Zuli Dewi Mulyowati: wanita karir
Showing posts with label wanita karir. Show all posts
Showing posts with label wanita karir. Show all posts

Bingung Karier yang Cocok? Cek Warna Favorit Anda!


Did you know, profesi sejati Anda bisa diketahui dari warna favorit Anda? Daripada memusingkan diri dengan berbagai psikotes untuk mengetahui profesi apa yang cocok untuk Anda, mungkin ini b isa menjadi cara yang lebih menyenangkan. So, let’s start ladies. Jika Anda suka...
  • Kuning, Ungu, Putih
Anda suka menempatkan diri di “sepatu” orang lain. Anda bisa membaca keinginan klien dan bakat komunikasi Anda sangat cemerlang sehingga kerap menjadi go-to-girl untuk tiap masalah yang butuh solusi.
You Are: The Communicator.
Opsi Karier: marketing, corporate communication.
  • Biru, Oranye, Cokelat
Anda bukanlah tipe orang yang go-with-the-flow – justru Anda ingin senantiasa proaktif mengubah sesuatu yang Anda rasa memang perlu diubah. Keyakinan dan prinsip Anda sangat kuat dan Anda tak pernah merasa gentar untuk memperjuangkannya.
You Are: The Activist
Opsi Karier: hukum, LSM, business leader, inovator
  • Merah, Hijau, Hitam
Manajemen keuangan adalah keahlian Anda. Begitu juga kemampuan untuk menilai segala sesuatu – termasuk kontribusi kolega kantor – dengan mata yang jeli dan pikiran yang jernih.
You Are: The investor.
Opsi Karier:finance, accounting, perbankan, properti, konsultan, pengajar. (cosmo/yel)

Sumber :  http://www.vemale.com/relationship/karier/13168-bingung-karier-yang-cocok-cek-warna-favorit-anda.html

Makin Banyak Kerja, Makin Cepat Pikun

 Bagi sebagian wanita, bekerja di sebuah perusahaan atau menjadi wirausaha bisa menjadi hal yang menyenangkan, selain wawasan dan kreativitas bertambah, Anda bisa mengenal banyak orang. Tapi.. tidak bisa kita mengesampingkan fakta bahwa banyak tugas dan target menunggu untuk diselesaikan. Tak hanya tubuh yang terasa lelah, otak juga mengalami hal yang sama. Bahkan jika terus menerus sibuk dengan pekerjaan, seseorang akan mengalami kepikunan di usia muda.
Pikun Lebih Cepat
Sebuah penelitian yang dilakukan psikologis di Skotlandia yang ditulis dalam Psicologia e Salute menemukan bahwa kesibukan gaya hidup modern (para peneliti menyebutnya busy lifestyle syndrome) yang banyak menyerang kaum muda bisa menjadi pencetus gangguan memori otak. Kepikunan memang wajar terjadi pada orang lanjut usia, tetapi kelelahan otak yang terus menerus akan mempercepat kepikunan dalam usia 25 - 40 tahun.
Peneliti menjelaskan bahwa kelelahan terus menerus akibat sindrom tersebut akan menyerang bagian orang yang bertanggung jawab menyimpan memori. Stres akibat kelelahan setiap hari, harus menyelesaikan banyak tugas dalam waktu bersamaan dan dikejar pencapaian target kerja adalah pencetus masalah ini. Ketika Anda membiarkan otak bekerja terlalu keras, Anda menaikkan risiko pikun lebih cepat.
Cara Menghindari Pikun Bagi Para Pegawai
Anda tidak harus berhenti dari pekerjaan agar terhindar dari masalah ini. Beberapa cara ini dapat membantu Anda menjadi wanita pekerja yang sehat.
Istirahat yang cukup. Dengan kelelahan yang harus Anda hadapi sehari-hari, maka Anda harus memanjakan tubuh Anda, yaitu dengan memberinya istirahat yang cukup.
Manjakan tubuh. Setumpuk kesibukan membuat tubuh dan pikiran lelah, tak ada salahnya memanjakan tubuh dengan pijat refleksi, spa, mengunjungi pantai atau wisata di perbukitan pada akhir pekan sebagai recharge energi.
Makanan sehat. Memberi asupan nutrisi yang tepat sangat penting untuk menunjang kesibukan Anda. Jauhi fast food, ganti dengan makanan yang lebih sehat. Bawa beberapa buah segar potong sebagai camilan disela-sela pekerjaan.
Olahraga. Olahraga tidak akan membuat Anda semakin capek. Olahraga akan membantu Anda bergerak, meningkatkan sirkulasi darah dan sehat. Usahakan agar tubuh Anda mendapat olahraga cukup. Setidaknya, jogging selama 30 menit 2 kali dalam seminggu.
Apakah Anda sering mengalami kelelahan pikiran setelah bekerja seharian? Tulis pendapat Anda di kolom komentar :)

Sumber :  http://www.vemale.com/relationship/karier/13220-makin-banyak-kerja-makin-cepat-pikun.html