, aku ini 'cowok' dan 'cowok' lebih kuat dari pada cewek. jadi menggendongmu gampang saja buatku"
masuk akal juga.
aku tak mengira cowok benar2 sekuat ini. dan yang pasti aku senang sekali dan merasa beruntung sekali telah menjadi cewek untuk saat ini!
saking senangnya, mungkin bisa saja aku memeluk Taiki sampai dia kehabisan napas hingga mati.
tapi kebahagiaanku hanya berlanjut sebentar saja, sampai Kazuma berkata, "turun..."
"apa?" kataku dan Taiki serentak
"CEPAT TURUN KATAKU CEWEK TULI! TURUN DARI PUNGGUNGNYA! HEI TAIKI, TAK BISA KAU LIHATKAH? CEWEK INI MELIHAT PUNGGUNGMU SAMPAI
NGILER SEPERTI MAU MEMAKANMU?! SEBAIKNYA CEPAT TURUN SEBELUM KUTARIK KAU!"
entah apa yang ada di otaknya!
dia gila atau apa sih?! tapi mendengar kata2nya itu aku sempat mengelap mulutku barang sebentar, takut kata2nya itu benar kalau aku ngiler.
aku turun dari punggung Taiki dan berdiri dengan 1 kaki.
aku marah sekali kepada Bule sialan ini. ingin rasanya aku meremas mulutnya dan kucabut lalu kubuang ke tempat sampah terdekat.
"hei Taiki, pulang sana. DAN KALIAN SEMUA JUGA PULANG SANA!" kata Kazuma ke Taiki dan pengikut2 lainnya.
Taiki dan yang lainnya akhirnya mengikuti kemauan Kazuma.
"hei Fujimoto. maafkan aku ya. sepertinya kau harus jalan sendiri untuk pulang." kata Taiki sebelum akhirnya dia berjalan pulang mengikuti teman2 yang lainnya.
tinggal aku dan Kazuma disini, sampai aku akhirnya meledak saking kesalnya,
"APA SIH MAUMU?! AKU NAIK BUKAN KARENA AKU MENGINGINKANNYA! KAU TAK BISA LIHAT DIA HANYA BERUSAHA BAIK UNTUK MENGGENDONGKU?!
SETIDAKNYA DIA LEBIH BERMORAL DARIPADA KEPALA EMASMU ITU!"
"tutup mulutmu. jangan bicara seperti itu kepadaku."
"APA?! APA HAH?! HARUS SEPERTI APA AKU BICARA KEPADAMU?! KAU PIKIR KAU SIAPA?!"
saat aku meneriakinya, dia hanya menutup mata seakan menekan amarahnya terhadapku.tapi akhirnya dia mengangkat kakiku dan menggendongku di bahunya.
dia menggendongku seperti menggendong barang saja!
aku mulai berontak dan berteriak," hei turunkan aku dasar psikopat gila! turunkan aku!"
aku berontak dan berteriak sepanjang jalan.
dan akhirnya dia menurunkan aku di pinggir jalan.
"sesuai keinginanmu." katanya sebelum akhirnya dia meninggalkanku.
dan, ya. disinilah aku. terbengong di pinggir jalan seperti seorang gelandangan atau apa.
aku mulai mengutukinya karena telah menurunkanku yang terluka ini (aku memang minta diturunkan, tapi bukan itu kemauanku sebenarnya.
kau pasti pernah dengar juga kan? 'lain di hati lain di mulut'. jadi tolong, jangan anggap aku sok jual mahal atau apa)
aku berjalan dengan 1 kaki, sambil berpegangan kepada apapun yg bisa membuatku tetap berdiri.
dan akhirnya aku sampai di rumah.
orang tuaku meneriakiku karena pulang jauh malam tanpa memberi kabar dan pulang dengan keadaan kotor dan terluka.
adik laki2ku tertawa2 melihatku diomeli oleh orang tuaku. TAK BISAKAH AKU LEBIH SIAL DARI INI?!!
aku meninggalkan orang tuaku yang sedang meneriakiku ke kamarku. aku tak mengganti baju dan sama sekali tidak peduli untuk mandi sampai akhirnya
aku merebahkan badanku di kasur dan akhirnya aku tertidur. setelah hari2 melelahkan ini, yang kuinginkan hanya tidur.........
*************************************************************************
aku terbangun keesokan harinya. dan itu sudah jam 9...sudah terlambat untuk masuk sekolah!
hm.... aku berpikir kenapa orang tuaku tak membangunkan aku?
biasanya mereka akan marah2 padaku kalau bangun tak tepat waktu...
dan juga tak ada suara berisik adikku..
oh iya, ini hari kamis. dia pasti sudah berangkat ke sekolah.
aku turun ke lantai bawah dan menuju dapur untuk mencari minum.
leherku kering sekali sampai terbakar rasanya.
eh? ada surat di meja makan. kuambil suratnya, dan kubuka.
'asuka, ayah dan ibu harus pergi ke tempat tante Yamada. anak mereka menikah, dan ibu lupa memberitahumu dan adikmu kemarin.
makan pagi dan malam sudah ibu taruh di kulkas. tinggal dipanaskan saja bila kamu dan adikmu lapar.
ps: ibu dan ayah akan pulang kira2 2 hari atau 3 hari lagi. jangan lupa belajar'
yang kupikirkan hanya satu, yaitu............
'HORE AYAH DAN IBU TAK ADA!! AKU BEBASSS!! AKHIRNYA KEBERUNTUNGAN MENGARAH PADAKU! MUAHAHAHHA!'
dan kuputuskan hari itu aku bolos.
ya tentu saja,selain kakiku sakit, sudah telat pula..
asik asik asik! akhirnya aku bisa mengistirahatkan jiwa dan ragaku untuk sementara.
aku langsung pergi mandi,dan mengobati lukaku (yang sudah bernanah dan membengkak karena kutinggal tidur tanpa diobati semalam).
setelah itu aku makan dan nonton TV sebentar. tak terasa, ternyata aku tertidur lagi di sofa.
tidur yang benar2 nyaman.. tanpa mimpi dan tanpa gangguan sama sekali..
"ka... Asuka.... hei Asuka!!!!"
aku terbangun sampai melompat saking kagetnya. itu Emi! tak bisa apa aku tidur barang sejenak?!!
AAAARGGGHHH!!!!
"apa maumu? pulang sana!" kataku ke Emi (maafkan aku kalau aku kasar kepada sahabatku sendiri. tapi, ya. mood-ku jelek kalau baru bangun tidur).
"jangan begitu dong! ayo bangun... ayo,.. ayo bangun..."
"pergi sana.... jangan ganggu aku..."
setelah berkata begitu, aku mencium bau yang amat sedap...
hm... bau ini... RAMEN!!!!! AKH AKU LAPAR!
mataku langsung terbuka. dan langsung kurampas plastik yang berada di tangan Emi.
"hei! itu memang kubawakan untukmu! tapi gak bisa sopan sedikit?!" protes Emi.
ku jitak kepala Emi, "sejak kapan kau belajar sopan santun heh?"
setelah itu aku langsung mengarah ke dapur, dan segera memindahkan ramen itu ke mangkuk.
"kenapa kau tidak masuk?" tanya Emi
"tak bisa kaulihat aku sakit?" Kataku sambil makan ramen bawaannya.
"apa yang bisa kulihat?! nafsu makanmu masih gila seperti biasa"
"jangan menjawabku begitu.... mau mati?"
"ih! cara bicaramu sudah benar2 mirip Kazuma! lebih baik hentikan itu sebelum kupelintir lidahmu!"
"oh ehm, baik.. baik.." jujur saja, terkadang aku suka ngeri sama Emi.
bukan karena kata2nya atau ekspresinya. tapi karena auranya.
mungkin dia itu dulu setan atau apa hingga membuatku ngeri begini... -_-
"hei, kenapa semalam kau meninggalkan aku?! aku takut tahu!"
"maaf Emi.. semalam aku cuma emosi saja. Kazuma itu benar2 membuatku marah semarah marahnya!"
"tapi dia keren sekali semalam....tak kusangka gadis sepertimu bisa mendapatkan cowok seperti dia!"
"apa kerennya?! kalau kau mau ambil saja! dia cowok paling menjijikan yang bisanya memalukanku saja!"
"memalukanmu?"
"iya! semalam apa kau tak dengar dia bilang dia malu terhadapku? dia cuma membawaku ke kafe itu untuk dipermalukan!"
membicarakannya benar2 membuatku marah. mengingatkanku kepada kepala kosong emasnya itu!
"tunggu.. tunggu sebentar... apa maksudmu sih?! bukannya kamu yang bersikap aneh langsung lari keluar sebelum Kazuma selesai bicara?"
" apa sih maksudmu?! jangan membuatku makin kesal deh"
"setelah kau pergi meninggalkan kafe, apa kamu tahu Kazuma menampar cewek yang mengejekmu itu? siapa namanya..? ehm tunggu sebentar kuingat dulu.. ah!Hyori! Hyori namanya kalau aku tak salah ingat!"
aku tersedak ramen saat dia bicara begini saking kagetnya aku.
"uhuk uhuk! dia menampar Hyori....?tapi, bagaimana bisa...?"
"tentu saja bisa! si rubah betina itu mengejekmu 'senpai pasti sangat malu deh.. lihat saja ceweknya aneh seperti itu.. kasihan senpai~~ lebih baik sama aku~' lalu +PAAAK!+, si Kazuma menamparnya. terus Kazuma bilang ,'tentu saja aku malu... aku malu karena aku membawa dia kesini hanya untuk dipermalukan!' . setelah itu dia pergi mengejarmu!! KYAAAA!!!! KEREN SEKALIII! AAAAH!!"
"kamu serius? kamu serius dia bicara begitu...?"
"duh! untuk apa deh aku berbohong??? sungguh, dia itu keren sekali...! tapi tentu saja aku lebih suka Yusuke.. kekeke"
setelah bicara begitu, Emi menyibukkan dirinya dengan menonton Tv sambil memakan cemilanku.
sementara aku.. terbengong disini,... saking 'shock'nya..
Kazuma...?
Kazuma si psikopat itu menampar rubah betina itu demi aku..?
Kazuma si mulut penjahat itu??? membelaku???
MEMBELAKU? MEMBELAKU?? MEMBELAKU???
rasanya aku tak percaya sekali...
dan aku juga sangat gembira... lebih gembira dari aku memenangkan lotre pertamaku.. lebih gembira daripada saat kenaikan uang jajanku.... lebih gembira dari aku menjambak adikku... pokoknya aku gembira sekali mendengarnya!
ingin sekali rasanya aku memeluk Kazuma sekarang juga! KAZUMAAAAAA.... maafkan aku.. huhu... TT_TT
+DING DING~ CHA CHA CHA~ DING DING ~ CHA CHA CHA~+
ah! hpku berbunyi... caller id "unknown"
kuangkat sajalah....
"halo??" tanyaku
"........." orang di sebrang diam saja
"halo...?????"
"......."
"KOLORKU WARNA BIRU!" teriakku, lalu kututup teleponnya.
siapa sih yang berani2nya menelpon di saat2 aku lagi hepi begini?!
mana gak ngomong apa2 lagi waktu diangkat! bikin marah saja!
+DING DING~ CHA CHA CHA~ DING DING~ CHA CHA CHA~+
hpku berbunya lagi... caller id "unknown"..
pasti ini yang tadi lagi..
"APA SIH?!" teriakku kesal.
"................" dia tetap diam saja
"kalau kau tak bicara dalam waktu 3 detik, kututup!"
"....."
"satu......"
"............."
"dua..........."
"ini aku" akhirnya dia bicara juga
"aku? aku siapa ya?"
"ini aku..."
"iya ini aku! tapi aku siapa!" tanyaku kesal
"ini aku! mau mati?!"
O_O kazuma?! ini kazuma!!ahahaha! kazuma!
"ooh.... kamu...kenapa telepon?"
"kamu siapa...?" kata Kazuma.
otak orang ini terbuat dari kacang polong atau apa sih?!
"iya! kamu! kenapa telepon?!" akhirnya aku teriak lagi kepadanya. dia memang paling jenius dalam membuatku marah.
"siapa aku? sebut namaku."
"kamu,,,,, si bule sinting" candaku.
+tut~ tut~ tuuuuuuuuuuuuuuut~+
ap... apa?! dia memutuskan teleponnya!
ih... dasar bule gila kepala polong sinting! masa dia tak bisa diajak bercanda sih! ckckck
akhirnya aku memutuskan untuk menelponnya
"SIAPA?!" teriak Kazuma
"ini aku ASUKA! kenapa teriak sih?!"
"siapa itu asuka?! aku gak kenal!"
"ap... apa katamu...?!"
" hei Yusuke! siapa itu Asuka?!" dia menyebut nama 'Yusuke' , sepertinya dia sedang bertanya kepada Yusuke siapa Asuka itu.. itu aku! dasar kacang polong! -_-
"asuka?! oh... itu lho... cewekmu itu... si cewek mesum itu looohhhh..." jawab Yusuke.
lihat saja nanti kalau ketemu kamu Yusuke... kupastikan akan kupindahkan rambutmu menjadi bulu dadamu...
"ohh.... halo? kenapa telepon?" akhirnya dia tahu juga kalau Asuka itu 'aku'..
"tadi kau yang telepon duluan.. harusnya aku yang bertanya... -_-" aku capek teriak2.. jadi aku coba sabar saja...
"tidak ada apa2! memangnya aku harus ada apa2 kalau mau telepon?!" teriaknya
"oh begituu yaaa~~~~ ya sudah, kututup yaaaaaa~~~ daaaaahhh~~~"
"tunggu-" cegahnya.
ekekeke, sepertinya aku mulai mengerti cara kacang polong ini berpikir?
"apaaa??? katanya tak ada apa2????"
"memang tidak ada apa2! jadi tutup mulutmu dan dengar sajalah!"
".......... -_-'..........."
"ba... bagaimana lututmu?"
O_O!
Jadi dia menelpon untuk menanyakan itu???
aku terharu....TT_TT
"tidak apa2 kok... hanya memar saja... sudah, tak usah kuatir. terimakasih yaa... TT_TT"
"ap.. apa katamu?! siapa yang kuatir sama manusia barbar sepertimu!"
"iya... iya... terima kasih ya.... TT_TT"
"AKU.TIDAK.KUATIR!"
"iya! kamu tidak kuatir! puas?!"
"jangan menjawabku begitu!"
"oh? oh? begitu ya??? sudah selesai kan ngomongnya?? sudah ya.... DAAAAHHH~~~~"
"TUNGGU!-" kekeke... terjebak lagi si kacang polong ini...
"apa lagi...???! kakiku sakit nih! cepat deh ngomongnya..." hehehehe
"katamu sudah tidak sakit! mana yang benar?!"
"sudah tidak sakit! cepat! ngomong saja!"
"cewek emang resek... "
"ap.. apa katamu?!"
"jangan lihat yang lain..."
"hah?"
"jangan lihat yang lain..."
"apa sih maksudmu?! kamu selalu bikin aku bingung!"
"JANGAN LIHAT YANG LAIN SAAT KAU BERSAMAKU! SAAT AKU BERSAMAMU, JANGAN BERANI2NYA KAU BERDEKATAN DENGAN YANG LAIN! SAMPAI KULIHAT KAU SEPERTI KEMARIN LAGI, SIAP2 SAJA UNTUK MATI!"
"itu sebenarnya kata2 yang sangat mengharukan! tapi kenapa kamu harus teriak sih?!"
"aku tidak berusaha untuk mengharukanmu! jadi tutup mulutmu, dengar, dan lakukan!"
"iya... iya... iya sayang...."
"sayang..? siapa dia? dimana sekolahnya?! kamu tak dengar apa yg kubilang barusan?!"
"sayang itu kamu bodoh!"
"namaku 'K.A.Z.U.M.A' bukan 'S.A.Y.A.N.G' "
"yayaya.... terserah... -_-"
"sudah dulu! aku sibuk mau pergi! yang lain menunggu!" kata Kazuma.
"eh tunggu-"
"apa lagi?!"
"kamu mau ngapain?"
"kami mau berantem dengan SMU Higashi."
"yayaya, terserah"
"kamu tidak percaya?! datang saja kesini kalau tak percaya! eh tunggu- JANGAN BERANI2 KAU DATANG KEMARI!"
+TUT~TUT~TUT~TUT~TUT+
si kepala emas itu memutuskan teleponnya...
dasar tak punya hati!
tapi tidak apa2...
aku senang telah berbicara dengannya..
sepertinya, hari2ku akan lebih mendebarkan kedepannya.. hem,,, kita lihat saja... hehehe
suasana hatiku jadi bagus hari ini...
dan sepertinya aku akan berjalan2 dan mampir ke toko terdekat untuk jajan dan berpesta di rumah dengan Emi (mumpung rumah kosooonggg.... hehehehe)
"Emi! ayo kita jalan2 sebentar!"
CRAZY #4
aku dan Emi berjalan-jalan menikmati udara malam yang segar..
sampai akhirnya kami mampir di seven-eleven untuk membeli snack dan beberapa soda.
karena suasana hatiku sedang baik, aku yang membeli semua snack dan sodanya.
dan Emi cukup heran dengan perbuatanku ini (hey! jangan anggap aku pelit! biasanya kami membeli makanan atau minuman secara patungan, karena memang uangku tak banyak -_-'), dan akhirnya kami mengarah pulang ke rumahku.
"coba setiap hari kau seperti ini.... aku bisa beli baju baru deh.." kata Emi.
"jangan mimpi kau. minggu depan gantian kau yang traktir aku." balasku. hehehehe
"huh, dasar pelit"
yayaya, aku anggap saja aku tak mendengar kata2nya itu. berhubung suasana hatiku lagi baik,
aku tak mau moodku ini jadi jelek...
"eh lihat itu!" kata Emi sambil menarik siku-ku
"ada apa deh??"
"itu lihat! Kazuma!"
O_O hek?!
Kazuma? mana? orang yang ditunjuk Emi masih memakai seragam. dan itu adalah seragam dari sekolah yang sama denganku.
ah benar, itu Kazuma! rambut emas itu hanya milik Kazuma.
karena belum pernah kulihat ada yang mempunyai rambut emas seperti dia. walaupun aku tak bisa melihat mukanya karena gelap, tapi rambut emasnya yang berkilau itu sudah cukup bagiku untuk mengenalinya.
dia sedang berjalan sambil merokok.
entah mau kemana dia.
tapi, bukan itu yang aneh. yang aneh 'kenapa dia sendirian'? biasanya dia selalu pergi dalam sekelompok besar.
dan bajunya kotor begitu lagi! banyak cap sepatu di sana-sini! bahkan celananya ada bagian yang robek.
ah! aku ingat. dia kan habis berantem tadi.
dia bilang dia mau berantem sama SMU Higashi. mungkin mereka sudah selesai berantem.
dan aku ingin tahu siapa yang menang. hm....
"Ka-" aku berniat memanggilnya, saat dimana tiba-tiba cowok berseragam SMU Higashi memukul punggung Kazuma dengan kayu dari belakang.
Kazuma jatuh, memegangi punggungnya.
dan cowok SMU Higashi itu mengangkat tongkatnya dan mulai mengayunkannya untuk memukul Kazuma lagi.
reflek, aku berteriak "TIDAAAKK!!!" sambil berlari ke arah si cowok Higashi itu.
cowok Higashi itu teralihkan perhatiannya kepadaku. Kazuma memandangku kaget.
aku tahu, aku hanya punya waktu 3 detik sebelum cowok Higashi ini kembali sadar dan mengayunkan kayunya kepadaku.
jadi, aku menahan napasku dan membiarkan instingku berjalan.
+BUAKKKKKK!!!!!+
aku menendang si cowok Higashi itu. tepat di bagian tengah, di tempat paling berharga dan paling sensitifnya.
Kazuma terperangah, sedangkan aku bisa mendengar Emi berteriak, "BULL'S EYE!"
si cowok Higashi itu jatuh dengan kepala lebih dulu. sambil memegang mutiara hidupnya.
Kazuma masih dalam keadaan shock, tapi akhirnya dia berkata
,"ja.. jangan pernah kau lakukan itu kepadaku. 'LAGI'!"
didengar dari suaranya,
aku tahu dia bersungguh2 agar aku tak melakukan hal ini lagi kepada dia. (setelah sebelumnya pernah aku menghentakkan lututku di 'senjata masa depan' Kazuma dulu)
dan aku hanya tersenyum saja.
***********************************************************************************
"pelan pelan! tak bisakah kamu pelan sedikit! entah kenapa kau bisa lahir sebagai perempuan dengan perlakuanmu yang seperti ini!" kata Kazuma.
kutekan punggungnya dengan kapas beralkohol yang sedang kupegang sekarang untuk mengobatinya.
"AW! SAKIT! MAU MATI KAMU?!"
"diamlah! kalau kau tak bisa diam, tentu saja akan lebih sakit. tahan saja jangan seperti anak mami!"
"tutup mulutmu!" teriak Kazuma.
ya, disinilah kami. di bangku taman dekat rumahku.
setelah sebelumnya aku pulang untuk mengambil kotak P3K untuk mengobati punggung Kazuma yang terluka cukup parah.
aku menyuruh Emi pulang dan menelpon Yusuke untuk mengabarkan keadaan Kazuma, dan Emi nurut saja.
tapi aku tahu, sebenarnya Emi nurut saja karena dia takut melihat luka semacam ini. dan dia juga malu melihat cowok bertelanjang dada (jangan pikir aku mesum atau semacamnya, tentu saja aku sedikit malu. tapi aku sudah cukup biasa karena adikku sering keluar kamar mandi hanya dengan celana dalam saja, dan adikku itu kadang2 menambahkan atraksi menari para-para... -_-)
Punggung Kazuma sangat lebar. kira2 sama besarnya dengan Taiki, hanya saja Kazuma lebih lebar sedikit, dan Kazuma agak bungkuk.ternyata punggungnya penuh dengan bekas luka. sepertinya bukan pertama kali dia mendapat luka sepert ini.. -_-
"hei! jangan pencet disitu! itu jerawatku!" teriaknya
"maaf2... kukira ini luka..." di punggung si sinting ini terdapat 1 jerawat yang tak sengaja kupencet sampai pecah.
aku jadi berpikir apakah otaknya sebesar jerawat ini... hem...
+ckrik+
Kazuma menyalakan korek apinya untuk membakar rokoknya.
reflek, kutarik rokok dan koreknya dan kulempar jauh2.
"HEI! apa yang-" protesnya
"aku tidak suka bau rokok. dan kau kira kau bisa enak2an merokok sementara aku terganggu asapmu itu? lebih baik kau diam saja agar aku bisa merawat lukamu"
"terserah..." dia mengeluarkan rokok dan korek lain dari kantong celananya
huh.. benar2 orang ini,,,
dia benar2 jenius dalam membuatku kesal!
"AKU PERGI!" teriakku
aku membereskan perlengkapan P3K ku dan bergegas pulang.
tapi sebelum aku bisa melakukan itu, Kazuma memegang pergelangan tanganku.
"lepas....." kataku
"........................" dia hanya diam sambil merokok saja
"lepaskan aku!" teriakku lagi
"pergi saja sana. katanya mau pergi?"
orang ini mencoba bermain2 dengan emosiku.... -_-
"kalau tidak kau lepas bagaimana aku bisa pergi?!"
"sudah... sana pergi,,, ngapain masih disini?" katanya sambil terus merokok dan memegang tanganku kuat2.
tindakan dan perkataannya benar2 berlainan.. entah apa yang ada di otaknya itu.
"matikan rokok itu, baru aku tidak pergi."
akhirnya dia menjatuhkan rokoknya dan menginjak rokoknya.
sambil masih terus memegang tanganku dia berkata," kenapa masih disini?! sana pergi...!"
yayaya, terserah saja... aku jadi mengerti cara kerja otaknya... -_-
lalu aku duduk lagi di sebelahnya,"hadap kesana lagi. biar aku bisa merawat punggungmu. tinggal di perban saja"
dia menurut saja tanpa protes. akhirnya si liar ini bisa diam juga.
kuperban punggungnya dengan melilitnya dari bagian dada hingga ke punggung.
aku malu juga sih.. karena saat aku memutar perban, aku jadi dalam posisi memeluk dia dari belakang...
hihihi... mantap..
aku baru sadar kalau dia itu sangat wangi saat aku sedang me-merban dia.
wanginya bukan bau deodoran atau parfum laki2 biasa... baunya seperti bedak dan sabun dijadi satu..
ah! aku tahu bau ini! ini BABY COLOGNE!!! MUAHAHAHAHAHA! dia pakai Baby cologne!! hahahahaha
"kamu pakai baby cologne ya?" tanyaku
"apa pedulimu?!"
"iih~ kok sinis amat sih baby???"
"TUTUP. MULUTMU! PERBAN SAJALAH DAN JANGAN BANYAK MULUT!"
mulai lagi... -_-
"dasar bule sinting"
"APA-" baru saja dia mau mulai meneriakiku sampai Yusuke berjalan ke arah kami dan berteriak,
"hei Kazu! bagaimana punggungmu? kamu baik2 saja?" dari kata2nya memang sepertinya Yusuke khawatir akan lukanya.
tapi dari ekspresi dan nada bicaranya, sepertinya dia sudah biasa akan Kazuma mendapat luka seperti ini, jadi dia hanya menanyakan keadaannya sebagai sopan santun atau apalah.
di belakang Yusuke ada Taiki.
Taiki?! oh cintaku......
saat melihat dia aku memang selalu tersipu... dia tipeku banget...!
mata tajamnyaa.. rambut sutra-nya.. bibir sexynya.. MUAHAHAHAHHAHAH!
aku merasa ada pandangan menusuk dari sampingku. kulihat itu Kazuma sedang melirikku dengan lirikan kematian.
"Lihat apa kau....? mau mati??"
setelah sadar apa yang dimaksud Kazuma, aku berhenti memandangi Taiki.
"eh?! ap- apa yang kaulakukan berdua?!" teriak Yusuke.
dia berkata begitu lantaran aku sedang memegang punggung Kazuma (sedang menempelkan perbannya) yang telanjang dada. -_-
"iih~ Asuka genit yaaa....???" kata Yusuke dengan ekspresi menjijikan.
"jangan mikir yang bukan2! gak bisa lihat aku sedang memasang perban?! dan jangan sok akrab dengan memanggilku asuka!" teriakku
"iih~ asuka-chan jahaaat... kita kan BFF..."
(*red BFF: Best Friend Forever- teman karib selaamanya )
"BFF kakiku!"
sesaat aku lupa diri dan mulai berteriak2 pada si monyet ini. padahal aku harus jaga image gara2 ada Taiki..
tapi Taiki tidak memandangku takjub.jadi mungkin sikapku baik2 saja... hahaha
"hei Kazu, orang yang memukulmu sudah kami tangkap dan kami habiskan." kata Taiki.
aku tak mau tahu apa yang terjadi dengan si pemukul itu..
yang pasti aku kasihan padanya karena sudah merasakan tendangan mautku, dan sekarang berurusan dengan Kazuma.. -_-
"kerja bagus.. bagaimana dengan teman2nya?" kata Kazuma.
"sudah kami habisi juga."
"hem.. dengan ini mereka gak akan berani2 lagi berurusan dengan kita. hem."
"kenapa sih kalian berantem dengan mereka?" sela-ku.
"Kazuma saat itu sedang membeli roti, tapi roti terakhirnya diambil oleh anak yang ternyata adalah bos di SMU Higashi. dan Kazuma mulai memaki-makinya. mereka ngajak berantem. jadi kita oke saja karena sudah lama tidak gerak badan"
jawab Yusuke.
kini aku tahu kenapa mereka bisa berteman...
karena sifat mereka semua hampir sama...
p.s.i.k.o.p.a.t!
"sepertinya kamu baik2 saja.. nah, sekarang kami mau nongkrong di rumah Takuya. kamu mau ikut gak?" tanya Taiki.
aku memandang Kazuma dengan tatapan tidak setuju. dia meihatku sejenak dan berkata pada Taiki,
"aku lewat hari ini. lukaku belum selesai dirawat. dan aku ingin pulang saja, mau tidur."
aku sangat kaget dengan perkataannya ini. dan lagi, lukanya sudah selesai kurawat. jangan2 dia masih ingin bersamaku.. ho~ho~ho~!
"apa2an kamu?! kamu tidar pernah tidur sebelum jam 3 pagi! dan lagi ini baru jam sebel- UPPHH! UPH!"
Yusuke belum bisa menyelesaikan kata2nya, namun mulutnya keburu dibekap oleh Taiki.
dan Taiki menariknya untuk pergi.
"ya sudah kami pergi dulu! selamat bersenang2!" kata Taiki.
sepertinya dia ingin membiarkan kita berdua... -_-
lalu mereka semua pergi, dan tinggal kami berdua lagi disini.
"kenapa kamu tidak ikut nongkrong? lukamu sudah selesai kurawat kok."
"oh ya sudah, aku pergi nongkrong saja." katanya sambil berdiri.
"tunggu-" kataku sambil memegang tangannya. kenapa keadaannya jadi terbalik begini??
"apa?"
"tetaplah disini" entah kenapa kata2 ini bisa keluar dari mulutku...
Kazuma tersenyum kecil dan duduk di sampingku lagi.
dan aku baru sadar, baru pertama kali ini aku lihat dia terseyum!
senyumnya manis sekali... ada lesung di pipi kanan dan dibawah bibirnya..
psti aku akan terbayang senyumannya sepanjang malam... -_-'
"pakai bajumu." kataku sambil menyerahkan kemejanya.
dia mengambil dan mulai mengancinginya satu-satu.
"besok lepas perbannya dan ganti yang baru. jangan dibiarkan saja, nanti bisa membengkak dan lama sembuhnya."
"iya-iya.. besok kau yang lakukan."
"apa- kenapa harus aku?!"
"diam dan lakukan sajalah." akhirnya aku diam. karena aku memang ingin merawatnya lagi... hehehe
"eh, apa itu dibawah matamu?" aku melihat ada segaris merah di bawah matanya. tepatnya di pipi atasnya.
"ah, ini? terluka saat berkelahi tadi. sepertinya ada yang pegang pisau."
"aduh! sini kuobati juga!" kutarik wajahnya agar menghadap ke arahku.
lalu kuolesi luka itu dengan kapas yang berakohol.
ini aneh, kenapa dia diam saja? padahal dari tadi dia mengoceh terus saat aku mengobati punggungnya.
aku menoleh ke atas. dan pada saat itu aku tahu kenapa dia diam saja. dia sedang melihatku.
bukan melihat. dia memperhatikan wajahku. ada apa ya? jangan2 ada kotoran di mataku. atau bulu hidungku keluar?
tapi baru pertama kali kulihat mata seperti matanya. matanya coklat. sekilas bila dilihat warnanya coklat kehitam2an seperti biasa. tapi bila diperhatikan dari dekat, warnanya coklat tua yang mengarah ke warna hazel.
beberapa saat dia memandangiku, matanya mulai tertutup dan akhirnya dia tertidur.
kusandarkan kepalanya di pundakku, dan tak tersadar akupun juga tertidur.
*************************************************************************************
aku terbangun. tapi Kazuma sudah tidak ada,dan hari masih gelap.
kulihat Hp-ku, sekarang sudah jam 3 pagi... hem, aku masih mengantuk..
tunggu sebentar,
jam 3 pagi?! aku berarti sudah tertidur selama 4 jam.
dan Kazuma meninggalkan aku di taman ini....SENDIRIAN!
APA TAK BISA DIA MAMBANGUNKAN AKU?!
DASAR KEPALA POLONG! KETIAK BUSUK! BENCI BENCI BENCIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!
lalu aku pulang ke rumah.
untung saja orang tuaku tak ada di rumah hari ini!
entah jadi apa aku kalau mereka melihatku pulang pagi dengan baju kotor penuh darah (darah Kazuma tentunya) -_-
sesampainya di rumah, kulihat tak ada orang sama sekali.
oh ya, tentu saja. adikku sedang menginap di rumah temannya, dan walaupun dia di rumah dia pasti sudah tertidur jam segini.
aku makan sedikit dan mandi.
lalu aku pergi ke kamar dan berbaring. capek sekali hari ini... setelah bertemu Kazuma, rasanya ada2 saja yang terjadi...
besok aku mau bolos lagi ah.. mumpung tak ada orang, aku mau tidur sampai siang... muahahahhaha!
lalu aku tertidur,
aku bermimpi Kazuma ada di rumahku, dan aku sedang menyuruhnya untuk memijat kakiku.
baru saja mau kusuruh dia untuk menggosok toiletku, tapi Hp-ku berbunyi
+DING~ DING~CHA CHA CHA~ DING DING~ CHA CHA CHA~+
oh ya ampun... apa aku tak bisa lebih sial dari ini?!
keinginanku cuma tidur dan tidurku diganggu! AAAAARRRHHH!!!
"APA MAUMU?!" teriakku masih dalam keadaan setengah sadar
"mau mati...?" aku dalam keadaan setengah sadar dan aku tak perduli dengan apapun selain tidur
"MATI SAJA SENDIRI!" teriakku
"jangan menjawabku begitu! kenapa kau tak masuk sekolah?! kau harus mengganti perbanku!"
karena kesal ada yang mengganggu tidurku, kucabut baterai dari dari HPku dan melanjutkan tidur...
***
saat aku bangun sudah pukul 2 siang.
dan saat aku mengaktifkan HPku, '128 misscall!'
gila! dan itu semua dari...'unknown' ---> 'K.A.Z.U.M.A'
yah biar sajalah,,,,
anggap saja itu pembalasanku karena dia meninggalkanku sendirian di taman.
aku mengarah ke dapur untuk minum.
dan aku mengambil baju dan perlengkapan mandiku, lalu menuju ke kamar mandi.
saat mandi, sepertinya HPku berdering beberapa kali.
bukannya aku tak mau mengangkat... tapi bagaimana bisa?!
selesai mandi, Hpku berhenti berdering.
ya sudah aku biarkan saja.. dan aku pergi nonton TV sambil makan.
lho, kok aku kepingin 'pup' ya?
uh! harus cepat2 ke WC!
+DING~ DING~ CHA CHA CHA~ DING DING~ CHA CHA CHA~+
HPku berbunyi lagi, jadi kusambar saja dan kubawa ke WC sekalian.
"halo?" jawabku sambil......... (kuharap kalian tahu aku sedang menelpon sambil ngapain)
"kamu dimana....?" kata Kazuma.
suaranya benar2 marah, tidak seperti biasanya.
"aku? kamu tidak boleh kesini! dan kamu tidak bisa kesini!"
setelah berkata begitu, kututup teleponnya sebelum dia bisa marah2 lagi. tentu saja dia tak boleh kesini dan dia tak akan bisa kesini..(kecuali dia mau ke sini di WC 'pup' bersamaku.)
maafkan aku karena aku menutup teleponmu,Kazuma.
aku cuma ingin melihat bagaimana reaksimu bila bertemu denganku besok.
aku ingin tahu apakah kau akan merindukanku? atau malah akan membunuhku?
kekeke, kita lihat saja besok..
urusanku di wc sudah selesai,dan aku mulai bermalas-malasan lagi sambil menonton TV.
lalu pintuku berbunyi kencang sekali.
+DOK! DOK! DOK!+
"ASUKA-CHAN?! KAMU DI DALAM?!"
+DOK! DOK! DOK!+
"ASUKA-CHAN?!!!"
asuka-chan....?
sepertinya itu Yusuke.. -__-
apa yang dia lakukan mengetok pintu seperti orang kesetanan saja,,,
"ASUKA-CHAANNN?!!!!" Teriaknya lagi...
"iya iya sebentar! aku kesana!"
orang ini benar2 tak punya kesabaran! membuatku kesal saja.
"APA?!"teriakku pada Yusuke begitu aku membuka pintu. entah darimana dia tahu alamat rumahku..
"hosh...hosh...hosh!" dia tak menjawab tapi hanya tersengal-sengal saja. sepertinya dia berlari sepanjang perjalanannya kemari..
"dari mana kau tahu rumahku?" tanyaku
"aku mencuri datamu di ruang guru! hosh... hosh..."
"apa?! kau mencuri apa?!" orang ini benar2 sinting.. kenapa dia tak tanya saja ke Emi malah mencuri data di ruang guru?
IQnya benar2 jongkok!
"IT... ITU TIDAK PENTING! hosh..hosh,, KAZU.. KAZUMA MENGHILANG!"
"APA KATAMU?! KAZUMA MENGHILANG?!"
Selanjutnya......
sumber : t.acan.pt@gmail.com
penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya?
pasti kalian penasaran. karena aku saja terkejut dengan kelanjutannya.
setelah aku berteriak,"KAZUMAAAAAAA!"
dia datang. ya, Kazuma datang. TAPI DALAM MIMPIKU!
kenyataannya dia tidak datang seperti yang kuharapkan di film-film, dimana si jagoan datang setelah si cewek memanggil namanya minta tolong.
heh, sangat menyedihkan bukan? (oh, tolong jangan tertawa. perempuan seperti aku juga boleh bermimpi kan?? -_-)
setelah aku memanggil nama Kazuma, 4 orang ini hanya tertawa,
"kikikik, dia manggil2 Kazuma.. namaku bukan Kazuma sayang..."
mereka pasti sudah sinting.
putus harapan karena aku tahu sia2 saja aku meneriakkan Kazuma, aku berusaha untuk lari.
tapi aku sadar kakiku berdarah karena jatuh tadi. dan bukan berdarah saja, bengkaknya luar biasa besar dan warnanya ungu!
tak bisakah aku lebih sial dari ini?!!!!
+BUAKHH!!!!+
oh tuhan?
itu,,, itu Kazuma,,....! dia datang!!(kumaafkan kamu Kazuma karena tak datang saat aku berteriak. setidaknya kamu datang sekarang.. hehe)
"APA-APAAN KAU?!" kata salah satu diantara mereka
"mau mati.....?" tanya Kazuma.
setelah dia berkata begitu, 10 orang, ah tidak bahkan 10 lebih menuju ke arah Kazuma.
ya, diantaranya adalah Taiki dan Yusuke.
"enyah.... atau mati...?" kata Kazuma ke 3 orang itu (yang satunya lagi sudah pingsan karena ditonjok Kazuma)
ngeri karena melihat Kazuma dan jumlah pasukannya,
3 orang itu lari terbirit-birit. mereka bahkan meninggalkan temannya yang pingsan!
teman macam apa mereka itu?!!
"ehm... te.. terima kasih.." kataku kepada Kazuma.
Kazuma hanya memandang ke arahku dan melirik ke arah lututku yang terluka, tapi dia tak berkata apa2.
"bereskan mayat ini!" kata Kazuma ke anak buahnya.
dan mereka segera menarik bocah pingsan itu dan meletakkannya di tumpukan plastik di pembuangan sampah.
Taiki dan Yusuke berjalan ke arahku dan Kazuma.
"hei Kazu! cewekmu terluka nih!" kata Yusuke.
"kamu bisa berjalan?"kata Taiki kepadaku.
ohohoho... aku tidak bisa berjalan.. tolong papah aku pangeran....
ingin aku berkata begitu, tapi kutelan dalam2 keinginan itu.
"bisa... tentu saja bisa.." kataku sambil berusaha berdiri.
luka itu ternyata lebih menyakitkan dari kelihatannya. begitu mencoba berdiri, lututku lemas dan aku terjatuh lagi.
"naik ke punggungku. biar kuantar ke rumahmu." kata Taiki.
"tak apa-apakah?" kataku, padahal aku mau banget menerkam punggung sexynya itu.
"tak apa-apa.... kan?" kata Taiki sambil melirik ke arah Kazuma
"untuk apa melihatku? kalau mau gendong, gendong saja. aku ogah menggendong babi seberat dia di punggungku" kata Kazuma.
apa tak bisa dia sedikit baik mengingat dia yang membuatku begini?!
"aku juga gak mau naik punggung baumu itu!" teriakku,
"jangan menjawabku!" kata Kazuma lagi.
yah-yah-yah, terserah apa katamu...
yang penting aku bisa digendong oleh Taiki!! ohohohohohoohoho!!
akhirnya keberuntungan beralih kepadaku juga hari ini!!
aku naik ke punggung Taiki. bahunya lebar sekali, bahkan lebih besar dari bahu ayahku (aku sering tejatuh, dan ya, ayahku selalu menggendongku
di kala kakiku luka). dan rambutnya wangi sekali, entah apa shampo yang dipakainya.
akhirnya, kami semua berjalan ke jalan yang sedikitnya sudah kukenal sekarang.
dan aku sangat berterima kasih karena Taiki sudah menawariku untuk menungganginya sejauh ini.
aku jadi berpikir apakah aku berat? tapi tidak mungkin, terakhir kali aku menimbang sepertinya beratku hanya 45kg, dan tinggiku 164.
45 kg?! dia pasti keberatan ya?! aku saja bawa tas sekolah sudah kecapekan setengah mati, apa lagi dia yang menggendongku sejauh ini!
"turunkan aku saja kalau kamu kecapekan" kataku ke Taiki
"enggak.. kamu enteng kok."
"beratku 45kg dan kamu bilang aku enteng?! menggendong anjingku yg 10kg saja aku sudah setengah mati!"
"ehem.. mungkin kamu lupa. hanya saja, aku ini 'cowok' dan 'cowok' lebih kuat dari pada cewek. jadi menggendongmu gampang saja buatku"
masuk akal juga.
aku tak mengira cowok benar2 sekuat ini. dan yang pasti aku senang sekali dan merasa beruntung sekali telah menjadi cewek untuk saat ini!
saking senangnya, mungkin bisa saja aku memeluk Taiki sampai dia kehabisan napas hingga mati.
tapi kebahagiaanku hanya berlanjut sebentar saja, sampai Kazuma berkata, "turun..."
"apa?" kataku dan Taiki serentak
"CEPAT TURUN KATAKU CEWEK TULI! TURUN DARI PUNGGUNGNYA! HEI TAIKI, TAK BISA KAU LIHATKAH? CEWEK INI MELIHAT PUNGGUNGMU SAMPAI
NGILER SEPERTI MAU MEMAKANMU?! SEBAIKNYA CEPAT TURUN SEBELUM KUTARIK KAU!"
entah apa yang ada di otaknya!
dia gila atau apa sih?! tapi mendengar kata2nya itu aku sempat mengelap mulutku barang sebentar, takut kata2nya itu benar kalau aku ngiler.
aku turun dari punggung Taiki dan berdiri dengan 1 kaki.
aku marah sekali kepada Bule sialan ini. ingin rasanya aku meremas mulutnya dan kucabut lalu kubuang ke tempat sampah terdekat.
"hei Taiki, pulang sana. DAN KALIAN SEMUA JUGA PULANG SANA!" kata Kazuma ke Taiki dan pengikut2 lainnya.
Taiki dan yang lainnya akhirnya mengikuti kemauan Kazuma.
"hei Fujimoto. maafkan aku ya. sepertinya kau harus jalan sendiri untuk pulang." kata Taiki sebelum akhirnya dia berjalan pulang mengikuti teman2 yang lainnya.
tinggal aku dan Kazuma disini, sampai aku akhirnya meledak saking kesalnya,
"APA SIH MAUMU?! AKU NAIK BUKAN KARENA AKU MENGINGINKANNYA! KAU TAK BISA LIHAT DIA HANYA BERUSAHA BAIK UNTUK MENGGENDONGKU?!
SETIDAKNYA DIA LEBIH BERMORAL DARIPADA KEPALA EMASMU ITU!"
"tutup mulutmu. jangan bicara seperti itu kepadaku."
"APA?! APA HAH?! HARUS SEPERTI APA AKU BICARA KEPADAMU?! KAU PIKIR KAU SIAPA?!"
saat aku meneriakinya, dia hanya menutup mata seakan menekan amarahnya terhadapku.tapi akhirnya dia mengangkat kakiku dan menggendongku di bahunya.
dia menggendongku seperti menggendong barang saja!
aku mulai berontak dan berteriak," hei turunkan aku dasar psikopat gila! turunkan aku!"
aku berontak dan berteriak sepanjang jalan.
dan akhirnya dia menurunkan aku di pinggir jalan.
"sesuai keinginanmu." katanya sebelum akhirnya dia meninggalkanku.
dan, ya. disinilah aku. terbengong di pinggir jalan seperti seorang gelandangan atau apa.
aku mulai mengutukinya karena telah menurunkanku yang terluka ini (aku memang minta diturunkan, tapi bukan itu kemauanku sebenarnya.
kau pasti pernah dengar juga kan? 'lain di hati lain di mulut'. jadi tolong, jangan anggap aku sok jual mahal atau apa)
aku berjalan dengan 1 kaki, sambil berpegangan kepada apapun yg bisa membuatku tetap berdiri.
dan akhirnya aku sampai di rumah.
orang tuaku meneriakiku karena pulang jauh malam tanpa memberi kabar dan pulang dengan keadaan kotor dan terluka.
adik laki2ku tertawa2 melihatku diomeli oleh orang tuaku. TAK BISAKAH AKU LEBIH SIAL DARI INI?!!
aku meninggalkan orang tuaku yang sedang meneriakiku ke kamarku. aku tak mengganti baju dan sama sekali tidak peduli untuk mandi sampai akhirnya
aku merebahkan badanku di kasur dan akhirnya aku tertidur. setelah hari2 melelahkan ini, yang kuinginkan hanya tidur.........
*************************************************************************
aku terbangun keesokan harinya. dan itu sudah jam 9...sudah terlambat untuk masuk sekolah!
hm.... aku berpikir kenapa orang tuaku tak membangunkan aku?
biasanya mereka akan marah2 padaku kalau bangun tak tepat waktu...
dan juga tak ada suara berisik adikku..
oh iya, ini hari kamis. dia pasti sudah berangkat ke sekolah.
aku turun ke lantai bawah dan menuju dapur untuk mencari minum.
leherku kering sekali sampai terbakar rasanya.
eh? ada surat di meja makan. kuambil suratnya, dan kubuka.
'asuka, ayah dan ibu harus pergi ke tempat tante Yamada. anak mereka menikah, dan ibu lupa memberitahumu dan adikmu kemarin.
makan pagi dan malam sudah ibu taruh di kulkas. tinggal dipanaskan saja bila kamu dan adikmu lapar.
ps: ibu dan ayah akan pulang kira2 2 hari atau 3 hari lagi. jangan lupa belajar'
yang kupikirkan hanya satu, yaitu............
'HORE AYAH DAN IBU TAK ADA!! AKU BEBASSS!! AKHIRNYA KEBERUNTUNGAN MENGARAH PADAKU! MUAHAHAHHA!'
dan kuputuskan hari itu aku bolos.
ya tentu saja,selain kakiku sakit, sudah telat pula..
asik asik asik! akhirnya aku bisa mengistirahatkan jiwa dan ragaku untuk sementara.
aku langsung pergi mandi,dan mengobati lukaku (yang sudah bernanah dan membengkak karena kutinggal tidur tanpa diobati semalam).
setelah itu aku makan dan nonton TV sebentar. tak terasa, ternyata aku tertidur lagi di sofa.
tidur yang benar2 nyaman.. tanpa mimpi dan tanpa gangguan sama sekali..
"ka... Asuka.... hei Asuka!!!!"
aku terbangun sampai melompat saking kagetnya. itu Emi! tak bisa apa aku tidur barang sejenak?!!
AAAARGGGHHH!!!!
"apa maumu? pulang sana!" kataku ke Emi (maafkan aku kalau aku kasar kepada sahabatku sendiri. tapi, ya. mood-ku jelek kalau baru bangun tidur).
"jangan begitu dong! ayo bangun... ayo,.. ayo bangun..."
"pergi sana.... jangan ganggu aku..."
setelah berkata begitu, aku mencium bau yang amat sedap...
hm... bau ini... RAMEN!!!!! AKH AKU LAPAR!
mataku langsung terbuka. dan langsung kurampas plastik yang berada di tangan Emi.
"hei! itu memang kubawakan untukmu! tapi gak bisa sopan sedikit?!" protes Emi.
ku jitak kepala Emi, "sejak kapan kau belajar sopan santun heh?"
setelah itu aku langsung mengarah ke dapur, dan segera memindahkan ramen itu ke mangkuk.
"kenapa kau tidak masuk?" tanya Emi
"tak bisa kaulihat aku sakit?" Kataku sambil makan ramen bawaannya.
"apa yang bisa kulihat?! nafsu makanmu masih gila seperti biasa"
"jangan menjawabku begitu.... mau mati?"
"ih! cara bicaramu sudah benar2 mirip Kazuma! lebih baik hentikan itu sebelum kupelintir lidahmu!"
"oh ehm, baik.. baik.." jujur saja, terkadang aku suka ngeri sama Emi.
bukan karena kata2nya atau ekspresinya. tapi karena auranya.
mungkin dia itu dulu setan atau apa hingga membuatku ngeri begini... -_-
"hei, kenapa semalam kau meninggalkan aku?! aku takut tahu!"
"maaf Emi.. semalam aku cuma emosi saja. Kazuma itu benar2 membuatku marah semarah marahnya!"
"tapi dia keren sekali semalam....tak kusangka gadis sepertimu bisa mendapatkan cowok seperti dia!"
"apa kerennya?! kalau kau mau ambil saja! dia cowok paling menjijikan yang bisanya memalukanku saja!"
"memalukanmu?"
"iya! semalam apa kau tak dengar dia bilang dia malu terhadapku? dia cuma membawaku ke kafe itu untuk dipermalukan!"
membicarakannya benar2 membuatku marah. mengingatkanku kepada kepala kosong emasnya itu!
"tunggu.. tunggu sebentar... apa maksudmu sih?! bukannya kamu yang bersikap aneh langsung lari keluar sebelum Kazuma selesai bicara?"
" apa sih maksudmu?! jangan membuatku makin kesal deh"
"setelah kau pergi meninggalkan kafe, apa kamu tahu Kazuma menampar cewek yang mengejekmu itu? siapa namanya..? ehm tunggu sebentar kuingat dulu.. ah!Hyori! Hyori namanya kalau aku tak salah ingat!"
aku tersedak ramen saat dia bicara begini saking kagetnya aku.
"uhuk uhuk! dia menampar Hyori....?tapi, bagaimana bisa...?"
"tentu saja bisa! si rubah betina itu mengejekmu 'senpai pasti sangat malu deh.. lihat saja ceweknya aneh seperti itu.. kasihan senpai~~ lebih baik sama aku~' lalu +PAAAK!+, si Kazuma menamparnya. terus Kazuma bilang ,'tentu saja aku malu... aku malu karena aku membawa dia kesini hanya untuk dipermalukan!' . setelah itu dia pergi mengejarmu!! KYAAAA!!!! KEREN SEKALIII! AAAAH!!"
"kamu serius? kamu serius dia bicara begitu...?"
"duh! untuk apa deh aku berbohong??? sungguh, dia itu keren sekali...! tapi tentu saja aku lebih suka Yusuke.. kekeke"
setelah bicara begitu, Emi menyibukkan dirinya dengan menonton Tv sambil memakan cemilanku.
sementara aku.. terbengong disini,... saking 'shock'nya..
Kazuma...?
Kazuma si psikopat itu menampar rubah betina itu demi aku..?
Kazuma si mulut penjahat itu??? membelaku???
MEMBELAKU? MEMBELAKU?? MEMBELAKU???
rasanya aku tak percaya sekali...
dan aku juga sangat gembira... lebih gembira dari aku memenangkan lotre pertamaku.. lebih gembira daripada saat kenaikan uang jajanku.... lebih gembira dari aku menjambak adikku... pokoknya aku gembira sekali mendengarnya!
ingin sekali rasanya aku memeluk Kazuma sekarang juga! KAZUMAAAAAA.... maafkan aku.. huhu... TT_TT
+DING DING~ CHA CHA CHA~ DING DING ~ CHA CHA CHA~+
ah! hpku berbunyi... caller id "unknown"
kuangkat sajalah....
"halo??" tanyaku
"........." orang di sebrang diam saja
"halo...?????"
"......."
"KOLORKU WARNA BIRU!" teriakku, lalu kututup teleponnya.
siapa sih yang berani2nya menelpon di saat2 aku lagi hepi begini?!
mana gak ngomong apa2 lagi waktu diangkat! bikin marah saja!
+DING DING~ CHA CHA CHA~ DING DING~ CHA CHA CHA~+
hpku berbunya lagi... caller id "unknown"..
pasti ini yang tadi lagi..
"APA SIH?!" teriakku kesal.
"................" dia tetap diam saja
"kalau kau tak bicara dalam waktu 3 detik, kututup!"
"....."
"satu......"
"............."
"dua..........."
"ini aku" akhirnya dia bicara juga
"aku? aku siapa ya?"
"ini aku..."
"iya ini aku! tapi aku siapa!" tanyaku kesal
"ini aku! mau mati?!"
O_O kazuma?! ini kazuma!!ahahaha! kazuma!
"ooh.... kamu...kenapa telepon?"
"kamu siapa...?" kata Kazuma.
otak orang ini terbuat dari kacang polong atau apa sih?!
"iya! kamu! kenapa telepon?!" akhirnya aku teriak lagi kepadanya. dia memang paling jenius dalam membuatku marah.
"siapa aku? sebut namaku."
"kamu,,,,, si bule sinting" candaku.
+tut~ tut~ tuuuuuuuuuuuuuuut~+
ap... apa?! dia memutuskan teleponnya!
ih... dasar bule gila kepala polong sinting! masa dia tak bisa diajak bercanda sih! ckckck
akhirnya aku memutuskan untuk menelponnya
"SIAPA?!" teriak Kazuma
"ini aku ASUKA! kenapa teriak sih?!"
"siapa itu asuka?! aku gak kenal!"
"ap... apa katamu...?!"
" hei Yusuke! siapa itu Asuka?!" dia menyebut nama 'Yusuke' , sepertinya dia sedang bertanya kepada Yusuke siapa Asuka itu.. itu aku! dasar kacang polong! -_-
"asuka?! oh... itu lho... cewekmu itu... si cewek mesum itu looohhhh..." jawab Yusuke.
lihat saja nanti kalau ketemu kamu Yusuke... kupastikan akan kupindahkan rambutmu menjadi bulu dadamu...
"ohh.... halo? kenapa telepon?" akhirnya dia tahu juga kalau Asuka itu 'aku'..
"tadi kau yang telepon duluan.. harusnya aku yang bertanya... -_-" aku capek teriak2.. jadi aku coba sabar saja...
"tidak ada apa2! memangnya aku harus ada apa2 kalau mau telepon?!" teriaknya
"oh begituu yaaa~~~~ ya sudah, kututup yaaaaaa~~~ daaaaahhh~~~"
"tunggu-" cegahnya.
ekekeke, sepertinya aku mulai mengerti cara kacang polong ini berpikir?
"apaaa??? katanya tak ada apa2????"
"memang tidak ada apa2! jadi tutup mulutmu dan dengar sajalah!"
".......... -_-'..........."
"ba... bagaimana lututmu?"
O_O!
Jadi dia menelpon untuk menanyakan itu???
aku terharu....TT_TT
"tidak apa2 kok... hanya memar saja... sudah, tak usah kuatir. terimakasih yaa... TT_TT"
"ap.. apa katamu?! siapa yang kuatir sama manusia barbar sepertimu!"
"iya... iya... terima kasih ya.... TT_TT"
"AKU.TIDAK.KUATIR!"
"iya! kamu tidak kuatir! puas?!"
"jangan menjawabku begitu!"
"oh? oh? begitu ya??? sudah selesai kan ngomongnya?? sudah ya.... DAAAAHHH~~~~"
"TUNGGU!-" kekeke... terjebak lagi si kacang polong ini...
"apa lagi...???! kakiku sakit nih! cepat deh ngomongnya..." hehehehe
"katamu sudah tidak sakit! mana yang benar?!"
"sudah tidak sakit! cepat! ngomong saja!"
"cewek emang resek... "
"ap.. apa katamu?!"
"jangan lihat yang lain..."
"hah?"
"jangan lihat yang lain..."
"apa sih maksudmu?! kamu selalu bikin aku bingung!"
"JANGAN LIHAT YANG LAIN SAAT KAU BERSAMAKU! SAAT AKU BERSAMAMU, JANGAN BERANI2NYA KAU BERDEKATAN DENGAN YANG LAIN! SAMPAI KULIHAT KAU SEPERTI KEMARIN LAGI, SIAP2 SAJA UNTUK MATI!"
"itu sebenarnya kata2 yang sangat mengharukan! tapi kenapa kamu harus teriak sih?!"
"aku tidak berusaha untuk mengharukanmu! jadi tutup mulutmu, dengar, dan lakukan!"
"iya... iya... iya sayang...."
"sayang..? siapa dia? dimana sekolahnya?! kamu tak dengar apa yg kubilang barusan?!"
"sayang itu kamu bodoh!"
"namaku 'K.A.Z.U.M.A' bukan 'S.A.Y.A.N.G' "
"yayaya.... terserah... -_-"
"sudah dulu! aku sibuk mau pergi! yang lain menunggu!" kata Kazuma.
"eh tunggu-"
"apa lagi?!"
"kamu mau ngapain?"
"kami mau berantem dengan SMU Higashi."
"yayaya, terserah"
"kamu tidak percaya?! datang saja kesini kalau tak percaya! eh tunggu- JANGAN BERANI2 KAU DATANG KEMARI!"
+TUT~TUT~TUT~TUT~TUT+
si kepala emas itu memutuskan teleponnya...
dasar tak punya hati!
tapi tidak apa2...
aku senang telah berbicara dengannya..
sepertinya, hari2ku akan lebih mendebarkan kedepannya.. hem,,, kita lihat saja... hehehe
suasana hatiku jadi bagus hari ini...
dan sepertinya aku akan berjalan2 dan mampir ke toko terdekat untuk jajan dan berpesta di rumah dengan Emi (mumpung rumah kosooonggg.... hehehehe)
"Emi! ayo kita jalan2 sebentar!"
CRAZY #4
aku dan Emi berjalan-jalan menikmati udara malam yang segar..
sampai akhirnya kami mampir di seven-eleven untuk membeli snack dan beberapa soda.
karena suasana hatiku sedang baik, aku yang membeli semua snack dan sodanya.
dan Emi cukup heran dengan perbuatanku ini (hey! jangan anggap aku pelit! biasanya kami membeli makanan atau minuman secara patungan, karena memang uangku tak banyak -_-'), dan akhirnya kami mengarah pulang ke rumahku.
"coba setiap hari kau seperti ini.... aku bisa beli baju baru deh.." kata Emi.
"jangan mimpi kau. minggu depan gantian kau yang traktir aku." balasku. hehehehe
"huh, dasar pelit"
yayaya, aku anggap saja aku tak mendengar kata2nya itu. berhubung suasana hatiku lagi baik,
aku tak mau moodku ini jadi jelek...
"eh lihat itu!" kata Emi sambil menarik siku-ku
"ada apa deh??"
"itu lihat! Kazuma!"
O_O hek?!
Kazuma? mana? orang yang ditunjuk Emi masih memakai seragam. dan itu adalah seragam dari sekolah yang sama denganku.
ah benar, itu Kazuma! rambut emas itu hanya milik Kazuma.
karena belum pernah kulihat ada yang mempunyai rambut emas seperti dia. walaupun aku tak bisa melihat mukanya karena gelap, tapi rambut emasnya yang berkilau itu sudah cukup bagiku untuk mengenalinya.
dia sedang berjalan sambil merokok.
entah mau kemana dia.
tapi, bukan itu yang aneh. yang aneh 'kenapa dia sendirian'? biasanya dia selalu pergi dalam sekelompok besar.
dan bajunya kotor begitu lagi! banyak cap sepatu di sana-sini! bahkan celananya ada bagian yang robek.
ah! aku ingat. dia kan habis berantem tadi.
dia bilang dia mau berantem sama SMU Higashi. mungkin mereka sudah selesai berantem.
dan aku ingin tahu siapa yang menang. hm....
"Ka-" aku berniat memanggilnya, saat dimana tiba-tiba cowok berseragam SMU Higashi memukul punggung Kazuma dengan kayu dari belakang.
Kazuma jatuh, memegangi punggungnya.
dan cowok SMU Higashi itu mengangkat tongkatnya dan mulai mengayunkannya untuk memukul Kazuma lagi.
reflek, aku berteriak "TIDAAAKK!!!" sambil berlari ke arah si cowok Higashi itu.
cowok Higashi itu teralihkan perhatiannya kepadaku. Kazuma memandangku kaget.
aku tahu, aku hanya punya waktu 3 detik sebelum cowok Higashi ini kembali sadar dan mengayunkan kayunya kepadaku.
jadi, aku menahan napasku dan membiarkan instingku berjalan.
+BUAKKKKKK!!!!!+
aku menendang si cowok Higashi itu. tepat di bagian tengah, di tempat paling berharga dan paling sensitifnya.
Kazuma terperangah, sedangkan aku bisa mendengar Emi berteriak, "BULL'S EYE!"
si cowok Higashi itu jatuh dengan kepala lebih dulu. sambil memegang mutiara hidupnya.
Kazuma masih dalam keadaan shock, tapi akhirnya dia berkata
,"ja.. jangan pernah kau lakukan itu kepadaku. 'LAGI'!"
didengar dari suaranya,
aku tahu dia bersungguh2 agar aku tak melakukan hal ini lagi kepada dia. (setelah sebelumnya pernah aku menghentakkan lututku di 'senjata masa depan' Kazuma dulu)
dan aku hanya tersenyum saja.
***********************************************************************************
"pelan pelan! tak bisakah kamu pelan sedikit! entah kenapa kau bisa lahir sebagai perempuan dengan perlakuanmu yang seperti ini!" kata Kazuma.
kutekan punggungnya dengan kapas beralkohol yang sedang kupegang sekarang untuk mengobatinya.
"AW! SAKIT! MAU MATI KAMU?!"
"diamlah! kalau kau tak bisa diam, tentu saja akan lebih sakit. tahan saja jangan seperti anak mami!"
"tutup mulutmu!" teriak Kazuma.
ya, disinilah kami. di bangku taman dekat rumahku.
setelah sebelumnya aku pulang untuk mengambil kotak P3K untuk mengobati punggung Kazuma yang terluka cukup parah.
aku menyuruh Emi pulang dan menelpon Yusuke untuk mengabarkan keadaan Kazuma, dan Emi nurut saja.
tapi aku tahu, sebenarnya Emi nurut saja karena dia takut melihat luka semacam ini. dan dia juga malu melihat cowok bertelanjang dada (jangan pikir aku mesum atau semacamnya, tentu saja aku sedikit malu. tapi aku sudah cukup biasa karena adikku sering keluar kamar mandi hanya dengan celana dalam saja, dan adikku itu kadang2 menambahkan atraksi menari para-para... -_-)
Punggung Kazuma sangat lebar. kira2 sama besarnya dengan Taiki, hanya saja Kazuma lebih lebar sedikit, dan Kazuma agak bungkuk.ternyata punggungnya penuh dengan bekas luka. sepertinya bukan pertama kali dia mendapat luka sepert ini.. -_-
"hei! jangan pencet disitu! itu jerawatku!" teriaknya
"maaf2... kukira ini luka..." di punggung si sinting ini terdapat 1 jerawat yang tak sengaja kupencet sampai pecah.
aku jadi berpikir apakah otaknya sebesar jerawat ini... hem...
+ckrik+
Kazuma menyalakan korek apinya untuk membakar rokoknya.
reflek, kutarik rokok dan koreknya dan kulempar jauh2.
"HEI! apa yang-" protesnya
"aku tidak suka bau rokok. dan kau kira kau bisa enak2an merokok sementara aku terganggu asapmu itu? lebih baik kau diam saja agar aku bisa merawat lukamu"
"terserah..." dia mengeluarkan rokok dan korek lain dari kantong celananya
huh.. benar2 orang ini,,,
dia benar2 jenius dalam membuatku kesal!
"AKU PERGI!" teriakku
aku membereskan perlengkapan P3K ku dan bergegas pulang.
tapi sebelum aku bisa melakukan itu, Kazuma memegang pergelangan tanganku.
"lepas....." kataku
"........................" dia hanya diam sambil merokok saja
"lepaskan aku!" teriakku lagi
"pergi saja sana. katanya mau pergi?"
orang ini mencoba bermain2 dengan emosiku.... -_-
"kalau tidak kau lepas bagaimana aku bisa pergi?!"
"sudah... sana pergi,,, ngapain masih disini?" katanya sambil terus merokok dan memegang tanganku kuat2.
tindakan dan perkataannya benar2 berlainan.. entah apa yang ada di otaknya itu.
"matikan rokok itu, baru aku tidak pergi."
akhirnya dia menjatuhkan rokoknya dan menginjak rokoknya.
sambil masih terus memegang tanganku dia berkata," kenapa masih disini?! sana pergi...!"
yayaya, terserah saja... aku jadi mengerti cara kerja otaknya... -_-
lalu aku duduk lagi di sebelahnya,"hadap kesana lagi. biar aku bisa merawat punggungmu. tinggal di perban saja"
dia menurut saja tanpa protes. akhirnya si liar ini bisa diam juga.
kuperban punggungnya dengan melilitnya dari bagian dada hingga ke punggung.
aku malu juga sih.. karena saat aku memutar perban, aku jadi dalam posisi memeluk dia dari belakang...
hihihi... mantap..
aku baru sadar kalau dia itu sangat wangi saat aku sedang me-merban dia.
wanginya bukan bau deodoran atau parfum laki2 biasa... baunya seperti bedak dan sabun dijadi satu..
ah! aku tahu bau ini! ini BABY COLOGNE!!! MUAHAHAHAHAHA! dia pakai Baby cologne!! hahahahaha
"kamu pakai baby cologne ya?" tanyaku
"apa pedulimu?!"
"iih~ kok sinis amat sih baby???"
"TUTUP. MULUTMU! PERBAN SAJALAH DAN JANGAN BANYAK MULUT!"
mulai lagi... -_-
"dasar bule sinting"
"APA-" baru saja dia mau mulai meneriakiku sampai Yusuke berjalan ke arah kami dan berteriak,
"hei Kazu! bagaimana punggungmu? kamu baik2 saja?" dari kata2nya memang sepertinya Yusuke khawatir akan lukanya.
tapi dari ekspresi dan nada bicaranya, sepertinya dia sudah biasa akan Kazuma mendapat luka seperti ini, jadi dia hanya menanyakan keadaannya sebagai sopan santun atau apalah.
di belakang Yusuke ada Taiki.
Taiki?! oh cintaku......
saat melihat dia aku memang selalu tersipu... dia tipeku banget...!
mata tajamnyaa.. rambut sutra-nya.. bibir sexynya.. MUAHAHAHAHHAHAH!
aku merasa ada pandangan menusuk dari sampingku. kulihat itu Kazuma sedang melirikku dengan lirikan kematian.
"Lihat apa kau....? mau mati??"
setelah sadar apa yang dimaksud Kazuma, aku berhenti memandangi Taiki.
"eh?! ap- apa yang kaulakukan berdua?!" teriak Yusuke.
dia berkata begitu lantaran aku sedang memegang punggung Kazuma (sedang menempelkan perbannya) yang telanjang dada. -_-
"iih~ Asuka genit yaaa....???" kata Yusuke dengan ekspresi menjijikan.
"jangan mikir yang bukan2! gak bisa lihat aku sedang memasang perban?! dan jangan sok akrab dengan memanggilku asuka!" teriakku
"iih~ asuka-chan jahaaat... kita kan BFF..."
(*red BFF: Best Friend Forever- teman karib selaamanya )
"BFF kakiku!"
sesaat aku lupa diri dan mulai berteriak2 pada si monyet ini. padahal aku harus jaga image gara2 ada Taiki..
tapi Taiki tidak memandangku takjub.jadi mungkin sikapku baik2 saja... hahaha
"hei Kazu, orang yang memukulmu sudah kami tangkap dan kami habiskan." kata Taiki.
aku tak mau tahu apa yang terjadi dengan si pemukul itu..
yang pasti aku kasihan padanya karena sudah merasakan tendangan mautku, dan sekarang berurusan dengan Kazuma.. -_-
"kerja bagus.. bagaimana dengan teman2nya?" kata Kazuma.
"sudah kami habisi juga."
"hem.. dengan ini mereka gak akan berani2 lagi berurusan dengan kita. hem."
"kenapa sih kalian berantem dengan mereka?" sela-ku.
"Kazuma saat itu sedang membeli roti, tapi roti terakhirnya diambil oleh anak yang ternyata adalah bos di SMU Higashi. dan Kazuma mulai memaki-makinya. mereka ngajak berantem. jadi kita oke saja karena sudah lama tidak gerak badan"
jawab Yusuke.
kini aku tahu kenapa mereka bisa berteman...
karena sifat mereka semua hampir sama...
p.s.i.k.o.p.a.t!
"sepertinya kamu baik2 saja.. nah, sekarang kami mau nongkrong di rumah Takuya. kamu mau ikut gak?" tanya Taiki.
aku memandang Kazuma dengan tatapan tidak setuju. dia meihatku sejenak dan berkata pada Taiki,
"aku lewat hari ini. lukaku belum selesai dirawat. dan aku ingin pulang saja, mau tidur."
aku sangat kaget dengan perkataannya ini. dan lagi, lukanya sudah selesai kurawat. jangan2 dia masih ingin bersamaku.. ho~ho~ho~!
"apa2an kamu?! kamu tidar pernah tidur sebelum jam 3 pagi! dan lagi ini baru jam sebel- UPPHH! UPH!"
Yusuke belum bisa menyelesaikan kata2nya, namun mulutnya keburu dibekap oleh Taiki.
dan Taiki menariknya untuk pergi.
"ya sudah kami pergi dulu! selamat bersenang2!" kata Taiki.
sepertinya dia ingin membiarkan kita berdua... -_-
lalu mereka semua pergi, dan tinggal kami berdua lagi disini.
"kenapa kamu tidak ikut nongkrong? lukamu sudah selesai kurawat kok."
"oh ya sudah, aku pergi nongkrong saja." katanya sambil berdiri.
"tunggu-" kataku sambil memegang tangannya. kenapa keadaannya jadi terbalik begini??
"apa?"
"tetaplah disini" entah kenapa kata2 ini bisa keluar dari mulutku...
Kazuma tersenyum kecil dan duduk di sampingku lagi.
dan aku baru sadar, baru pertama kali ini aku lihat dia terseyum!
senyumnya manis sekali... ada lesung di pipi kanan dan dibawah bibirnya..
psti aku akan terbayang senyumannya sepanjang malam... -_-'
"pakai bajumu." kataku sambil menyerahkan kemejanya.
dia mengambil dan mulai mengancinginya satu-satu.
"besok lepas perbannya dan ganti yang baru. jangan dibiarkan saja, nanti bisa membengkak dan lama sembuhnya."
"iya-iya.. besok kau yang lakukan."
"apa- kenapa harus aku?!"
"diam dan lakukan sajalah." akhirnya aku diam. karena aku memang ingin merawatnya lagi... hehehe
"eh, apa itu dibawah matamu?" aku melihat ada segaris merah di bawah matanya. tepatnya di pipi atasnya.
"ah, ini? terluka saat berkelahi tadi. sepertinya ada yang pegang pisau."
"aduh! sini kuobati juga!" kutarik wajahnya agar menghadap ke arahku.
lalu kuolesi luka itu dengan kapas yang berakohol.
ini aneh, kenapa dia diam saja? padahal dari tadi dia mengoceh terus saat aku mengobati punggungnya.
aku menoleh ke atas. dan pada saat itu aku tahu kenapa dia diam saja. dia sedang melihatku.
bukan melihat. dia memperhatikan wajahku. ada apa ya? jangan2 ada kotoran di mataku. atau bulu hidungku keluar?
tapi baru pertama kali kulihat mata seperti matanya. matanya coklat. sekilas bila dilihat warnanya coklat kehitam2an seperti biasa. tapi bila diperhatikan dari dekat, warnanya coklat tua yang mengarah ke warna hazel.
beberapa saat dia memandangiku, matanya mulai tertutup dan akhirnya dia tertidur.
kusandarkan kepalanya di pundakku, dan tak tersadar akupun juga tertidur.
*************************************************************************************
aku terbangun. tapi Kazuma sudah tidak ada,dan hari masih gelap.
kulihat Hp-ku, sekarang sudah jam 3 pagi... hem, aku masih mengantuk..
tunggu sebentar,
jam 3 pagi?! aku berarti sudah tertidur selama 4 jam.
dan Kazuma meninggalkan aku di taman ini....SENDIRIAN!
APA TAK BISA DIA MAMBANGUNKAN AKU?!
DASAR KEPALA POLONG! KETIAK BUSUK! BENCI BENCI BENCIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!
lalu aku pulang ke rumah.
untung saja orang tuaku tak ada di rumah hari ini!
entah jadi apa aku kalau mereka melihatku pulang pagi dengan baju kotor penuh darah (darah Kazuma tentunya) -_-
sesampainya di rumah, kulihat tak ada orang sama sekali.
oh ya, tentu saja. adikku sedang menginap di rumah temannya, dan walaupun dia di rumah dia pasti sudah tertidur jam segini.
aku makan sedikit dan mandi.
lalu aku pergi ke kamar dan berbaring. capek sekali hari ini... setelah bertemu Kazuma, rasanya ada2 saja yang terjadi...
besok aku mau bolos lagi ah.. mumpung tak ada orang, aku mau tidur sampai siang... muahahahhaha!
lalu aku tertidur,
aku bermimpi Kazuma ada di rumahku, dan aku sedang menyuruhnya untuk memijat kakiku.
baru saja mau kusuruh dia untuk menggosok toiletku, tapi Hp-ku berbunyi
+DING~ DING~CHA CHA CHA~ DING DING~ CHA CHA CHA~+
oh ya ampun... apa aku tak bisa lebih sial dari ini?!
keinginanku cuma tidur dan tidurku diganggu! AAAAARRRHHH!!!
"APA MAUMU?!" teriakku masih dalam keadaan setengah sadar
"mau mati...?" aku dalam keadaan setengah sadar dan aku tak perduli dengan apapun selain tidur
"MATI SAJA SENDIRI!" teriakku
"jangan menjawabku begitu! kenapa kau tak masuk sekolah?! kau harus mengganti perbanku!"
karena kesal ada yang mengganggu tidurku, kucabut baterai dari dari HPku dan melanjutkan tidur...
***
saat aku bangun sudah pukul 2 siang.
dan saat aku mengaktifkan HPku, '128 misscall!'
gila! dan itu semua dari...'unknown' ---> 'K.A.Z.U.M.A'
yah biar sajalah,,,,
anggap saja itu pembalasanku karena dia meninggalkanku sendirian di taman.
aku mengarah ke dapur untuk minum.
dan aku mengambil baju dan perlengkapan mandiku, lalu menuju ke kamar mandi.
saat mandi, sepertinya HPku berdering beberapa kali.
bukannya aku tak mau mengangkat... tapi bagaimana bisa?!
selesai mandi, Hpku berhenti berdering.
ya sudah aku biarkan saja.. dan aku pergi nonton TV sambil makan.
lho, kok aku kepingin 'pup' ya?
uh! harus cepat2 ke WC!
+DING~ DING~ CHA CHA CHA~ DING DING~ CHA CHA CHA~+
HPku berbunyi lagi, jadi kusambar saja dan kubawa ke WC sekalian.
"halo?" jawabku sambil......... (kuharap kalian tahu aku sedang menelpon sambil ngapain)
"kamu dimana....?" kata Kazuma.
suaranya benar2 marah, tidak seperti biasanya.
"aku? kamu tidak boleh kesini! dan kamu tidak bisa kesini!"
setelah berkata begitu, kututup teleponnya sebelum dia bisa marah2 lagi. tentu saja dia tak boleh kesini dan dia tak akan bisa kesini..(kecuali dia mau ke sini di WC 'pup' bersamaku.)
maafkan aku karena aku menutup teleponmu,Kazuma.
aku cuma ingin melihat bagaimana reaksimu bila bertemu denganku besok.
aku ingin tahu apakah kau akan merindukanku? atau malah akan membunuhku?
kekeke, kita lihat saja besok..
urusanku di wc sudah selesai,dan aku mulai bermalas-malasan lagi sambil menonton TV.
lalu pintuku berbunyi kencang sekali.
+DOK! DOK! DOK!+
"ASUKA-CHAN?! KAMU DI DALAM?!"
+DOK! DOK! DOK!+
"ASUKA-CHAN?!!!"
asuka-chan....?
sepertinya itu Yusuke.. -__-
apa yang dia lakukan mengetok pintu seperti orang kesetanan saja,,,
"ASUKA-CHAANNN?!!!!" Teriaknya lagi...
"iya iya sebentar! aku kesana!"
orang ini benar2 tak punya kesabaran! membuatku kesal saja.
"APA?!"teriakku pada Yusuke begitu aku membuka pintu. entah darimana dia tahu alamat rumahku..
"hosh...hosh...hosh!" dia tak menjawab tapi hanya tersengal-sengal saja. sepertinya dia berlari sepanjang perjalanannya kemari..
"dari mana kau tahu rumahku?" tanyaku
"aku mencuri datamu di ruang guru! hosh... hosh..."
"apa?! kau mencuri apa?!" orang ini benar2 sinting.. kenapa dia tak tanya saja ke Emi malah mencuri data di ruang guru?
IQnya benar2 jongkok!
"IT... ITU TIDAK PENTING! hosh..hosh,, KAZU.. KAZUMA MENGHILANG!"
"APA KATAMU?! KAZUMA MENGHILANG?!"
Selanjutnya......
sumber : t.acan.pt@gmail.com
Biodata Lee Min Ho

Satu lagi aktor tampan yng lagi di gandrungi cewek-cewek, baik di korea maupun di Indonesia. Lee Min Ho Profile lahir di Heukseok-dong, Dongjak-gu, Seoul, Korea Selatan. Lee Min Hon hanya mempunyai satu kakak jadi ia anak bungsu dari dua bersaudara. Lee Min Ho bercita-cita menjadi pemain sepak bola, tapi pernah cidera di kelas 5 SD hingga membuat berakhir mimpiny.
Terobosan
terbesar nya adalah memerankan peran utama dalam drama KBS2 “Boys Over
Flowers” sebagai Gu Jun pyo, Seri drama korea televisi ni menjadi
booming dan sangat populer. Dan memperoleh Best New Actor Boys Before
Flowers (2009). Hemmm…Admin Berita Artis Korea aja ngiler liatnya
xixixi.
Lee Min Ho adalah artis termahal di
Korea Selatan, setelah ia mulai syuting Boys Before Flower. Sebenarnya,
saat casting, Lee Min Ho bukanlah orang pertama yang dipilih untuk
memerankan peran Gu Jun Pyo, namun setelah melihat rambutnya di
keriting, produser merasa Lee Min Ho lebih pantas memerankan Gu Jun
Pyo. Hemmm…keriting membawa berkah donk
- Nama: Lee Min Ho Atau Min-Ho Lee.
- Profesi: Aktor.
- Tanggal Lahir: 22 Juni 1987.
- Tempat Lahir: South Korea.
- Tinggi Badan: 185cm.
- Zodiak: Cancer.
- Golongan Darah: A.
- Ukuran Sepatu: 265mm.
Pendidikan: GunGook University.
Acara TV Yang Dibintangi Lee Min Ho:
- Boys Before Flowers (KBS2, 2009).
- But I Don’t Know too (MBC, 2008).
- I’m Sam as Heo Mo Se (KBS2, 2007).
- Mackerel Run (SBS, 2007).
- Secret Campus (EBS, 2006).
- Love Hymn (MBC, 2005).
Film Layar Lebar Yang Dibintangi Lee Min Ho:
- Our School E.T (2008).
- Public Enemy Returns (2008).
- Humming (2007).
- Arang (2006).
- Ghost Lives (2004).
- Repechage (1997).
Penghargaan Yang Didapat Lee Min Ho:
- The 45th Baeksang Arts Awards: Best New Actor => Boys Before Flowers (2009).
- KBS Acting Atau Drama Awards: Best New Comer => Boys Over Flowers (2009).
- KBS Acting Atau Drama Awards: Best Couple with Koo Hye Sun => Boys Over Flowers (2009).
- Etude House (2009).
- Cass Beer (2009).
- Dunkin’ Donuts (2009).
- Cadillac CTS (2009).
- Samsung AnyCall (2009).
- Market 0 (2009).
- LG Telecom (2009).
- Trugen (2009).
Sumber : http://biografi-biodata-profile.blogspot.com/2012/03/biografi-biodata-lee-min-ho-artis.html
5 Tanda Anda Wajib Mengubah Gaya Rambut
Vemale.com- Mempertahankan gaya rambut yang sama selama
bertahun-tahun bukan ide yang baik. Ketahui tanda-tanda ini sebagai
sinyal bahwa rambut Anda memerlukan perubahan, segera!
1. Rambut Tak Bervolume
Berdiri di depan cermin dan lihat bagaimana rambut Anda. Jika bagian atas terlihat datar, bagian samping terlihat tebal dan potongannya tidak membingkai wajah dengan baik, sudah saatnya Anda harus merapikan rambut ke salon. Merapikan potongan rambut akan membantu mengatasi masalah ini.
2. Tidak Ada Lagi Yang Memuji Rambut Anda
Dulu banyak yang memuji rambut lurus Anda, sekarang tak ada satupun pujian yang datang, padahal rambut Anda tetap seperti dulu. Federico Calce dari Federico Salon di New York City menyarankan agar Anda melakukan perubahan dengan membuat rambut bergelombang alami.
3. Anda Mengikat Rambut Setiap Saat
Tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menata rambut, akhirnya Anda hanya membuat gaya rambut diikat jadi satu setiap saat. Ini adalah tanda bahwa Anda harus mengubah gaya rambut Anda. Jika tak berani bereksperimen, tambahkan poni atau layer pada potongan rambut.
4. Perlu Waktu Lebih Dari 20 Menit Menata Rambut
Jika Anda sampai menghabiskan waktu yang sangat lama untuk membuat rambut memiliki gaya seperti yang Anda inginkan, berarti rambut Anda telah kehilangan teksturnya. Cara memperbaikinya? Dengan memberikan layer panjang atau ingin mencoba rambut bergelombang?
5. Ujung Rambut Kering
Tiba-tiba Anda menyadari bahwa ujung rambut mulai kering bahkan bercabang (karena beberapa bulan ke belakang tidak merawatnya dengan benar). Memotong rambut hingga bagian yang kering hilang adalah salah satu cara yang mudah. Tetapi jika Anda merasa sayang, mulailah untuk memberikan kelembaban ekstra dengan krim pelembab untuk rambut.
Rutin merapikan rambut dan update gaya terbaru yang paling sesuai dengan wajah Anda agar penampilan rambut selalu cantik dan sehat. Sst.. rambutmu bisa jadi modal kesuksesan di dunia hiburan lho! Caranya, gabung di ajang Clear Hair Model 2012. Cukup klik di sini, kesempatan besar menuju film layar lebar, cover majalah dan bintang iklan akan terbuka lebar!
sumber: http://www.vemale.com/body-and-mind/cantik/11023-5-tanda-anda-wajib-mengubah-gaya-rambut.html
1. Rambut Tak Bervolume
Berdiri di depan cermin dan lihat bagaimana rambut Anda. Jika bagian atas terlihat datar, bagian samping terlihat tebal dan potongannya tidak membingkai wajah dengan baik, sudah saatnya Anda harus merapikan rambut ke salon. Merapikan potongan rambut akan membantu mengatasi masalah ini.
2. Tidak Ada Lagi Yang Memuji Rambut Anda
Dulu banyak yang memuji rambut lurus Anda, sekarang tak ada satupun pujian yang datang, padahal rambut Anda tetap seperti dulu. Federico Calce dari Federico Salon di New York City menyarankan agar Anda melakukan perubahan dengan membuat rambut bergelombang alami.
3. Anda Mengikat Rambut Setiap Saat
Tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menata rambut, akhirnya Anda hanya membuat gaya rambut diikat jadi satu setiap saat. Ini adalah tanda bahwa Anda harus mengubah gaya rambut Anda. Jika tak berani bereksperimen, tambahkan poni atau layer pada potongan rambut.
4. Perlu Waktu Lebih Dari 20 Menit Menata Rambut
Jika Anda sampai menghabiskan waktu yang sangat lama untuk membuat rambut memiliki gaya seperti yang Anda inginkan, berarti rambut Anda telah kehilangan teksturnya. Cara memperbaikinya? Dengan memberikan layer panjang atau ingin mencoba rambut bergelombang?
5. Ujung Rambut Kering
Tiba-tiba Anda menyadari bahwa ujung rambut mulai kering bahkan bercabang (karena beberapa bulan ke belakang tidak merawatnya dengan benar). Memotong rambut hingga bagian yang kering hilang adalah salah satu cara yang mudah. Tetapi jika Anda merasa sayang, mulailah untuk memberikan kelembaban ekstra dengan krim pelembab untuk rambut.
Rutin merapikan rambut dan update gaya terbaru yang paling sesuai dengan wajah Anda agar penampilan rambut selalu cantik dan sehat. Sst.. rambutmu bisa jadi modal kesuksesan di dunia hiburan lho! Caranya, gabung di ajang Clear Hair Model 2012. Cukup klik di sini, kesempatan besar menuju film layar lebar, cover majalah dan bintang iklan akan terbuka lebar!
sumber: http://www.vemale.com/body-and-mind/cantik/11023-5-tanda-anda-wajib-mengubah-gaya-rambut.html
Subscribe to:
Posts (Atom)


